Senegal tidak memiliki satu otoritas yang bertanggung jawab atas semua urusan pemberi kerja. Peran pemberi kerja dijalankan oleh employeur, chef d'entreprise, atau chef d'établissement, sedangkan berbagai badan publik dan perlindungan sosial menangani kewajiban tertentu. Inspection du Travail et de la Sécurité sociale (ITSS) menangani inspeksi ketenagakerjaan, pemberitahuan kerja, sengketa di tempat kerja, dan perwakilan pekerja. Direction générale du Travail et de la Sécurité sociale (DGTSS) mengoordinasikan administrasi ketenagakerjaan nasional, sedangkan direktorat ketenagakerjaan regional menangani urusan setempat. Caisse de sécurité sociale (CSS) mencakup kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan tunjangan keluarga. Institution de prévoyance retraite du Sénégal (IPRES) mengelola perlindungan hari tua. Institution de prévoyance maladie (IPM) menyediakan perlindungan kesehatan bagi pekerja dan keluarga mereka. Pemberi kerja formal biasanya memperoleh NINEA, nomor CSS, nomor IPRES, dan jika berlaku, nomor unik IPRES-CSS. Pemberi kerja harus memberi tahu ITSS sebelum membuka établissement atau chantier dan melaporkan penutupan, pemindahan, perubahan tujuan, atau perubahan relevan lainnya. Saat pekerja mulai atau berhenti bekerja, pemberi kerja melaporkan identitas, kewarganegaraan, pekerjaan, jenis kontrak, klasifikasi, kegiatan, dan surat keterangan medis pekerja kepada ITSS. Pendaftaran kontrak didokumentasikan sebagai proses digital melalui IRTSS Dakar pada 2024; prosedur fisik masih terdokumentasi di wilayah lain. Setiap tempat kerja menyimpan register pemberi kerja dalam tiga bagian: informasi pribadi dan kontrak, informasi kerja, upah, dan cuti, serta catatan ITSS. Register harus selalu diperbarui dan disimpan selama lima tahun. Inspektur dapat masuk tanpa pemberitahuan sebelumnya dan meminta register dengan segera. Pemberi kerja dengan kurang dari 50 pekerja menyerahkan Déclaration annuelle de la situation de la main-d'œuvre (DASMO) tahunan. Pemberi kerja dengan setidaknya 50 pekerja menyiapkan Bilan social tahunan, yaitu laporan terstruktur mengenai tenaga kerja dan situasi ketenagakerjaan, paling lambat 30 Mei pada tahun berikutnya. Pemberi kerja mendokumentasikan ketentuan kerja, memberikan slip gaji pada setiap pembayaran, dan menyimpan register pembayaran. Komponen upah, tunjangan, dan kompensasi sebaiknya dicantumkan secara terpisah. Standar waktu kerja menurut hukum adalah 40 jam per minggu, dengan premi lembur jika berlaku. Berdasarkan Convention collective nationale interprofessionnelle (CCNI) 2019, cuti berbayar umumnya bertambah dua hari kerja untuk setiap bulan masa kerja, sedangkan aturan sektor dan perjanjian kolektif dapat menetapkan ketentuan yang lebih terperinci. Upah minimum dan klasifikasi pekerjaan bergantung pada sektor dan perjanjian kolektif yang relevan. Pemberi kerja memotong iuran pekerja yang diwajibkan dan membayarkannya kepada badan terkait. Biaya pemberi kerja mencakup upah, iuran pemberi kerja, cuti berbayar, administrasi penggajian, keselamatan kerja, langkah perlindungan, dan pelatihan. Tarif iuran dan batas dasar pengenaan bergantung pada lembaga dan sektor, sehingga tidak ada satu tarif tetap nasional yang berlaku bagi semua pemberi kerja. CCNI menetapkan batas masa percobaan tertulis hingga delapan hari bagi pekerja per jam atau harian, satu bulan bagi ouvriers dan employés, dua bulan bagi staf pengawas dan teknisi, serta tiga bulan bagi insinyur dan manajer. Masa percobaan dapat diperpanjang satu kali jika persyaratan dan tenggat yang diwajibkan terpenuhi. Pemberi kerja harus menerapkan perlakuan setara dan nondiskriminasi dalam perekrutan, pelatihan, tugas, kondisi kerja, upah, tunjangan, promosi, dan pemutusan hubungan kerja. Perlindungan maternitas menangguhkan pekerjaan selama 14 minggu, dan pemberi kerja tidak boleh mewajibkan pekerja bekerja atau memberhentikannya selama masa perlindungan tersebut. Chef d'établissement menetapkan peraturan internal tempat kerja. Peraturan ini dapat mengatur organisasi kerja teknis, disiplin, kebersihan, dan keselamatan. Jika terdapat delegasi pekerja, pemberi kerja menyerahkan peraturan tersebut kepada mereka dan ITSS sebelum diberlakukan. Pemberi kerja dapat menyelenggarakan saluran tertulis untuk penyampaian pendapat perorangan atau kolektif dan merundingkan perjanjian perusahaan atau tempat kerja bersama delegasi pekerja dan serikat pekerja yang representatif. Pemberi kerja menyelenggarakan keselamatan kerja melalui layanan keselamatan tempat kerja dan Comité d'hygiène et de sécurité (CHST). Layanan keselamatan dapat bersifat internal, dipakai bersama oleh beberapa perusahaan, atau berasal dari pihak eksternal. Layanan kesehatan kerja harus tersedia bagi semua pekerja melalui layanan internal atau antarperusahaan. Pencegahan mencakup mengidentifikasi dan menilai risiko, menanganinya dari sumbernya, menyesuaikan pekerjaan dengan manusia, mempertimbangkan kemajuan teknis, mengutamakan perlindungan kolektif daripada perlindungan individu, serta memberikan informasi dan pelatihan. Kondisi tempat kerja harus diukur dan dinilai secara berkala. Tempat kerja dengan lebih dari 10 pekerja, yang secara efektif berarti setidaknya 11, harus memiliki delegasi pekerja. Pemilihan dilakukan secara rahasia, masa jabatan berlangsung tiga tahun, dan pemilihan kembali diperbolehkan. Pemberi kerja mengirimkan berita acara pemilihan kepada ITSS dalam delapan hari. Delegasi dapat mengajukan keluhan dan memberikan saran tentang organisasi kerja, produktivitas, kebersihan, keselamatan, peraturan internal, reorganisasi, dan pemecatan. Pemecatan delegasi pekerja memerlukan izin terlebih dahulu dari inspektur ketenagakerjaan. Untuk sengketa ketenagakerjaan individual, pemberi kerja atau pekerja mengajukan permohonan tertulis kepada ITSS. ITSS memanggil para pihak dan mencatat hasil konsiliasi. Berita acara konsiliasi yang dilengkapi rumus pelaksanaan dapat ditegakkan melalui Pengadilan Ketenagakerjaan. Jika konsiliasi gagal, berita acara nonkonsiliasi memungkinkan perkara diajukan ke Pengadilan Ketenagakerjaan. Sengketa kolektif segera disampaikan kepada ITSS yang berwenang, atau kepada DGTSS jika melintasi batas wilayah. Perubahan substansial kontrak akibat ketidakmampuan fisik, keadaan ekonomi, atau reorganisasi memerlukan usulan tertulis. Pekerja diberi waktu yang setara dengan masa pemberitahuan untuk menerima atau menolaknya. Penolakan dapat memicu prosedur pemutusan hubungan kerja oleh pemberi kerja. Saat kegiatan usaha terhenti sementara, chômage technique dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan delegasi pekerja. Dalam pemutusan hubungan kerja karena kegiatan berkurang atau reorganisasi, pemberi kerja sebaiknya terlebih dahulu menilai pengurangan jam kerja, sistem giliran, chômage partiel atau chômage technique, pelatihan, dan penempatan kembali. Jika pemutusan tetap dilakukan, seleksi mempertimbangkan kesesuaian profesional, masa kerja, dan tanggung jawab keluarga. Pemberi kerja wajib membayar kompensasi khusus sebesar upah kotor satu bulan, selain kompensasi pemberitahuan dan pemutusan hubungan kerja; pekerja yang diberhentikan memiliki prioritas untuk dipekerjakan kembali selama dua tahun. Pemutusan hubungan kerja delegasi pekerja memerlukan izin khusus ITSS. Pada 2024, catatan ITSS menunjukkan 1.928 tempat usaha dibuka atau dibuka kembali dan 10.386 pekerjaan baru, serta 155 tempat usaha ditutup dan 880 pekerjaan hilang. Angka-angka ini berasal dari sistem pemberitahuan ITSS dan tidak mencakup seluruh perekonomian. Ketika struktur tempat usaha berubah, pemberi kerja sebaiknya mengoordinasikan pemberitahuan, register pekerja, DASMO atau Bilan social, konsultasi dengan perwakilan, dan pelaporan perlindungan sosial. Sebagian besar pekerjaan di Senegal bersifat informal, sehingga jalur pemberi kerja formal sudah terbentuk tetapi sering lebih sulit diakses unit mikro informal, yang pendaftaran dan cakupan perlindungan sosialnya terbatas.
Pemberi kerja di Senegal
Pemberi kerja di Senegal adalah orang perseorangan atau badan hukum, publik maupun swasta, yang mempekerjakan setidaknya satu pekerja. Tanggung jawab pemberi kerja formal mencakup pendaftaran, kontrak, penggajian, kondisi kerja, perlindungan sosial, keselamatan kerja, dan perwakilan pekerja. Di sektor informal, fungsi-fungsi ini sering ditangani secara pribadi dan tetap terpecah-pecah, sedangkan tanggung jawab formal tersebar di antara ITSS, DGTSS, CSS, IPRES, dan IPM.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

