Sejarah Armenia berkembang di dalam dan sekitar Dataran Tinggi Armenia (Armenian Highlands), sebuah wilayah yang lebih luas daripada perbatasan Republik Armenia saat ini. Perbedaan antara tanah air historis dan negara modern ini penting untuk memahami identitas Armenia. Negara dan kebudayaan kuno membentuk wilayah ini selama berabad-abad. Urartu adalah salah satu kerajaan awal penting yang terkait dengan kawasan tersebut, sementara kerajaan-kerajaan Armenia berikutnya membentuk tradisi politik dan budaya mereka sendiri. Armenia berada di antara kekaisaran-kekaisaran tetangga yang kuat dan sering mengalami perubahan perbatasan, aliansi, perang, serta pemerintahan asing. Masa-masa pemerintahan sendiri Armenia bergantian dengan masa-masa di bawah kekuatan yang lebih besar. Penerimaan agama Kristen pada awal abad keempat menjadi titik balik sejarah yang besar. Gereja, biara, manuskrip, dan pembelajaran agama membantu melestarikan budaya selama masa-masa perpecahan politik. Alfabet Armenia, yang diciptakan pada awal abad kelima, memperkuat pendidikan, ibadah, sastra, dan ingatan sejarah. Bahasa Armenia tertulis menjadi salah satu penopang utama kesinambungan budaya. Komunitas Armenia juga terbentuk di luar tanah air melalui perdagangan, pekerjaan, penganiayaan, dan perpindahan penduduk. Hal ini menghasilkan diaspora yang besar dan beragam, yang terhubung dengan Armenia melalui hubungan budaya, keluarga, agama, dan politik. Genosida Armenia (Armenian Genocide) di Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia Pertama menyebabkan pembunuhan massal, deportasi, perampasan harta, dan perpindahan penduduk ke seluruh dunia. Peristiwa ini menjadi bagian penting dari ingatan keluarga Armenia dan harus dibahas secara akurat, hati-hati, serta dengan menghormati para korban dan kehilangan mereka. Armenia Timur menjadi bagian dari Uni Soviet dan berdiri sebagai Republik Sosialis Soviet Armenia (Armenian Soviet Socialist Republic). Pemerintahan Soviet membawa industrialisasi, pertumbuhan kota, pendidikan massal, dan lembaga kebudayaan, disertai kendali politik, penindasan, dan pembatasan terhadap agama. Republik Armenia modern menjadi merdeka setelah Uni Soviet runtuh. Sejarahnya sejak kemerdekaan mencakup pembangunan negara, perubahan ekonomi, migrasi, perdebatan sipil, dan konflik yang berkaitan dengan keamanan serta kawasan yang lebih luas. Sejarah Armenia bukan hanya satu kisah sederhana tentang penderitaan atau kelangsungan hidup. Sejarah itu juga mencakup ilmu pengetahuan, arsitektur, perdagangan, musik, pertanian, kehidupan politik, kreativitas, dan perdebatan yang terus berlangsung tentang cara mengingat masa lalu.
Sejarah di Armenia
Sejarah Armenia memadukan tanah air kuno, kerajaan dan kekaisaran yang silih berganti, warisan Kristen, perpindahan penduduk secara besar-besaran, pemerintahan Soviet, dan kemerdekaan modern. Orang Armenia menyebut negara mereka Hayastan dan mempertahankan identitas yang kuat melalui bahasa, iman, ingatan keluarga, dan budaya. Pengalaman sejarah tetap terlihat dalam monumen, peringatan, dan percakapan sehari-hari.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

