Sistem pendidikan Brunei telah menerapkan pendekatan bilingual dengan Bahasa Melayu (Bahasa Melayu) dan bahasa Inggris sejak 1984. Dalam pendidikan formal, pengajaran sebagian besar dilakukan dalam bahasa Inggris; Bahasa Melayu, mata pelajaran keagamaan, dan Melayu Islam Beraja menjadi bidang bahasa dan isi tersendiri. Bahasa Inggris penting untuk akses ke pendidikan tinggi, sains, perdagangan internasional, dan banyak konteks kerja. Konstitusi mengizinkan bahasa Inggris berdampingan dengan Bahasa Melayu untuk keperluan resmi. Kursus bahasa antara lain ditawarkan oleh Pusat Bahasa Universiti Brunei Darussalam dan Divisi Pendidikan Masyarakat Institute of Brunei Technical Education. Bergantung pada kursusnya, Pusat Bahasa menawarkan bahasa Arab, Prancis, Jerman, Jepang, Korea, Mandarin, Bahasa Melayu, Melayu Brunei, Iban, Belait, Dusun, Tutong, dan Lun Bawang. Divisi Pendidikan Masyarakat menawarkan bahasa Arab, Jepang, Korea, Mandarin, bahasa Inggris, dan kursus Bahasa Melayu untuk penutur asing (Malay for Foreigners). Klub bahasa, proyek, dan pertukaran budaya melengkapi kursus formal. Untuk orang dewasa, tidak ada jalur seragam di seluruh negara dan tidak terdokumentasi jaminan hukum umum yang terpisah atas kursus bahasa. Untuk kursus tertentu, Divisi Pendidikan Masyarakat mencantumkan biaya 33 BND bagi warga negara dan 49.50 BND bagi bukan warga negara, misalnya untuk bahasa Arab, Jepang, Korea, Mandarin, dan English Conversation. English Secondary berbiaya masing-masing 14 atau 21 BND, English Primary 11 atau 16.50 BND, dan Malay for Foreigners 17 atau 25.50 BND. Durasi dan kalender kursus tidak diterbitkan secara seragam dan harus diperiksa kepada penyedia terkait. Kursus yang ditawarkan Pusat Bahasa dan Lifelong Learning Centre memiliki harga dan tanggal tersendiri. Kursus bahasa di Institute of Brunei Technical Education terbuka bagi orang berusia 15 tahun ke atas; biaya dan akses dapat berbeda menurut status. Berbagai jenis bukti diterima untuk studi dan pekerjaan, bergantung pada lembaga. Ini mencakup Brunei-Cambridge GCE English, IGCSE English, IELTS, TOEFL, dan UBD English Proficiency Test. Untuk masuk Universiti Brunei Darussalam, misalnya, persyaratannya mencakup GCE O dengan nilai sekurang-kurangnya C6, IGCSE English sekurang-kurangnya B, IELTS 6.0, TOEFL 550, atau tes UBD tingkat B2; kedokteran memiliki persyaratan lebih tinggi, seperti IELTS 7.0 atau TOEFL 600. Lembaga terkait memutuskan bukti mana yang diakuinya. Ujian bahasa nasional umum untuk orang dewasa tidak terdokumentasi. Anak-anak mempelajari Bahasa Melayu dan bahasa Inggris melalui sistem pendidikan. Kementerian Pendidikan memakai standar literasi bahasa Inggris dan Melayu; dukungan dini, bantuan belajar, serta terapi wicara dan bahasa mungkin juga tersedia dalam pendidikan khusus. Konten pembelajaran digital dikoordinasikan oleh EdTech Centre Kementerian Pendidikan. Sumber daring, kursus berbantuan teknologi, proyek, permainan, klub, Home-Based Learning, dan pembelajaran campuran memperluas pilihan, tetapi bergantung pada perangkat, akses internet, dan biaya data. Kesempatan belajar bahasa Melayu Brunei dan bahasa Borneo lainnya penting secara budaya, tetapi jumlahnya relatif sedikit.
Pembelajaran Bahasa di Brunei
Pembelajaran bahasa di Brunei terutama bertumpu pada Bahasa Melayu dan bahasa Inggris. Bahasa Melayu adalah bahasa resmi dan nasional, sedangkan bahasa Inggris banyak dipakai di pendidikan tinggi, sains, perdagangan internasional, dan banyak lingkungan kerja. Kursus, ujian, dan kesempatan informal juga mencakup bahasa Arab, Mandarin, Prancis, Jepang, Korea, serta beberapa bahasa Borneo.
VivAVia can make mistakes. Check important information.

