Tidak ada satu lembaga nasional yang mengelola seluruh aspek lingkungan tempat tinggal di Tajikistan. Komite Perlindungan Lingkungan di bawah Pemerintah Tajikistan menangani kebijakan lingkungan, pemantauan, penilaian dampak lingkungan, serta pengendalian udara, air, dan sampah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Air memimpin kebijakan air dan energi nasional, sedangkan Kementerian Kesehatan dan Perlindungan Sosial Penduduk menangani perlindungan kesehatan dan sanitasi. Badan eksekutif lokal dan lembaga pemerintahan mandiri mengelola banyak layanan perkotaan, ruang hijau, pengaturan sampah, dan tata ruang. Komite Situasi Darurat dan Pertahanan Sipil mengoordinasikan peringatan, evakuasi, tempat perlindungan, dan penyelamatan. Di Dushanbe, Dushanbevodokanal menyediakan layanan air dan air limbah, sementara Badan Antimonopoli Negara mengatur tarif air dan sanitasi. Akses listrik formal menjangkau seluruh penduduk, tetapi keandalan layanan tidak merata: survei 2023 menemukan gangguan listrik di 24% rumah tangga. Perkiraan perkotaan yang lebih lama menunjukkan sekitar 70% penduduk mengalami kekurangan energi pada musim dingin, terkadang selama enam hingga tujuh jam per hari. Jaringan pemanas distrik hanya menjangkau sekitar 9% penduduk. Di Dushanbe, pemanas rumah tangga diperkirakan terdiri atas sekitar 50% pemanas distrik, 26% batu bara, 17% gas, dan 8% listrik. Kompor batu bara dan biomassa dapat meningkatkan polusi partikel halus di dalam ruangan, sehingga pilihan pemanas berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan rumah tangga. Akses air juga berbeda menurut lokasi dan mutu layanan. Data UNICEF melaporkan 89% penduduk memiliki akses setidaknya ke air minum dasar, 65% memiliki akses ke air minum yang dikelola secara aman, dan 6% bergantung pada air permukaan. Angka nasional dan perkotaan yang lebih lama menunjukkan akses air terpusat sekitar 57% secara nasional dan 91% di wilayah perkotaan, dengan sambungan saluran pembuangan sekitar 15% secara nasional dan 53.7% di perkotaan. Penduduk dapat memperoleh air melalui sambungan rumah, keran umum di jalan, sumur, mata air, atau sungai. Di Dushanbe, kehilangan air nonpendapatan diperkirakan sekitar 50% pada 2020, dan beberapa jaringan hanya menyediakan air selama enam hingga delapan jam per hari. Undang-Undang Penyediaan Air Minum dan Air Limbah 2019, Kode Air 2020, dan Strategi Air Nasional hingga 2040 mengarahkan sektor tersebut; proyek rehabilitasi dan rencana aksi 2025–2027 dimaksudkan untuk meningkatkan layanan, termasuk proyek Dushanbe yang menargetkan sekitar 352.000 orang. Dushanbe memiliki persoalan polusi udara musim dingin khusus yang terkait dengan pemanas batu bara, lalu lintas jalan, serta industri atau produksi energi. Penilaian iklim dan negara oleh Bank Dunia mengaitkan polusi udara dengan sekitar 84 kematian per 100.000 orang, salah satu beban tertinggi yang dilaporkan di Asia Tengah. Otoritas lingkungan bertanggung jawab atas pemantauan udara, tetapi informasi waktu nyata yang andal tidak tersedia untuk setiap permukiman. Karena itu, pilihan bahan bakar rumah tangga, ventilasi, penyaringan, dan informasi kesehatan tetap relevan ketika kualitas udara luar atau dalam ruangan buruk. Tajikistan memiliki batas hukum untuk kebisingan, getaran, dan dampak fisik lainnya menurut Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan standar sanitasi SN 2.2.4/2.1.8.562-96. Kebisingan transportasi dan komersial yang melampaui batas yang berlaku dilarang di kawasan hunian dan publik, tetapi peta kebisingan publik terkini dan jalur pengaduan nasional tidak terdokumentasi dengan baik. Kebijakan ruang hijau didukung Program Negara Penghijauan Tajikistan hingga 2040. Dalam satu penilaian ketahanan perkotaan, Tajikistan memiliki sekitar 6.8 meter persegi ruang hijau per orang, sementara Dushanbe memiliki sekitar 12 meter persegi per orang; rencana induk kota menetapkan sasaran sekurang-kurangnya 10 meter persegi per orang dan sabuk hijau sekitar 20.000 hektare. Akses dan pemeliharaan berbeda antarwilayah pemerintah daerah, dan badan lokal umumnya menanggung biaya pemeliharaan serta pengairan terkait. Pengumpulan dan pembuangan sampah sangat bergantung pada permukiman. Komite Perlindungan Lingkungan, badan eksekutif lokal, dan perusahaan kesatuan negara untuk layanan perumahan dan komunal berbagi tanggung jawab. Layanan pengumpulan dan tempat pembuangan akhir tersedia, sementara pemilahan dari sumber, daur ulang, dan pengomposan masih dikembangkan. Risiko khusus meliputi tailing uranium di Tajikistan utara, pestisida kedaluwarsa, limbah medis, limbah konstruksi, dan tempat pembuangan liar atau spontan. Tempat pembuangan akhir Dushanbe juga menghadapi risiko iklim, seismik, dan kebakaran. Strategi nasional bertujuan meningkatkan tempat pembuangan regional, pengumpulan terpisah, daur ulang, dan data, tetapi tidak ada jaminan nasional yang terbukti mengenai pengumpulan rutin atau satu biaya yang seragam. Tajikistan menghadapi gempa bumi, banjir, banjir lumpur, tanah longsor, longsoran salju, kekeringan, dan angin kencang di negara yang sekitar 93% wilayahnya bergunung-gunung. Dalam satu penilaian UNDP, peristiwa terkait air mencakup lebih dari 60% bencana yang dilaporkan secara resmi. Platform multibahaya mencakup tujuh bahaya dan 58 distrik pada tingkat jamoat, sedangkan Komite Situasi Darurat dan Pertahanan Sipil menyampaikan peringatan dan mengoordinasikan tanggap darurat. Proyek risiko bencana nasional 2022–2028 mendukung pemetaan bahaya, sistem peringatan dini, infrastruktur tangguh, tempat perlindungan, dan pelatihan komunitas. Risiko terutama tinggi di wilayah pegunungan, tepi sungai, dan lereng tidak stabil; Dushanbe juga menghadapi risiko seismik, banjir bandang, banjir lumpur, lereng, dan badai debu. Aksesibilitas air, sanitasi, dan infrastruktur publik tidak merata. Data UNICEF 2025 menunjukkan hanya sekitar 1% fasilitas kesehatan memiliki sanitasi yang sekaligus dasar dan dapat diakses penyandang disabilitas. Di Khatlon, akses air aman diperkirakan 53.4% di wilayah pedesaan dan 70.6% di wilayah perkotaan. Desain air dan sanitasi inklusif serta perencanaan yang peka gender dan disabilitas merupakan sasaran kebijakan, tetapi daftar nasional lengkap lingkungan yang aksesibel belum disusun. Masyarakat dapat memperoleh informasi lingkungan dan berpartisipasi melalui kerangka Konvensi Aarhus yang diikuti Tajikistan pada 2001. Pusat Aarhus di Dushanbe, Khujand, Bokhtar, Khorog, dan Garm menyediakan informasi, saran, dan dialog antara otoritas, pengembang proyek, dan masyarakat sipil. Aturan penilaian dampak lingkungan dan keahlian ekologis mengizinkan komentar serta keterlibatan publik untuk proyek kategori A dan B, dengan pemberitahuan dan dokumen disediakan melalui saluran terkait. Hukum juga mengakui keahlian ekologis publik, meskipun tinjauan lingkungan 2024 melaporkan bahwa keahlian tersebut belum pernah dimulai. Partisipasi bergantung pada proyek dan pengumumannya; tidak ada prosedur otomatis untuk setiap rencana dan tidak ditetapkan biaya partisipasi umum. Strategi Pembangunan Nasional hingga 2030, Strategi Air Nasional hingga 2040, program penghijauan hingga 2040, dan proyek ketahanan perkotaan membentuk perubahan yang sedang berlangsung. Perubahan iklim meningkatkan tekanan dari kekeringan, banjir, tanah longsor, panas, dan polusi udara, sedangkan pertumbuhan kota meningkatkan kebutuhan air, air limbah, sampah, energi, dan ruang hijau. Program TURN Bank Dunia yang aktif sejak 2025 mendukung perencanaan dan infrastruktur tangguh di Kulob, Bokhtar, Khujand, dan Dushanbe, sementara program ketahanan perkotaan UNDP mencakup Dushanbe dari 2024 hingga 2027. Program tersebut bergantung pada lokasi dan proyek serta tidak menciptakan hak otomatis atas peningkatan layanan kota. Perlindungan alam, keanekaragaman hayati, dan kawasan lindung terutama termasuk topik alam; persoalan sewa, kepemilikan, dan konstruksi terutama termasuk perumahan; dan persoalan mobilitas terutama termasuk transportasi, meskipun dampaknya terhadap udara, kebisingan, aksesibilitas, dan lingkungan permukiman tetap bagian dari lingkungan tempat tinggal.
Lingkungan Tempat Tinggal di Tajikistan
Lingkungan tempat tinggal di Tajikistan mencakup kondisi sehari-hari terkait air, energi, pemanas, udara, layanan sampah, ruang hijau, keselamatan, aksesibilitas, dan partisipasi publik. Akses dan keandalan sangat berbeda antara wilayah perkotaan dan pedesaan serta antarwilayah. Air, kekurangan energi pada musim dingin, polusi udara, dan bencana alam termasuk persoalan praktis yang paling penting.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

