Tidak ada satu layanan nasional di Mongolia yang mengelola seluruh aspek lingkungan tempat tinggal sehari-hari. Pemerintah lokal, penyedia utilitas, otoritas lingkungan, dan layanan darurat menangani tanggung jawab berbeda, sehingga mutu dan akses berbeda menurut lokasi. Distrik ger, yang juga disebut ger khoroolol, adalah kawasan permukiman berpencar dan berkepadatan rendah yang biasanya berada di pinggiran dengan infrastruktur kurang terencana dibanding kawasan permukiman tertata. Pusat aimag dan soum memiliki administrasi lokal dan kondisi layanan masing-masing. Perbedaan praktis terbesar berkaitan dengan air, sanitasi, pemanas, jalan, dan ruang publik. Penelitian Bank Dunia menemukan bahwa akses ke fasilitas perkotaan di kawasan tertata enam hingga sepuluh kali lebih tinggi daripada di kawasan ger. Di Ulaanbaatar, penilaian tahun 2020 menemukan sekitar 50% unit hunian tidak memiliki sambungan saluran pembuangan pusat, 53% tidak memiliki jaringan air perpipaan, dan 53% tidak memiliki pemanas pusat. Akses listrik hampir universal, tetapi layanan lainnya sangat bergantung pada lingkungan dan lokasi jaringan. Hanya sekitar 6% jalan Ulaanbaatar yang beraspal dalam penilaian tersebut, yang juga memengaruhi pengangkutan sampah dan layanan lokal lainnya. Layanan digital dan telekomunikasi tersedia, tetapi data mutu lokal belum lengkap. Aksesibilitas merupakan bagian dari lingkungan publik. Undang-Undang Hak Penyandang Disabilitas Mongolia mengatur desain universal serta akses ke gedung, infrastruktur, dan ruang publik. Komisi Penilaian Bangunan tidak boleh menerima bangunan yang tidak memenuhi persyaratan aksesibilitas, meskipun penerapannya berbeda antarwilayah. Dalam praktiknya, seseorang mungkin masih perlu memeriksa pintu masuk, jalur, toilet publik, penyeberangan, dan koneksi transportasi di lokasi tertentu. Kebisingan berasal dari jalan, kereta api, penerbangan, konstruksi, industri, fasilitas energi, dan peralatan di kawasan hunian. Standar dan aturan konstruksi Mongolia menyediakan kerangka pengukuran dan batas, dengan waktu siang umumnya pukul 07.00 hingga 23.00 dan malam pukul 23.00 hingga 07.00. Data paparan kebisingan nasional yang dapat dibandingkan belum ditetapkan. Di tiga titik yang dinilai untuk proyek jalan raya Tuul tahun 2026, tingkat 63,9 hingga 68,9 dBA melampaui standar proyek. Badan Inspeksi Ulaanbaatar dan otoritas konstruksi atau lingkungan lokal menangani pengaduan dan pengawasan; Badan Nasional Meteorologi dan Pemantauan Lingkungan menyediakan pengukuran dan informasi lingkungan. Pengukuran pribadi dan biaya peredam suara bergantung pada proyek. Kualitas udara merupakan persoalan besar dalam kehidupan sehari-hari. Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim, Badan Nasional Meteorologi dan Pemantauan Lingkungan, Institut Meteorologi, Hidrologi dan Penelitian Lingkungan, Pusat Informasi Lingkungan, serta badan lingkungan lokal menyediakan pemantauan atau informasi terkait. Kartu skor WHO 2025 melaporkan konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 di Mongolia sebesar 41 mikrogram per meter kubik, sekitar delapan kali pedoman WHO sebesar 5 mikrogram. Laporan itu juga menyebutkan 46% penduduk tidak memiliki teknologi memasak bersih dan mengaitkan 39% kematian akibat stroke dan penyakit jantung iskemik dengan polusi udara. Distrik ger di Ulaanbaatar menghadapi risiko sangat berat pada musim dingin akibat emisi batu bara dan pemanas lainnya serta inversi suhu. Pusat aimag juga dapat mengalami emisi pemanas dan debu. Lingkungan hijau mencakup taman publik, ruang publik, penghijauan perkotaan, hutan, dana hutan nasional, dan kawasan lindung khusus. Pusat Informasi Lingkungan melaporkan tutupan hutan nasional sekitar 8,71%. Penggurunan memengaruhi wilayah barat, selatan, dan tengah, sementara distrik ger perkotaan umumnya memiliki akses ruang hijau dan terbuka yang lebih buruk daripada kawasan tertata. Indikator nasional terkini yang andal untuk akses ruang hijau publik per orang belum tersedia. Taman publik umumnya terbuka tanpa biaya masuk, tetapi akses atau kegiatan di kawasan lindung dapat tunduk pada aturan atau biaya lokal. Akses air juga sangat berbeda. Pusat Informasi Lingkungan mencatat 16.933 sumber air, termasuk 9.755 mata air dan sumber lainnya, 4.577 sungai dan aliran, 2.251 danau dan kolam, serta 350 mata air mineral. Kartu skor WHO 2025 melaporkan bahwa 61% penduduk tidak memiliki akses air minum yang dikelola secara aman dan 61% tidak memiliki sanitasi yang dikelola secara aman. Akses air minum yang dikelola secara aman sekitar 52% di perkotaan dan 13% di pedesaan; sanitasi yang dikelola secara aman sekitar 70% di perkotaan dan 56% di pedesaan. Di distrik ger Ulaanbaatar, kios air menjadi alternatif fungsional umum untuk sambungan jaringan rumah tangga. Sejak 2025, 331 kios telah didigitalisasi, dengan layanan 24 jam serta pembayaran kartu atau aplikasi. Rumah tangga pedesaan mungkin bergantung pada sumber lokal, sumur, atau sistem pasokan setempat, yang mutu dan ketersediaannya perlu diperiksa di lokasi. Badan Air, administrasi daerah aliran sungai, otoritas lingkungan, Gubernur soum atau distrik, serta Otoritas Pasokan Air dan Saluran Pembuangan Ulaanbaatar berbagi tanggung jawab terkait air. Izin air ditangani administrasi daerah aliran sungai untuk penggunaan di atas 100 meter kubik per hari, otoritas lingkungan aimag atau ibu kota untuk 50 hingga 100 meter kubik per hari, serta Gubernur soum atau distrik untuk penggunaan di bawah 50 meter kubik per hari. Otoritas seharusnya menyampaikan keputusan dalam 15 hari kerja. Proyek air besar juga mengubah Ulaanbaatar: Water Compact mencakup pabrik pemurnian air lanjutan berkapasitas hingga 50 juta meter kubik per tahun, dan pabrik daur ulang yang direncanakan mulai 2026 dapat memasok hingga 50.000 meter kubik per hari untuk penggunaan teknis di CHPP-3 dan CHPP-4. Proyek-proyek ini tidak menciptakan akses jaringan yang setara di seluruh Mongolia. Sampah merupakan persoalan lingkungan langsung lainnya karena pengumpulan dan pembuangan memengaruhi udara, air, dan tanah. Undang-Undang Sampah Mongolia mengatur pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan, penggunaan kembali, daur ulang, pemulihan, dan pembuangan. Sampah berbahaya hanya boleh ditangani penyedia berizin. Pada 2023, Mongolia menghasilkan sekitar 3.042,9 kiloton sampah padat; sampah rumah tangga berjumlah 1.839,0 kiloton atau 60,4%, meningkat 4,8% dari 2022. Jadwal dan biaya pengumpulan lokal berbeda-beda. Rumah tangga dan perusahaan sebaiknya memilah sampah jika sistem lokal menyediakan pilihan tersebut, menyerahkannya kepada layanan pengumpulan berizin, dan menghindari pembuangan ilegal. Risiko keselamatan mencakup banjir dan banjir bandang, dzud, kebakaran hutan, debu, kontaminasi industri atau kimia, kebakaran, dan kegagalan infrastruktur. Badan Nasional Penanggulangan Darurat, unit darurat lokal, Gubernur, badan pemantau cuaca, dan inspektur lingkungan berbagi tugas pencegahan dan penanganan. Banjir 2023 berdampak pada sekitar 128.000 orang di Ulaanbaatar. Peringatan resmi tersedia melalui E-Mongolia dan layanan darurat lokal. Undang-Undang Perlindungan Bencana Mongolia mewajibkan anggaran lokal serta aimag atau ibu kota mengalokasikan sedikitnya 1,0% untuk perlindungan dan pengurangan risiko bencana; badan hukum wajib mengalokasikan sedikitnya 1,5% dari biaya operasional. Penduduk dapat melaporkan pengaduan lingkungan kepada otoritas lokal atau saluran telepon lingkungan 117. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam keputusan lingkungan melalui pengungkapan penilaian dampak lingkungan, komentar tertulis atau daring, diskusi warga lokal, organisasi warga khoroo, Khural Perwakilan Warga, dewan daerah aliran sungai, pemantauan publik, dan basis data terbuka. Masukan atas penilaian strategis dapat diajukan hingga 30 hari kerja. Penilaian proyek terperinci harus melibatkan administrasi lokal terkait dan warga yang terdampak. Dewan daerah aliran sungai dapat mencakup administrasi lokal, otoritas lingkungan, organisasi nonpemerintah, warga, pengguna air, dan ilmuwan. Orang dan organisasi terdampak dapat meminta informasi, menyampaikan komentar, memantau pelaksanaan, serta menggunakan upaya hukum administratif atau yudisial berdasarkan undang-undang yang berlaku. Lingkungan sekitar berubah akibat urbanisasi cepat, migrasi desa ke kota, perluasan distrik ger, pertambangan, kebutuhan pemanas, kelangkaan air, perubahan iklim, dan penggurunan. Sasaran Vision 2050 mencakup akses 90% ke air minum aman, sanitasi layak 90%, sampah yang didaur ulang 50%, sampah perkotaan yang dikumpulkan secara teratur dan dibuang dengan benar sebesar 90%, serta tutupan hutan 10,5%, disertai pengurangan degradasi lahan. Pada 2024, rehabilitasi lahan pertambangan yang dilaporkan mencakup rehabilitasi teknis seluas 2.531 hektare dan rehabilitasi biologis seluas 483 hektare. Naskah undang-undang iklim 2026 masih berupa usulan rancangan, bukan hukum yang telah dipastikan berlaku. Karena itu, akses perlu dinilai pada tingkat jalan, lingkungan, dan pemerintah lokal yang sebenarnya, bukan disimpulkan dari program nasional atau rata-rata seluruh kota.
Lingkungan sekitar di Mongolia
Lingkungan tempat tinggal sehari-hari di Mongolia mencakup layanan kawasan hunian, jalan, air, sanitasi, kualitas udara, ruang hijau, keselamatan, dan kesempatan untuk memengaruhi proyek lokal. Kondisinya sangat berbeda antara Ulaanbaatar, pusat aimag, soum, dan daerah pedesaan, terutama antara kawasan permukiman yang sudah tertata dan distrik ger. Air, pemanas, saluran pembuangan, akses jalan beraspal, pengangkutan sampah, dan akses ke ruang publik sering kali kurang andal di distrik ger, sedangkan polusi udara musim dingin merupakan risiko besar di Ulaanbaatar.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

