Lingkungan Singapura memiliki dua aspek yang saling berkaitan erat: alam dan lingkungan sekitar. Alam mencakup cagar alam, hutan mangrove, lahan basah, habitat pesisir, taman, dan satwa liar yang hidup di dalam kota. Lingkungan sekitar mencakup kawasan perumahan, toko, sekolah, pusat makanan, jaringan transportasi, fasilitas umum, dan ruang luar bersama. Cuaca tropis memengaruhi vegetasi, drainase, panas, kegiatan luar ruang, serta desain bangunan dan area publik. Jalur penghubung taman (park connectors) dan jalur hijau lainnya menghubungkan habitat yang terpisah serta memudahkan berjalan kaki atau bersepeda di antara taman. Perencanaan lahan harus menyeimbangkan kebutuhan perumahan, transportasi, bisnis, rekreasi, keanekaragaman hayati, dan pesisir dalam ruang yang terbatas. Mematuhi aturan akses yang ditandai, langkah perlindungan satwa liar, dan tata cara penggunaan ruang bersama membantu melindungi kawasan alami sekaligus menjaganya tetap dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan di Singapura
Lingkungan di Singapura memadukan habitat alami dengan pembangunan perkotaan yang padat dan ruang publik yang direncanakan dengan cermat. Lingkungan ini mencakup hutan hujan, hutan mangrove, lahan basah, pesisir, taman, kawasan perumahan, jaringan transportasi, dan fasilitas masyarakat. Ruang hijau dan infrastruktur sehari-hari sering berada berdekatan, sehingga perlindungan lingkungan dan penggunaan lahan sehari-hari saling memengaruhi secara langsung.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

