Tikanga Māori berarti nilai, praktik, dan tata cara adat. Tikanga dapat memandu hubungan, penyambutan, tutur kata, makanan, benda, tempat, kepedulian, dan tanggung jawab, tetapi rinciannya dapat berbeda menurut iwi, hapū, whānau, dan kesempatan. Pōwhiri adalah penyambutan resmi Māori yang dapat mencakup panggilan, pidato, nyanyian, perkenalan, doa atau pemberkatan, serta makan bersama. Mihi adalah sapaan atau perkenalan, dan hongi dapat menjadi bagian dari penyambutan jika orang-orang memilih melakukannya. Haka adalah pertunjukan kelompok yang menggunakan gerakan, suara, ritme, dan ekspresi. Haka dapat digunakan untuk menyambut, menghormati, menantang, merayakan, berkabung, atau mendukung tim. Karena itu, haka tidak boleh dianggap sebagai satu jenis tarian atau ditiru begitu saja. Berbagi kai, atau makanan, penting bagi banyak keluarga dan komunitas di Selandia Baru. Barbeku, piknik, minum teh sore, santapan ulang tahun, jamuan gereja, pertemuan marae, dan acara komunitas kerap menggunakan makanan untuk mempererat hubungan. Matariki adalah peringatan musiman dan budaya Māori yang berkaitan dengan kemunculan gugus bintang dan tema seperti mengenang, merenung, menjalin hubungan, dan merencanakan. Makna dan praktiknya dapat diungkapkan dengan beragam cara. ANZAC Day dan acara peringatan lainnya menghormati orang-orang yang terdampak perang dan dinas militer. Natal, Paskah, ulang tahun, pernikahan, pemakaman, pencapaian sekolah, dan acara olahraga juga dirayakan oleh banyak keluarga, meskipun keikutsertaan bersifat pribadi. Masyarakat Pasifik, Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan komunitas lainnya mempertahankan tradisi yang melibatkan bahasa, tarian, pakaian, ibadah, makanan, peran keluarga, dan perayaan. Tradisi ini dapat berubah seiring komunitas menyesuaikan diri dengan kehidupan di Selandia Baru. Tradisi dapat membangun rasa memiliki dan mewariskan pengetahuan antargenerasi. Tradisi juga dapat terasa sulit ketika orang luar meniru tindakan sakral, menggunakan stereotip, mengabaikan kewenangan setempat, atau menganggap semua orang dari suatu budaya mengikuti praktik yang sama. Pendekatan paling aman adalah mempelajari tujuan tradisi, bertanya apa yang pantas, mengikuti tuan rumah, dan menerima bahwa mengamati mungkin lebih sesuai daripada memimpin. Sikap hormat juga berarti datang tepat waktu, berpakaian pantas, mendengarkan, serta memperlakukan makanan dan benda dengan hati-hati.
Tradisi di Selandia Baru
Tradisi di Selandia Baru berasal dari masyarakat Māori, Pasifik, Eropa, Asia, dan banyak komunitas migran. Tikanga Māori, kumpul keluarga, berbagi kai, acara mengenang, olahraga, musik, dan perayaan musiman merupakan bagian umum kehidupan. Tradisi berbeda menurut orang dan tempat, sehingga keikutsertaan sebaiknya mengikuti konteks dan izin.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

