Bolivia melindungi tradisi hidup sebagai Patrimonio Cultural Inmaterial, atau warisan budaya takbenda (PCI). Konstitusi dan Undang-Undang 530 mengakui identitas budaya, praktik adat, pandangan dunia, ritual, simbol, pakaian, dan kekayaan intelektual kolektif, sementara negara mendukung pencatatan, perlindungan, revitalisasi, promosi, dan penyebaran. Kementerian Kebudayaan, Dekolonisasi, dan Depatriarkalisasi bekerja sama dengan bangsa dan masyarakat pribumi, komunitas antarbudaya dan Afro-Bolivia, serta pemerintah munisipal, departemen, dan pribumi. Tidak ada satu otoritas nasional untuk ritual sehari-hari. Tradisi mengikuti pola regional dan musim. Alasita di La Paz dimulai pada 24 Januari dan biasanya berlangsung dua hingga tiga minggu; miniatur melambangkan harapan dan terkait dengan Ekeko, berkat ch'alla, dan pertukaran utang simbolis. Karnaval Oruro berlangsung sekitar sepuluh hari dan mencakup prosesi sekitar empat kilometer selama kira-kira dua puluh jam, dengan sekitar 28.000 penari, 10.000 musisi, dan sekitar 50 kelompok menurut data UNESCO. Pujllay terkait musim hujan dan pembaruan, sedangkan Ayarichi terkait musim kemarau. Contoh penting lainnya meliputi Ch'utillos di Potosí, Festival Besar Tarija, festival Virgen de Guadalupe di Sucre, Ichapekene Piesta di San Ignacio de Moxos, dan Gran Poder di La Paz. Keluarga dan komunitas mewariskan pengetahuan melalui pengajaran lisan, pengamatan, permainan, dan partisipasi aktif. Anak-anak dapat belajar musik, tari, dan kostum melalui kegiatan bersama, termasuk tradisi Yampara. Ekspresi regional mencakup Diablada, Morenada, Tinku, Sikuris, Qhantus, musik Barok Moxeño, dan permainan charango. Topeng, sulaman, tenun, bulu, tekstil wol, miniatur Alasita, dan pembuatan alat musik menghubungkan festival dengan pengetahuan keluarga dan pasar setempat. Tradisi Andes paling terlihat di La Paz, Oruro, dan Potosí; tradisi lembah di Chuquisaca, Cochabamba, dan Tarija; serta tradisi dataran rendah di Beni dan wilayah Amazon. Festival publik sering terbuka, tetapi partisipasi ritual dapat bergantung pada komunitas dan tempatnya, sementara biaya berubah sesuai transportasi, akses acara, tempat duduk, dan penyedia layanan. UNESCO mengakui sepuluh unsur warisan takbenda Bolivia, termasuk Karnaval Oruro, pandangan dunia Kallawaya, Ichapekene Piesta, Pujllay dan Ayarichi, Alasita, Gran Poder, Festival Besar Tarija, Ch'utillos, festival Virgen de Guadalupe di Sucre, dan upaya pelindungan Aymara. Urqupiña sedang dipertimbangkan untuk 2027, sedangkan Kamis Comadres dan seni tekstil Jalq'a masih tertunda dan belum menjadi unsur yang terdaftar. Urbanisasi, migrasi, tekanan lingkungan, komersialisasi, dan kesenjangan antargenerasi dapat melemahkan pewarisan. Inventaris komunitas, persetujuan, sekolah, museum, program munisipal, dan pengajaran antargenerasi mendukung kesinambungan.
Tradisi di Bolivia
Tradisi Bolivia adalah praktik, simbol, pengetahuan, dan ekspresi artistik yang diwariskan melalui keluarga dan komunitas serta berubah seiring waktu. Tradisi mencakup festival tahunan, kebiasaan dalam siklus hidup, musik, tari, pakaian, tekstil, kerajinan, dan bentuk regional dari Andes, lembah, dataran rendah, serta wilayah perkotaan. Partisipasi biasanya berlangsung melalui kehidupan keluarga atau komunitas, sedangkan akses ke festival publik, ruang ritual, dan program budaya bergantung pada konteks setempat.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

