Saint Kitts dan Nevis merupakan pengimpor bersih pangan. Pada 2017, impor memasok sekitar 80% kebutuhan pangan nasional, dan tagihan impor pangan meningkat dari USD 60,8 juta pada 2021 menjadi lebih dari USD 74 juta pada 2022. Produksi lokal mencakup buah, sayur, umbi akar dan umbi batang, ternak, unggas, serta ikan. Konsumsi ikan sekitar 32,3 kilogram per orang, sedangkan sekitar 6,4% penduduk mengalami kerawanan pangan berat pada 2020. Makanan dijual melalui pasar, toko, restoran, pedagang, dan penjual informal. Di St. Kitts, tempat dan layanan yang relevan mencakup Ministry of Agriculture, Fisheries, Marine Resources and Cooperatives, Environmental Health Department, Saint Kitts and Nevis Bureau of Standards (SKNBS), Basseterre Public Market, dan 869ToGo. Di Nevis, Nevis Island Administration, Department of Agriculture, Supply Office, dan Farmers Market mendukung akses pangan. Nevis Supply Office mengimpor dan menjual produk pangan pokok dan pakan ternak dengan harga lebih rendah, serta mungkin menyediakan barang bersubsidi; tetapi harga dan kelayakan terkini tidak diterbitkan dalam satu jadwal yang konsisten. Perjalanan dan pengiriman barang antara St. Kitts dan Nevis dapat memengaruhi ketersediaan dan biaya. Hidangan nasionalnya adalah ikan asin berbumbu rebus dengan pisang berbumbu pedas, sukun berbumbu, dan pangsit kelapa. Makanan lain yang dikenal mencakup sup kambing, pisang hijau, bahan pangan umbi-umbian, nasi dan kacang polong, roti johnny, makanan laut seperti lobster, wahoo, dan mahi-mahi, serta minuman atau hasil bumi seperti sorrel, jus jahe, sirsak, dan mangga. Olahan Kittitian dan Nevisian dapat berbeda, dan hidangan lokal tersedia bersama barbeku, restoran makanan laut, prasmanan Hindia Barat, hidangan dari hasil pertanian setempat, dan restoran internasional. Usaha makanan harus menjalani inspeksi dan sertifikasi Environmental Health sebelum beroperasi dan biasanya memperbarui sertifikasi setiap tahun. Penjamah makanan memerlukan izin penjamah makanan yang masih berlaku. Dugaan penyakit bawaan makanan sebaiknya dilaporkan kepada Environmental Health Department atau Ministry of Health. Makanan kemasan yang dibuat di atau diimpor ke Saint Kitts dan Nevis tercakup dalam SKNBS Labelling of Pre-Packaged Foods Regulations 2023, termasuk informasi seperti isi, kuantitas bersih, produsen atau importir, asal, nomor lot atau batch, dan tanggal kedaluwarsa jika diwajibkan. Standar SKNBS juga mencakup air kemasan, pelabelan makanan, serta sistem keamanan pangan seperti ISO 22000 dan ISO 22002. Peraturan kriteria mikrobiologi yang dibahas pada 2024 masih disebut sebagai rancangan, jadi pastikan status hukumnya sebelum mengandalkannya. Pemerintah mengaitkan ketahanan pangan dengan pola makan sehat dan ketahanan gizi. Angka obesitas yang tersedia memberikan konteks populasi, termasuk sekitar 34% perempuan dewasa dan 18% laki-laki dewasa, tetapi angka tersebut tidak menetapkan pola makan atau kebutuhan medis seseorang. Ketersediaan pangan juga terkait dengan Agricultural Transformation and Growth Strategy 2022–2031 dan target CARICOM 25 by 25 untuk menurunkan tagihan impor pangan regional sebesar 25%. Langkah-langkahnya mencakup pertanian tahan iklim, sistem irigasi dan air hujan, desa rumah kaca, penyimpanan, pengurangan kehilangan pascapanen, unggas dan ternak lokal, pengolahan hasil pertanian, perangkap ikan biodegradable, terumbu buatan, dan akuakultur. Langkah ini menangani paparan terhadap biaya impor, badai, kekeringan, logistik antar pulau yang terbatas, dan tekanan terhadap spesies yang ditangkap berlebihan. Rata-rata harga pangan atau restoran nasional yang pasti tidak dipublikasikan secara andal, jadi periksa biaya terkini kepada pasar, toko, restoran, atau kantor publik terkait.
Makanan di Saint Kitts dan Nevis
Makanan di Saint Kitts dan Nevis memadukan barang impor dengan tanaman pangan lokal, ternak, unggas, dan ikan. Hidangan lokal mencakup ikan asin berbumbu rebus, sukun, pisang olah, sup kambing, dan pangsit kelapa, sementara restoran juga menyajikan masakan internasional. Ketersediaan dan harga berubah mengikuti impor, cuaca, musim, permintaan pariwisata, dan terbatasnya perpindahan barang di antara kedua pulau.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

