Komunitas keagamaan, yang disebut vjerska zajednica di Montenegro, dapat menyelenggarakan ibadah, pendidikan agama, kegiatan amal, dan layanan spiritual. Konstitusi memberi komunitas keagamaan kedudukan yang setara dan bebas dalam urusan serta ritus keagamaannya, sekaligus memisahkannya dari negara. Orang dapat menganut, mengubah, atau menolak agama, menjalankan praktik secara publik atau pribadi, dan menolak mengungkapkan keyakinannya. Perlindungan juga mencakup keyakinan teistik, nonteistik, dan ateistik. Diskriminasi, kebencian, dan intoleransi berdasarkan agama dilarang. Pembatasan hanya sah jika ditetapkan oleh hukum dan proporsional untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan, moralitas publik, atau hak orang lain. Sensus 2023 mencatat 443.394 orang Ortodoks (71,10%), 124.668 Muslim (19,99%), dan 20.408 Katolik (3,27%). Sensus juga mencatat 14.260 ateis (2,29%), 2.524 agnostik (0,40%), 13.093 orang yang tidak menyatakan keyakinan (2,10%), 2.727 Kristen lainnya (0,44%), 568 Protestan (0,09%), 252 Saksi-Saksi Yehuwa (0,04%), 214 Buddha (0,03%), 536 orang yang melaporkan agama lain (0,09%), dan 989 orang dalam kategori lain (0,16%). Afiliasi Ortodoks umumnya dominan di pemerintah kota lain, sedangkan Islam memiliki proporsi yang sangat tinggi di Rožaje, Petnjica, Gusinje, Plav, Ulcinj, Tuzi, dan Bijelo Polje. Afiliasi Katolik terutama terlihat di Tivat, Kotor, dan Bar. Kehidupan keagamaan setempat mencakup Mitropolija crnogorsko-primorska dari Srpska Pravoslavna Crkva, Mešihat Islamske zajednice u Crnoj Gori, Nadbiskupski ordinarijat Bar, Biskupski ordinarijat Kotor, Jevrejska zajednica Crne Gore, komunitas Kristen kecil lainnya, dan komunitas Bahá’í yang tercatat dalam dokumen negara. Komunitas yang sudah ada dapat dicatat sebagai evidentirana, sedangkan komunitas baru dapat mengajukan status registrovana. Akses memerlukan sedikitnya tiga penganut dewasa yang merupakan warga negara Montenegro dan tinggal di Montenegro, atau warga asing dan orang tanpa kewarganegaraan dengan izin tinggal tetap. Pusat keagamaan asing dapat mengajukan permohonan secara sukarela. Kegiatan keagamaan tanpa pendaftaran diperbolehkan, tetapi kelompok tersebut tidak mendapat status badan hukum atau hak eksklusif yang diperuntukkan bagi badan hukum yang terdaftar atau tercatat. Kementerian Kehakiman dan Direktorat Kerja Sama dengan Komunitas Keagamaannya umumnya memiliki waktu 30 hari untuk pendaftaran, 15 hari untuk pencatatan sebagai bukti, dan 30 hari untuk mencatat perubahan. Otoritas dapat menolak atau melarang komunitas karena diskriminasi, kekerasan, kebencian, atau pelanggaran berat terhadap martabat manusia; banding dapat diajukan ke Pengadilan Administratif. Ritus keagamaan biasanya berlangsung di bangunan keagamaan. Ritus publik di luar bangunan semacam itu memerlukan pemberitahuan sebelumnya kepada otoritas Dalam Negeri, sedangkan ritus yang diminta secara pribadi umumnya tidak perlu diberitahukan kecuali menimbulkan risiko keselamatan publik. Contohnya meliputi porodična slava, vjenčanje, krštenje, krizma, sunećenje, ispovijedanje, osvještenje, dan sahrana. Ritus keagamaan tidak menggantikan perkawinan sipil atau pencatatan keluarga oleh negara. Pemuka agama dapat menerima biaya atau imbalan menurut aturan komunitas terkait, tetapi tidak ditemukan tarif nasional di Montenegro; identitas orang yang meminta tidak dicatat dalam catatan keuangan. Orang dapat meminta layanan spiritual individual atau kolektif di angkatan bersenjata, kepolisian, fasilitas penahanan dan penjara, lembaga pemasyarakatan anak, lembaga kesehatan, dan lembaga perawatan sosial. Persyaratan makanan keagamaan juga dapat diminta. Pemuka agama asing dapat memenuhi syarat untuk izin tinggal sementara jika membuktikan kegiatan keagamaan yang terdaftar dan adanya tempat kedudukan di Montenegro. Anggaran negara atau pemerintah kota dapat mendukung komunitas keagamaan untuk kegiatan budaya, sosial, kesehatan, amal, atau kemanusiaan. Pemuka agama memiliki hak yang diakui terkait asuransi kesehatan, pensiun, dan disabilitas, dengan tunduk pada pengaturan yang berlaku. Undang-Undang Perayaan Hari Raya Keagamaan memberikan cuti berbayar untuk hari raya keagamaan tertentu. Natal Ortodoks dan Katolik masing-masing memberikan tiga hari; Ramadan Bajram dan Kurban Bajram masing-masing memberikan tiga hari; Passover dan Yom Kippur Yahudi masing-masing memberikan dua hari. Tanggal pastinya berubah setiap tahun dan mengikuti pemberitahuan resmi. Sekolah harus menghormati hari raya keagamaan, sedangkan layanan publik esensial tetap beroperasi. Pendidikan publik bersifat sekuler. Kegiatan keagamaan dilarang di lembaga pendidikan publik, kecuali sekolah menengah agama berlisensi. Pendidikan agama dapat berlangsung di bangunan keagamaan atau ruang yang sesuai di luar jadwal sekolah. Anak di bawah umur memerlukan persetujuan orang tua atau wali dan persetujuan pribadinya sendiri mulai usia 12 tahun. Sekolah agama dapat beroperasi pada semua jenjang kecuali pendidikan dasar wajib. Program berlisensi dengan pengakuan publik dapat menerima pendanaan negara secara proporsional terhadap jumlah murid. Pengaturan dukungan pemerintah pada 2025 mencakup Medresa Mehmed Fatih Podgorica dan Gimnazija Sveti Sava Podgorica. Montenegro menyediakan kerja sama antara negara dan komunitas keagamaan dalam kegiatan amal, sosial, kesehatan, pendidikan, dan budaya. Kedua pihak memiliki kewajiban untuk mendorong toleransi dan dialog antaragama. Komisi bersama formal telah membahas perjanjian dengan Srpska Pravoslavna Crkva, komunitas Islam, dan komunitas Yahudi. Hubungan dengan Katolik dibahas melalui Takhta Suci. Perjanjian dapat disebut Temeljni ugovor atau Ugovor o uređenju odnosa od zajedničkog interesa, tetapi komunitas yang lebih kecil belum tentu memiliki pengaturan perjanjian yang sama.
Agama di Montenegro
Agama di Montenegro mencakup komunitas keagamaan, keyakinan dan ketidakberagamaan pribadi, praktik keagamaan, hari raya, pendidikan, serta ritus yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan. Konstitusi melindungi kebebasan berpikir, hati nurani, dan agama, memisahkan komunitas keagamaan dari negara, serta tidak menetapkan agama negara. Kristen Ortodoks dan Islam merupakan afiliasi terbesar, sementara komunitas Katolik, Yahudi, komunitas lain, serta posisi ateis, agnostik, dan tidak menyatakan keyakinan juga memiliki relevansi hukum.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

