Haiti memiliki sistem media yang berfungsi tetapi sangat terfragmentasi. Sistem ini mencakup publikasi cetak, berita radio dan televisi, media daring, kantor berita, jejaring sosial, podcast, dan layanan streaming. Radio sangat penting untuk berita lokal, informasi darurat, ketahanan komunitas, dan hubungan dengan diaspora Haiti. Lebih dari 700 stasiun radio dan televisi dilaporkan beroperasi, meskipun RSF menyatakan hanya sekitar separuhnya berlisensi CONATEL, regulator telekomunikasi dan frekuensi Haiti. RTNH, termasuk RNH dan TNH, membentuk struktur media utama negara, tetapi status sebagai penyiaran layanan publik independen yang terdokumentasi dengan baik belum dipastikan. Akses sangat berbeda menurut wilayah dan sumber daya rumah tangga. Pada 2024, penggunaan internet mencapai sekitar 48% populasi, dengan kurang lebih 3,49 juta langganan broadband seluler. Digicel dan Natcom merupakan jaringan seluler utama. Contoh paket prabayar mencakup 300 MB Digicel untuk satu hari seharga HTG 22,5 dan 1 GB untuk satu hari seharga HTG 50; Natcom mencantumkan paket 24 jam, 7 hari, 15 hari, dan 30 hari seharga masing-masing Gdes 119, 699, 1.499, dan 2.799. Harga, jangkauan, dan ketersediaan listrik berubah, jadi informasi terkini dari penyedia diperlukan sebelum mengandalkan layanan daring. UNICEF dan ITU melaporkan pada 2020 bahwa 79% anak usia sekolah tidak memiliki internet di rumah; angka itu bersifat historis dan perlu diperbarui sebelum digunakan sebagai ukuran terkini. Televisi menjangkau pemirsa melalui siaran terestrial, kabel, layanan terenkripsi, dan distribusi daring. TeleHaiti mencantumkan paket mulai dari 94 saluran seharga USD 9,99 per bulan hingga 174 saluran seharga USD 39,99. Canal+ Haïti mencantumkan paket mulai dari 12 saluran seharga 350 Gdes per bulan hingga 152 saluran seharga 3.700 Gdes. Netflix tersedia di Haiti mulai dari USD 3,99 per bulan. Menonton secara daring tetap memerlukan perangkat yang sesuai, koneksi internet, listrik, dan kemampuan membayar. Saluran lokal sering menayangkan berita langsung dan program lain melalui situs web, YouTube, dan media sosial mereka. Belum ada satu layanan streaming publik nasional yang terdokumentasi dengan baik. Stasiun radio atau televisi tidak dapat mengandalkan otorisasi MICT saja. Ministère de l’Intérieur et des Collectivités Territoriales memberikan otorisasi awal untuk stasiun radio, sedangkan konsesi terkait dan izin frekuensi melibatkan CONATEL; konsesi telekomunikasi juga mungkin melibatkan Ministère des Travaux publics, Transports et Communications. Permohonan biasanya mencantumkan stasiun, alamat, departemen, komune, pemilik, kontak, jenis media, dan kategori, seperti siaran komersial, komunitas, agama, atau pendidikan. Menurut CONATEL, beroperasi di luar aturan teknis dan perizinan yang berlaku dianggap ilegal. Biaya tahunan yang dilaporkan berbeda menurut jenis media dan lokasi: radio komersial berkisar dari USD 3.000 di Port-au-Prince hingga USD 1.000 di kota lain, radio budaya atau agama dari USD 2.000 hingga USD 1.000, dan televisi komersial analog dari USD 8.000 hingga USD 3.000. Radio komunitas dilaporkan berbiaya Gdes 3.000 per tahun, sementara biaya frekuensi dan televisi analog lainnya dilaporkan masing-masing Gdes 24.000 dan Gdes 60.000 per tahun. Beberapa jenis izin berlaku selama tujuh tahun, sedangkan jangka waktu televisi komersial analog yang dilaporkan adalah lima tahun. Menurut informasi yang dikutip, radio komunitas tidak diizinkan di wilayah metropolitan Port-au-Prince atau ibu kota departemen, meskipun keringanan biaya mungkin tersedia dalam keadaan yang memenuhi syarat. Konstitusi melindungi kebebasan berekspresi. Pasal 28-1 menyatakan kegiatan jurnalistik tidak memerlukan otorisasi atau sensor sebelumnya, dengan tunduk pada pengecualian konstitusional yang disebutkan terkait perang. Pasal 28-2 melindungi sumber jurnalistik dan mewajibkan perhatian terhadap keaslian, akurasi, serta etika profesi. Pasal 28-3 menempatkan pelanggaran pers dalam hukum pidana. Urusan hak cipta berada di bawah BHDA, kantor hak cipta Haiti yang dibentuk berdasarkan dekret 2005. Dekret 2025 yang dilaporkan HaitiDocs membahas urusan daring dan media sosial, termasuk pencemaran nama baik, berita palsu, perundungan siber, dan ujaran kebencian; pelaksanaan resminya dan naskah hukum asli terkini perlu diperiksa sebelum dijadikan dasar nasihat hukum. Media juga harus menghormati martabat, perlindungan anak muda, ketertiban umum, keamanan nasional, kesehatan masyarakat, dan hak orang lain. Jurnalis menghadapi risiko praktis yang serius, termasuk ancaman, serangan, penculikan, pembunuhan, serangan terhadap ruang redaksi, dan impunitas. Indeks RSF 2026 menempatkan Haiti di peringkat 107 dari 180 negara, dengan indikator keamanan di peringkat 132. MCC, Ministère de la Culture et de la Communication, melaporkan kasus termasuk penculikan Junior Célestin dan Osnel Espérance. Perlindungan formal tidak tersedia secara andal. AHpsy dan CMEL telah mendukung bantuan psikososial, termasuk terapi individu, dukungan sebaya, dan kegiatan ketahanan setelah serangan; bantuan tersebut berbasis proyek atau krisis, bukan prosedur perlindungan negara atau jaminan sosial universal. Media sosial banyak digunakan lewat ponsel untuk menerbitkan, berkomentar, berbagi, melakukan siaran langsung, dan menyebarkan informasi sipil. Natcom menawarkan paket yang mencakup WhatsApp. Sebelum membagikan klaim, pengguna sebaiknya memeriksa sumber, tanggal terbit, konteks gambar atau video, dan konfirmasi dari beberapa media independen atau otoritas publik. Risikonya mencakup disinformasi, manipulasi, hilangnya privasi, eksploitasi seksual, perundungan siber, ujaran kebencian, penyalahgunaan data, dan perekrutan. Dalam cakupan topik ini, belum ada satu regulator platform nasional yang terdokumentasi dengan baik untuk seluruh risiko tersebut di Haiti. Partisipasi dapat berlangsung melalui radio komunitas, tanggapan pendengar, SMS, U-Report, media daring, jejaring sosial, dan podcast. U-Report UNICEF Haiti menggunakan partisipasi SMS gratis dan memiliki lebih dari 28.000 pendaftar muda setelah sekitar satu setengah tahun pada 2021, dengan diskusi tentang isu anak, kesehatan, dan pendidikan. “Mardis de la Nation” dari MCC menyediakan format dialog pers dan sipil berulang pada 2025, dan kompetisi podcast francophone nasional bagi kreator muda dilaporkan pada 2026. Partisipasi tidak otomatis memberikan jangkauan, verifikasi, atau perlindungan. Ponsel dan akses jaringan, serta data dan listrik untuk partisipasi daring, tetap menjadi syarat praktis.
Media di Haiti
Media di Haiti mencakup surat kabar, radio, televisi, berita daring, layanan streaming, dan media sosial. Radio tetap menjadi media massa yang paling luas digunakan, sedangkan akses internet, listrik, jangkauan jaringan, dan keterjangkauan sangat memengaruhi akses ke konten digital. Media Haiti terutama beroperasi dalam bahasa Kreol Haiti dan Prancis serta menyediakan berita, informasi publik, pesan darurat, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sipil.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

