Sejarah awal Tiongkok berkembang di sekitar beberapa budaya regional dan sistem sungai. Arkeologi, teks yang diwariskan, serta penulisan sejarah pada masa-masa berikutnya bersama-sama menggambarkan perkembangan komunitas pertanian, kota, budaya perunggu, dan negara-negara. Tradisi dinasti awal mencakup Xia, Shang, dan Zhou. Shang dikenal karena tulisan awal pada tulang ramalan, sementara periode Zhou menghasilkan gagasan politik dan filsafat yang berpengaruh. Setelah berabad-abad negara-negara saling bersaing, Qin menciptakan kekaisaran yang bersatu. Han memperluas lembaga-lembaga kekaisaran dan menjadi rujukan penting bagi identitas politik serta budaya pada masa-masa berikutnya. Berabad-abad sesudahnya membawa perpecahan, migrasi, pertukaran agama, dan penyatuan kembali yang berulang. Sui dan Tang menghubungkan kekaisaran yang kuat dengan jaringan perdagangan dan budaya yang luas, sementara Song dikenal karena perkembangan ekonomi, perkotaan, ilmu pengetahuan, dan seni. Yuan didirikan di bawah kekuasaan Mongol. Ming kemudian memulihkan pemerintahan oleh dinasti pribumi, dan Qing, yang didirikan oleh orang Manchu, memerintah sebuah kekaisaran multietnis yang luas hingga awal abad kedua puluh. Perdagangan dan konflik menghubungkan Tiongkok dengan wilayah-wilayah tetangga serta kekuatan-kekuatan yang jauh. Selama abad kesembilan belas, tekanan asing, pemberontakan internal, perjanjian yang tidak setara, dan upaya reformasi melemahkan negara Qing. Sistem kekaisaran berakhir dan Republik Tiongkok didirikan. Fragmentasi politik, gerakan sosial, perang dengan Jepang, dan konflik antara kekuatan-kekuatan politik utama membentuk beberapa dasawarsa berikutnya. Republik Rakyat Tiongkok didirikan pada 1949. Sejarahnya mencakup transformasi sosialis, kampanye politik yang berat, reformasi ekonomi dan keterbukaan pada masa berikutnya, urbanisasi, serta perubahan besar dalam pekerjaan, pendidikan, kehidupan keluarga, dan peran Tiongkok di dunia. Ingatan sejarah tetap penting di museum, monumen, pembelajaran di sekolah, kisah keluarga, festival, dan bahasa publik. Berbagai peristiwa dapat dikenang secara berbeda, sehingga kajian yang cermat perlu membandingkan periode, tempat, dan pengalaman manusia.
Sejarah di Tiongkok
Sejarah di Tiongkok mencakup komunitas kuno, dinasti kekaisaran, masa-masa perpecahan, hubungan dengan pihak asing, revolusi, dan pembangunan negara modern. Tradisi tertulis serta bukti arkeologis menunjukkan kesinambungan yang panjang sekaligus perubahan besar. Memahami Tiongkok memerlukan pandangan bahwa sejarahnya terdiri dari beberapa era yang saling terhubung, bukan satu kisah yang tidak terputus.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

