Seni Indonesia sangat beragam menurut daerah dan tidak dapat direduksi menjadi satu gaya nasional. Bahan, cerita, gerakan, bunyi, dan simbol mencerminkan lingkungan setempat, sejarah, agama, dan adat istiadat. Untuk tekstil, teknik kain berpola dengan metode tahan lilin (batik) digunakan untuk membuat kain bermotif. Berbagai daerah mengembangkan desain dan tradisi warna yang mudah dikenali, dan pola tertentu dapat memiliki makna sosial atau upacara. Tradisi tekstil penting lainnya mencakup tenun dengan benang yang diikat sebelum dicelup (ikat), tenun dengan benang metalik (songket), penenunan, sulaman, dan karya berbasis kulit kayu. Produksinya dapat memerlukan pengetahuan khusus yang diwariskan melalui keluarga atau komunitas. Tradisi pertunjukan dengan boneka atau pemain manusia (wayang) mencakup berbagai bentuk. Seorang pemandu pertunjukan boneka (dalang) mengarahkan pertunjukan melalui narasi, suara tokoh, pengaturan waktu, serta interaksi dengan musisi dan penonton. Tradisi ansambel yang dibangun dari instrumen terkoordinasi, terutama gong dan metalofon (gamelan), memiliki beberapa bentuk. Sistem musik dan gaya pertunjukannya berbeda antara daerah seperti Jawa dan Bali. Tari, teater, topeng, ukiran, dan arsitektur sering menjadi bagian dari upacara sekaligus tampil di panggung atau galeri. Maknanya bergantung pada siapa yang menampilkan, di mana, dan untuk tujuan apa. Pengaruh Islam, Hindu, Buddha, Kristen, masyarakat adat, lingkungan istana, desa, dan budaya populer semuanya telah membentuk ekspresi artistik. Seniman dapat memadukan beberapa warisan tanpa menganggapnya sebagai hal yang berlawanan. Seniman modern dan kontemporer menggunakan lukisan, instalasi, fotografi, komik, desain, film, media digital, dan seni jalanan. Karya mereka dapat mengeksplorasi identitas, lingkungan, politik, kehidupan perkotaan, ingatan, atau humor sehari-hari. Seni juga merupakan pekerjaan. Pembuat karya, penampil, pengajar, teknisi, penjual, dan organisasi kebudayaan bergantung pada pembayaran yang adil, pencantuman nama, pelatihan, dan akses kepada penonton. Beberapa desain, benda, dan pertunjukan memiliki makna sakral, terbatas, atau dimiliki bersama oleh komunitas. Izin dan konteks penting sebelum menyalin, mengenakan, merekam, atau menjualnya.
Seni di Indonesia
Seni di Indonesia mencakup pertunjukan, tekstil, ukiran, lukisan, musik, arsitektur, film, dan banyak bentuk lainnya. Di seluruh Indonesia, seni dapat berfungsi untuk keindahan, peribadatan, upacara, penceritaan, pendidikan, mata pencaharian, dan kritik sosial. Tradisi lokal dan eksperimen modern sering hadir berdampingan.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

