Hukum pidana Iran terutama diatur dalam perundang-undangan pidana dan hukum acara pidana, dengan landasan penting dalam hukum Islam. Suatu perbuatan dapat menjadi tindak pidana meskipun negara lain memperlakukan perilaku yang sama secara berbeda. Terminologi hukum Iran membedakan beberapa kategori hukuman yang luas. Kategori tersebut mencakup hukuman keagamaan yang telah ditetapkan, pembalasan yang dikenal sebagai qisas, ganti rugi uang yang dikenal sebagai diya, dan hukuman diskresioner yang dikenal sebagai ta’zir. Qisas dan diya terutama berkaitan dengan jenis bahaya tertentu terhadap nyawa atau tubuh. Dalam perkara demikian, hak dan keputusan orang yang terluka atau keluarga korban dapat memiliki arti hukum khusus di samping proses publik. Perkara pidana dapat dimulai dari pengaduan, laporan polisi, atau penyelidikan resmi. Penyidik dan jaksa mengumpulkan bukti, memeriksa orang-orang terkait, dan memutuskan apakah perkara perlu dilanjutkan ke pengadilan yang berwenang. Pengadilan mempertimbangkan tuduhan, bukti, hukum yang berlaku, dan pembelaan. Bergantung pada perkara, putusan dapat ditinjau melalui banding atau prosedur lain yang ditetapkan hukum. Bukti dapat mencakup pernyataan, keterangan saksi, dokumen, temuan medis, pekerjaan ahli, benda fisik, dan catatan elektronik. Bobot hukum dan dapat diterimanya setiap bukti bergantung pada tindak pidana dan aturan prosedural. Tersangka atau orang yang dituduh sebaiknya memahami tuduhan dan memperoleh nasihat hukum. Akses kepada pengacara pilihan dapat dipengaruhi tahap dan jenis proses, sehingga panduan sejak awal dari pengacara berpengalaman dalam praktik pidana Iran penting. Perilaku di ruang publik, alkohol, narkoba, perilaku seksual, urusan agama, kegiatan politik, fotografi, media, dan komunikasi daring dapat menimbulkan risiko yang tidak dikenal oleh pengunjung. Menghindari asumsi berdasarkan hukum negara lain merupakan salah satu bentuk pencegahan penting.
Hukum pidana di Iran
Hukum pidana di Iran menetapkan perbuatan yang dilarang, hukuman yang mungkin dijatuhkan, serta prosedur untuk menyelidiki dan memutus suatu tuduhan. Sistem ini menggabungkan aturan pidana tertulis dengan kategori dan prinsip hukum Islam. Siapa pun yang menghadapi penangkapan, pemeriksaan, atau tuduhan resmi sebaiknya segera mencari bantuan hukum yang kompeten.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

