Sebelum memulai likuidasi, tentukan apakah bentuk hukum usaha tersebut tunduk pada prosedur perusahaan ini dan apakah usaha mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Dasarnya adalah alasan pembubaran yang kuat, waktu yang tepat, serta keputusan sah dari badan yang berwenang. Jika usaha sudah tidak mampu, atau diperkirakan akan menjadi tidak mampu, membayar utangnya, likuidasi sukarela harus dibedakan dari proses rehabilitasi atau kepailitan. Pembukaan likuidasi disiapkan dengan keputusan likuidasi, permohonan pendaftaran, bukti kewenangan perwakilan dan, jika berlaku, penunjukan likuidator. Permohonan, rincian perusahaan, dan kewenangan perwakilan untuk pemberesan harus selaras. Setelah pendaftaran di NAPR, periksa apakah status likuidasi telah dicatat dalam register dan apakah kreditur telah diberi tahu. Selama pemberesan, semua aset perusahaan dicatat. Kegiatan usaha yang masih berlangsung diselesaikan, dialihkan, atau dipenuhi; piutang yang belum tertagih ditagih; dan aset yang dapat direalisasikan dijual dengan dokumentasi yang sesuai. Pembukuan dan pelaporan keuangan tetap dilanjutkan sampai penutupan resmi dan harus menghubungkan setiap transaksi pemberesan dengan dokumen pendukung yang sesuai. Kreditur diberi kesempatan untuk mengajukan tagihan dalam jangka waktu yang berlaku. Likuidator meninjau dasar hukum, jumlah, tanggal jatuh tempo, jaminan, dan pembayaran yang telah dilakukan. Tagihan yang diterima dipenuhi sesuai urutan prioritas yang berlaku secara hukum. Jika aset tidak mencukupi, pembayaran selanjutnya harus dikendalikan dan kemungkinan konsekuensi kepailitan perlu dipertimbangkan. Untuk penutupan, laporan keuangan akhir, laporan akhir, serta bukti pemenuhan hak kreditur dan aset tersisa harus direkonsiliasi. Aset tersisa hanya boleh dibagikan setelah kewajiban, biaya pemberesan, dan masa tunggu yang berlaku diperhitungkan. Penghapusan dari register mengakhiri status likuidasi dan, untuk perusahaan, pada umumnya juga mengakhiri kepribadian hukumnya. Pelaporan pajak, status PPN, rekening bank dan pembayaran, serta kredensial akses usaha memerlukan langkah penutupan tersendiri. Pembukuan usaha, dokumen pajak, dan catatan likuidasi mungkin tetap harus disimpan setelah penghapusan dari register. Klaim yang muncul kemudian dinilai berdasarkan dasar hukumnya, cara penanganannya sebelumnya, dan kemungkinan dasar pertanggungjawaban.
Likuidasi dan Penutupan Resmi Setelah Kegiatan Usaha di Georgia
Likuidasi perusahaan di Georgia dimulai dengan keputusan pembubaran yang berlaku, dilanjutkan dengan pendaftaran, pemberesan urusan perusahaan dan pemenuhan hak kreditur, hingga penghapusan dari register. Penerapan prosedur ini bergantung pada bentuk hukum usaha dan kemampuannya membayar; penghapusan dari register, penutupan pajak, dan kewajiban penyimpanan catatan harus diselesaikan secara terpisah.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

