Angka afiliasi agama di Honduras sangat bervariasi karena negara ini tidak memiliki sensus agama resmi terkini. Survei CID Gallup 2020 melaporkan sekitar 48% responden evangelis dan 34% Katolik Roma. Survei ENDESA INE yang lebih lama, dari 2011–2012, melaporkan 47,3% evangelis atau Protestan, 41,5% Katolik, dan 10,2% tanpa agama. Gereja Katolik juga melaporkan proporsi umat Katolik yang jauh lebih tinggi, sementara Aliansi Evangelis memperkirakan sekitar tiga juta anggota evangelis. Angka-angka ini sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan survei atau lembaga, bukan satu distribusi nasional yang definitif. Iglesia Catolica memiliki keuskupan dan Conferencia Episcopal de Honduras di seluruh negeri. Gereja evangelis dan Protestan berjumlah banyak, tetapi secara kelembagaan terfragmentasi; Confraternidad Evangelica de Honduras berperan sebagai aktor advokasi dan koordinasi. Komunitas yang lebih kecil meliputi Advent Hari Ketujuh, Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, Episkopal, Lutheran, Katolik Apostolik Ortodoks Antiokhia, Muslim, Yahudi, Baha'i, Moravia, dan Mennonit atau Anabaptis. Komunitas Moravia terutama terdapat di Mosquitia. Sebagian komunitas Adat dan keturunan Afrika memadukan praktik Afrika atau Adat dengan Kekristenan. Kegiatan keagamaan yang umum mencakup ibadah, doa, khotbah, pelayanan pastoral, misi, sekolah agama, serta bantuan sosial, kesehatan, atau migrasi. Akses biasanya dimulai melalui jemaat setempat, pendeta, pastor, atau pemimpin agama lainnya, dan kepadatan jemaat berbeda menurut wilayah. Penjara wajib mengizinkan praktik agama tanpa mengutamakan agama tertentu serta mengizinkan konseling berbasis agama. Pasal 77 Konstitusi Honduras melindungi kebebasan menjalankan semua agama dan bentuk ibadah, dengan tunduk pada hukum dan ketertiban umum. Konstitusi tidak memberikan keutamaan kepada satu agama. Pemimpin agama tidak boleh memegang jabatan publik atau melakukan propaganda politik dengan mengatasnamakan agama. Hukum pidana mengatur diskriminasi agama, sedangkan pengakuan dosa dan informasi pastoral yang dilindungi memperoleh perlindungan hukum. Setiap orang dapat berganti agama atau tidak menganut agama, dengan tetap tunduk pada hukum umum dan ketertiban umum. Perkumpulan agama dapat mengajukan pendaftaran melalui Secretaría de Gobernación, Justicia y Descentralización (SGJD), melalui kantor pendaftaran terkait yang dikenal sebagai DIRRSAC. Permohonan mencakup anggaran dasar, organisasi internal, dan tujuan. Perkumpulan yang terdaftar menyerahkan laporan keuangan dan kegiatan tahunan. Perkumpulan dapat mengajukan permohonan pembebasan pajak atau manfaat bea cukai kepada Kementerian Keuangan; sumber yang ditinjau tidak menunjukkan bahwa kelompok yang tidak terdaftar dapat mengakses manfaat tersebut. Prosedurnya dilakukan secara langsung, dan tidak ada biaya atau waktu pemrosesan standar yang dapat dipastikan. Pendidikan publik bersifat sekuler. Orang tua dapat memilih pendidikan agama, dan sekolah agama swasta diizinkan jika mengikuti kurikulum minimum nasional. Sebagian sekolah swasta mewajibkan partisipasi dalam kelas atau kegiatan agama. Upaya pada 2023 untuk melarang kegiatan keagamaan di sekolah publik ditarik kembali. Praktik agama juga dapat menimbulkan benturan jadwal karena hari kerja biasanya berlangsung Senin sampai Sabtu, sementara salat Jumat dan Sabat hari Sabtu mungkin memerlukan pengaturan dengan sekolah atau tempat kerja. Código del Trabajo mengakui Kamis, Jumat, dan Sabtu Semana Santa serta 25 Desember sebagai hari libur berbayar. Tidak ada perlakuan setara nasional yang terdokumentasi untuk hari raya agama non-Kristen. Conferencia Episcopal de Honduras memiliki Komisi Ekumenisme dan Dialog Antaragama, dan meja bundar lintas agama pada 2023 melibatkan peserta Katolik, evangelis, Advent Hari Ketujuh, Muslim, dan lainnya. Pada saat yang sama, laporan mencatat ancaman anti-Muslim, ujaran kebencian, dan kerugian yang berdampak pada pemeliharaan Sabat. CONADEH mencatat dua pengaduan kebebasan beragama pada 2023. Hanya perkawinan sipil di hadapan wali kota atau notaris yang sah secara hukum. Pernikahan keagamaan dapat berlangsung setelah sertifikat perkawinan sipil diserahkan; menyelenggarakan pernikahan keagamaan tanpa perkawinan sipil sebelumnya dapat menimbulkan risiko pidana bagi pemuka agama. Baptis, penguatan, upacara pemberian nama secara agama, pemakaman, dan ritual penguburan tetap menjadi urusan komunitas masing-masing dan tidak menciptakan status perdata negara atau registrasi negara yang terpadu. Dokumen, biaya, dan tanggalnya bergantung pada denominasi dan jemaat. Misionaris umumnya memerlukan izin masuk atau tinggal, sponsor atau lembaga lokal, serta bukti kegiatan keagamaan. Masa tinggal dapat berlangsung sampai lima tahun. Perpanjangan memerlukan bukti bahwa kegiatan berlanjut dan sebaiknya diminta setidaknya 30 hari sebelum masa berlaku habis. Biaya dan waktu pemrosesan yang tepat tidak distandardisasi dalam informasi yang tersedia.
Agama di Honduras
Agama di Honduras mencakup komunitas Katolik Roma, evangelis, dan Protestan, kelompok agama yang lebih kecil, serta praktik masyarakat Adat dan keturunan Afrika yang dapat memadukan unsur Kristen dan lokal. Honduras tidak memiliki agama negara atau otoritas pusat untuk semua komunitas agama, dan konstitusi melindungi kebebasan menjalankan agama. Praktik keagamaan memengaruhi hari libur, sekolah, perkumpulan, upacara kehidupan, dan akses ke layanan pastoral, sementara ketersediaan lokal berbeda menurut wilayah.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

