Budaya di Brunei

Budaya di Brunei meliputi tahapan hidup, sejarah, seni, agama, bahasa, tradisi, dan cara hidup basama. Islam adalah agama resmi, bahasa Melayu adalah bahasa resmi, dan falsafah negara Brunei, Melayu Islam Beraja (MIB), membentuk budaya publik serta identitas nasional. Tujuh kelompok masyarakat (puak), keluarga, lembaga, dan komunitas lokal mempertahankan beragam ekspresi melalui upacara, karya kreatif, bahasa, dan hubungan sehari-hari.

Tahapan hidup

Perjalanan hidup di Brunei dibentuk oleh sekolah, pelatihan, pekerjaan, pensiun, layanan dukungan, wan layanan krisis. Anak warga atawa penduduk Brunei wajib bersekolah mulai umur lima tahun; bagi Muslim tertentu, sekolah agama wajib jua berlaku sejak umur tujuh sampai sebelum 15 tahun. Akses wan manfaat kerap bergantung pada umur, kewarganegaraan, status tempat tinggal, kebutuhan, disabilitas, atawa masa iuran.

Sejarah

Sejarah Brunei mencakup hubungan awal di kawasan ini, bangkitnya kesultanan Islam, perubahan wilayah, perlindungan Inggris, pendudukan Jepang, pembangunan berbasis minyak, dan kemerdekaan pada 1984. Buktinya meliputi catatan Tiongkok, naskah Melayu, silsilah, sejarah lisan, arkeologi, perjanjian, catatan administrasi, dan dokumen konstitusi. Rujukan awal pada nama seperti P'o-li, Poli, Puni, dan Boni masih diperdebatkan dan tidak otomatis berarti Brunei.

Seni

Seni di Brunei mencakup seni rupa, musik, sastra, film, seni pertunjukan, arsitektur, desain, fotografi, dan bentuk digital. Bidang ini tersebar di antara badan pemerintah, museum, Dewan Bahasa dan Pustaka, universitas, serta kelompok swasta. Akses, izin, pelatihan, dan hak bergantung pada bidang dan acara tertentu.

Agama

Islam adalah agama resmi Brunei dan membentuk negara, hari libur umum, pendidikan, aturan halal, serta sebagian hukum keluarga dan pidana. Menurut Konstitusi, agama lain boleh dijalankan dengan damai dan harmonis. Pada 2021, 82.1 persen penduduk beragama Islam, 6.7 persen Kristen, dan 6.3 persen Buddha.

Bahasa

Bahasa Melayu adalah bahasa resmi Brunei dan membentuk negara, upacara, wan identitas nasional. Bahasa Inggris banyak dipakai dalam pendidikan, administrasi, bisnis, sains, wan media, tapi kada ada status setara sebagai bahasa resmi kedua yang terdokumentasi. Bahasa Tionghoa, bahasa pribumi Borneo, wan bahasa komunitas lainnya melengkapi lanskap bahasa dwibahasa ini.

Tradisi

Tradisi Brunei mencakup praktik warisan terkait kehidupan keluarga, perayaan tahunan, pakaian, musik, kerajinan, wan masyarakat lokal. Akar budaya Melayu, Islam, wan Melayu Islam Beraja (MIB), falsafah negara, membentuk budaya publik; tujuh puak mempertahankan ungkapan masing-masing. Keluarga, masyarakat, sekolah, wan lembaga budaya mewariskan praktik ini, sedangkan pewarisan sehari-hari umumnya informal.

Hidup Baur

Kehidupan sehari-hari di Brunei memadukan hukum negara dengan praktik setempat di kampung, yaitu desa atawa permukiman, wan mukim, sebuah pembagian administratif. Warga menangani banyak urusan lingkungan liwat Ketua Kampung, Penghulu Mukim, wan majelis konsultatif setempat, sementara JAPEM wan saluran bantuan nasional mendukung masalah sosial, keluarga, wan kesejahteraan anak nang serius. Perilaku di muka umum, komunikasi digital, wan akses ke ruang bersama jua mengikuti aturan hukum wan administrasi tertentu.

VivAVia can make mistakes. Check important information.