Kata bahasa Ibrani maasik berarti pemberi kerja. Pemberi kerja merekrut karyawan, mengarahkan pekerjaan mereka, dan membayar mereka. Pemberi kerja dapat bertindak melalui pemilik, manajer, staf sumber daya manusia, atau tenaga profesional penggajian. Sebelum merekrut, pemberi kerja harus menetapkan peran yang sesungguhnya dan memutuskan apakah hubungan itu adalah hubungan kerja atau layanan independen yang benar-benar mandiri. Pilihan ini sebaiknya sesuai dengan cara kerja yang akan dijalankan. Klasifikasi yang keliru dapat menimbulkan masalah bagi kedua pihak. Perekrutan sebaiknya berfokus pada keterampilan yang relevan dan persyaratan kerja yang sah. Pemberi kerja sebaiknya menghindari diskriminasi dan menangani informasi pribadi kandidat dengan hati-hati. Pekerja asing atau pendatang baru mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan terkait izin kerja yang sah. Pada awal hubungan kerja, pekerja memerlukan informasi yang jelas tentang pemberi kerja, tugas, upah, jam kerja, tempat kerja, dan manfaat. Orientasi sebaiknya menjelaskan pengawasan, pelaporan kehadiran, keselamatan, privasi, dan perilaku di tempat kerja. Aturan penting harus mudah diakses pekerja. Penggajian mencakup perhitungan upah, pembuatan slip gaji, pemotongan dan pembayaran iuran yang semestinya, serta pembayaran sesuai siklus yang disepakati. Pemberi kerja juga memerlukan catatan kehadiran dan cuti yang andal. Mengalihdayakan penggajian tidak menghapus tanggung jawab dasar pemberi kerja atas kebenaran informasi. Tempat kerja yang aman memerlukan instruksi, peralatan, pengelolaan risiko, dan cara untuk melaporkan bahaya yang sesuai. Langkah yang diperlukan berbeda antara kantor, lokasi konstruksi, pabrik, kendaraan, dapur, dan rumah. Manajer sebaiknya menanggapi tanda peringatan, bukan menunggu kecelakaan terjadi. Pemberi kerja mengelola ketidakhadiran, cuti, situasi terkait menjadi orang tua, kebutuhan akomodasi, keluhan, dan masalah kinerja. Prosedur yang konsisten mengurangi perlakuan yang tidak adil. Informasi sensitif sebaiknya hanya dibagikan kepada orang yang memerlukannya. Saat hubungan kerja berakhir, pemberi kerja sebaiknya mengikuti proses yang tertib, menghitung pembayaran akhir, memberikan dokumen yang diperlukan, serta mengelola akses dan barang. Komunikasi yang saling menghormati tetap penting saat terjadi perselisihan. Catatan lengkap membantu menjelaskan apa yang terjadi.
Pemberi kerja di Israel
Pemberi kerja di Israel dapat berupa perusahaan, badan publik, organisasi nirlaba, rumah tangga, kemitraan, atau individu yang mempekerjakan pekerja. Pemberi kerja mengatur pekerjaan dan bertanggung jawab atas upah, catatan, iuran, kesetaraan, keselamatan, serta proses kerja yang sah. Praktik pemberi kerja yang baik memadukan instruksi yang jelas dengan dokumentasi yang andal.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

