Taiwan adalah pulau di zona gempa aktif dan juga kerap terdampak topan serta hujan musiman yang intens. Daerah pegunungan dapat mengalami tanah longsor dan aliran material longsor, sedangkan daerah rendah dan kota dapat menghadapi banjir. Daerah pesisir juga mungkin perlu menanggapi peringatan tsunami setelah gempa bumi kuat di lepas pantai. Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama badan nasional dan pemerintah daerah. Lembaga cuaca dan gempa nasional mengeluarkan peringatan, sementara pemerintah kota dan kabupaten mengatur evakuasi, tempat penampungan, penutupan jalan, penyelamatan, dan informasi setempat. Tim pemadam kebakaran dan penyelamatan, polisi, kepala desa, pengelola gedung, dan kelompok lingkungan juga memiliki peran praktis. Peringatan dapat disampaikan melalui peringatan darurat di ponsel, televisi, radio, sirene, pengumuman publik, dan pesan pemerintah daerah. Peringatan memberi tahu bahwa bahaya mungkin mendekat, sedangkan instruksi evakuasi meminta orang meninggalkan area atau gedung tertentu. Ikuti instruksi resmi setempat sekalipun langit terlihat tenang. Saat topan, angin kencang, hujan badai, banjir, dan benda yang jatuh adalah bahaya utama. Tetaplah di dalam ruangan, amankan barang lepas sebelum badai, hindari jalan pegunungan dan jalan yang tergenang, serta jangan pernah berjalan atau berkendara menerobos air yang mengalir. Periksa pengumuman resmi untuk mengetahui keputusan setempat tentang sekolah, pekerjaan, jalan, dan tempat penampungan. Saat gempa bumi, lindungi kepala dan tubuh dengan menjatuhkan diri, berlindung, dan berpegangan. Jauhi jendela, rak, dan benda berat, serta jangan bergegas ke tangga atau lift ketika gedung masih berguncang. Setelahnya, waspadalah terhadap gempa susulan; periksa kebakaran atau kebocoran gas hanya jika aman, dan ikuti petunjuk evakuasi gedung atau pemerintah setempat. Hujan lebat dapat memicu banjir, tanah longsor, dan 土石流, yang disebut aliran material longsor atau aliran lumpur dan batu. Jika pihak berwenang mengumumkan area berbahaya atau evakuasi, segera tinggalkan area itu dan gunakan rute yang disarankan. Jangan memasuki jalan tertutup, dasar sungai, jalur pegunungan, atau lereng yang tidak stabil untuk melihat kerusakan. Setelah gempa kuat atau berkepanjangan di dekat pesisir, menjauhlah dari pantai dan menuju tempat lebih tinggi jika peringatan tsunami atau perintah evakuasi dikeluarkan. Jangan menunggu untuk melihat laut, dan jangan kembali sampai pihak berwenang menyatakan aman. Penduduk pesisir Taiwan perlu mengetahui rute terdekat ke daerah pedalaman atau tempat tinggi sebelum keadaan darurat. Rencana rumah tangga dasar perlu mencakup air minum, makanan yang hanya memerlukan sedikit proses memasak, obat-obatan, senter, baterai atau pengisi daya portabel, perlengkapan pertolongan pertama, masker, sepatu kokoh, salinan informasi penting, dan cara menerima peringatan. Sepakati tempat berkumpul, kontak di luar area, serta rencana untuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan hewan peliharaan. Dalam keadaan darurat, hubungi 119 untuk bantuan pemadam kebakaran, penyelamatan, atau ambulans dan 110 untuk bantuan polisi. Pemerintah daerah dapat membuka tempat penampungan umum, sering kali di sekolah, gedung publik, atau fasilitas masyarakat. Sampaikan instruksi dengan singkat dan tenang, bantu orang di sekitar jika aman, dan serahkan gedung rusak kepada petugas terlatih.
Bencana di Taiwan
Taiwan menghadapi gempa bumi, topan, hujan sangat lebat, banjir, tanah longsor, aliran material longsor, dan risiko tsunami tertentu. Sistem penanggulangan bencananya memadukan peringatan nasional dengan tanggapan pemerintah kota dan kabupaten, dinas pemadam kebakaran, polisi, dan masyarakat setempat. Mengetahui peringatan, menyiapkan perlengkapan darurat sederhana, dan mengikuti petunjuk evakuasi adalah langkah awal terpenting.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

