Politik di Islandia

Politik di Islandia mencakup cara kekuasaan publik diatur serta cara masyarakat memilih para wakil dan pejabat. Negara menjalankan kekuasaan nasional melalui parlemen Islandia (Alþingi), Presiden, Pemerintah, dan pengadilan independen, sedangkan pemerintah daerah mengelola banyak layanan lokal. Pemilu merupakan sarana demokratis utama untuk memilih anggota parlemen, Presiden, wakil pemerintah daerah, dan, jika berlaku, menentukan hasil referendum.

Negara

Tatanan konstitusional Islandia diatur dalam Stjórnarskrá lýðveldisins Íslands, dan kekuasaan nasional dibagi antara Alþingi, Presiden, Pemerintah, serta pengadilan yang independen. Negara menetapkan undang-undang, memungut pajak, menyediakan layanan nasional, dan menetapkan kebijakan keamanan, sementara pemerintah kota menyediakan banyak layanan lokal berdasarkan otonomi yang diatur undang-undang. Administrasi publik beroperasi melalui kementerian, badan, Komisaris Distrik, dan Ísland.is, dengan akses informasi, jalur pengaduan, dan peninjauan pengadilan untuk melindungi hak hukum.

Pemilu

Pemilihan umum di Islandia memungkinkan pemilih yang memenuhi syarat memilih wakil, presiden, atau posisi dalam pertanyaan referendum. Empat jenis pemilihan menurut undang-undang adalah pemilihan Alþingi, pemilihan presiden, pemilihan sveitarstjórn, dan þjóðaratkvæðagreiðslur. Hak pilih biasanya bergantung pada kewarganegaraan Islandia, domisili hukum, dan usia, sedangkan pemilihan kota juga mengizinkan kelompok warga negara asing tertentu untuk memilih. Pemilihan menggunakan surat suara rahasia, daftar pemilih resmi, dan penghitungan terbuka di bawah otoritas pemilihan nasional dan lokal.

VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.