Trinidad mencakup Northern, Central, dan Southern Ranges, Dataran Caroni dan Naparima, Sabana Aripo, sungai, hutan hujan, dan hutan rawa. El Cerro del Aripo mencapai ketinggian sekitar 940 meter. Tobago memiliki pantai, sungai, terumbu karang, padang lamun, hutan bakau, dan perbukitan berhutan. Main Ridge Forest Reserve telah dilindungi sejak 1776 dan membentang sekitar 29 kilometer. Ekosistem darat dan laut saling terkait erat: daerah tangkapan hutan memengaruhi air tawar dan erosi, sedangkan hutan bakau, lamun, dan terumbu melindungi pesisir serta mendukung perikanan. Trinidad dan Tobago memiliki sekitar 2,160 spesies tumbuhan berbunga, sekitar 110 di antaranya endemik, serta kira-kira 433 spesies burung, 100 mamalia, 37 amfibi, dan 93 reptil. Terumbunya mencakup 36 spesies karang pembentuk terumbu. Contoh satwa khas meliputi Trinidad Piping-guan, Trinidad Motmot, Tobago False Coral Snake, Bloody Bay Fragrant Frog, El Tucuche Golden Tree Frog, dan Tobago Coralbrotula. Spesies asing invasif, polusi, sedimen, penangkapan ikan berlebihan, pembangunan pesisir, reklamasi lahan, dan penggundulan hutan menekan habitat asli. Perlindungan alam menggunakan beberapa kategori hukum dan administratif. Environmentally Sensitive Area, atau ESA, adalah kawasan lindung yang ditetapkan menurut sistem pengelolaan lingkungan. Environmentally Sensitive Species, atau ESS, adalah spesies yang menerima perlindungan khusus menurut sistem tersebut. Contohnya mencakup Ocelot, Manatee, Pawi, White-tailed Sabrewing, Golden Tree Frog, Scarlet Ibis, Trinidad Howler Monkey, Trinidad White-fronted Capuchin, dan beberapa spesies penyu, termasuk Green, Hawksbill, Leatherback, Loggerhead, dan Olive Ridley. Mengambil, membunuh, mengganggu, atau merusak habitat spesies yang dilindungi dapat memerlukan izin atau dilarang. Aripo Savannas Strict Nature Reserve, Taman Nasional Matura, dan Nariva Swamp Managed Resource Protected Area adalah ESA nasional. Caroni Swamp, Nariva Swamp, serta kompleks Buccoo Reef dan Bon Accord Lagoon merupakan Situs Ramsar, yaitu lahan basah yang diakui berdasarkan kerangka internasional Ramsar. North-East Tobago Biosphere Reserve ditetapkan melalui program UNESCO Man and the Biosphere pada 2020. Cakupannya sekitar 82,359 hektare, termasuk kira-kira 15,114 hektare daratan dan 67,245 hektare laut di 19 jenis habitat. Buccoo Reef Marine Park adalah satu-satunya kawasan laut yang secara tegas diidentifikasi dalam penelitian yang tersedia sebagai kawasan yang dilindungi berdasarkan Marine Areas (Preservation and Enhancement) Act. Tanggung jawab terbagi di antara berbagai lembaga. Environmental Management Authority menangani pengelolaan lingkungan, ESA dan ESS, Certificate of Environmental Clearance, pengaduan, serta pendidikan lingkungan. Forestry Division di Kementerian Pertanian dan Perikanan mengelola Hutan Lindung, Kawasan Terlarang, Suaka Margasatwa, urusan satwa liar, lisensi kehutanan dan satwa liar, taman nasional, serta lokasi rekreasi atau pendidikan terkait. Institute of Marine Affairs melakukan penelitian, pemantauan, dan pemulihan laut, sedangkan Fisheries Division menangani perikanan. Di Tobago, Tobago House of Assembly, termasuk departemen yang bertanggung jawab atas sumber daya alam, kehutanan, sumber daya kelautan, dan perikanan, memiliki tanggung jawab besar. Kementerian Perencanaan dan Pembangunan menjadi titik fokus Convention on Biological Diversity, sementara Chaguaramas Development Authority mengelola Semenanjung Barat Laut. Status perlindungan tidak otomatis menjamin akses publik tanpa batas. Kawasan terbatas mungkin memerlukan izin tertulis untuk masuk, berperahu, mengumpulkan bahan, memasuki hutan bakau, atau mengganggu dasar laut. Penelitian dan pengumpulan spesimen umumnya memerlukan izin. Akses Buccoo Reef memerlukan izin akses atau transit yang sah, kapal yang terdaftar dan diasuransikan, serta penggunaan jalur yang ditandai. Memancing, pesta, alkohol, dan jet ski tidak diizinkan menurut informasi akses yang dikutip. Biaya izin dan jam buka perlu diperiksa kepada pengelola yang bertanggung jawab karena informasi Buccoo yang tersedia berasal dari 2022 dan mungkin telah berubah. Kegiatan umum mencakup pendakian, pengamatan burung, pengamatan satwa liar, pengamatan penyu, tur terumbu, snorkeling, menyelam, berkayak, dan berperahu. Penyu umumnya bertelur sekitar Maret hingga Agustus. Kehutanan, perikanan, perburuan, pertanian, dan pengumpulan hasil hutan bukan kayu dapat mendukung mata pencaharian, tetapi lisensi yang berlaku, musim tutup, pembatasan kawasan, dan syarat pemanfaatan berkelanjutan bergantung pada kegiatan. Pengelolaan bersama masyarakat dan model mata pencaharian berkelanjutan digunakan di beberapa lokasi, tetapi tidak membentuk satu sistem nasional yang seragam. Musim berburu 2025/26 yang dipublikasikan berlangsung dari 1 Oktober 2025 hingga 28 Februari 2026. State Game Licence berbiaya TT$100 untuk setiap spesies buruan, dengan maksimum tiga lisensi. Pemburu memerlukan identitas dan, untuk permohonan pertama, tagihan utilitas yang berusia tidak lebih dari tiga bulan. Laporan data wajib harus diserahkan paling lambat 31 Mei 2026. Perburuan dilarang selama musim tutup. Sumber resmi yang diteliti tidak mengonfirmasi musim 2026/27. Special Game Licence dapat diminta secara tertulis kepada Chief Game Warden untuk penelitian, pengumpulan, atau pengendalian hama; informasi layanan yang dikutip menyebut lisensi ini gratis dan terbatas menurut tempat, spesies, orang, serta durasi. Penebangan pohon di lahan pribadi memerlukan permohonan yang menyebut spesies, jumlah, dan ukuran pohon, disertai sketsa serta bukti kepemilikan, kemudian diikuti inspeksi lokasi. Produksi kehutanan komersial pada lereng lebih dari 30 derajat memerlukan Forest Management Plan. Pembakaran di luar ruang dan pembukaan lahan selama rezim patroli kebakaran memerlukan persetujuan, sehingga petunjuk lokal terkini harus diperiksa sebelum membakar atau membersihkan vegetasi. Usulan pembangunan dapat memerlukan Certificate of Environmental Clearance, atau CEC. Sistem CEC mencakup 44 kegiatan yang ditetapkan. Permohonan diajukan melalui Portal Pelanggan Environmental Management Authority dengan biaya TT$500. Bergantung pada usulan, otoritas dapat meminta surat keterangan status lahan, penilaian dampak lingkungan, langkah mitigasi, atau pemantauan. Tidak ada satu waktu pemrosesan yang berlaku untuk semua permohonan. Konflik yang umum terjadi mencakup perumahan, jalan, tambang, proyek energi, dan hotel yang memengaruhi hutan, lahan basah, hutan bakau, pesisir, terumbu, atau satwa liar, serta persaingan antara perikanan, rekreasi, dan pariwisata dengan tujuan konservasi. Tekanan alamiah mencakup kebakaran hutan, kekeringan, panas, hujan lebat, erosi, banjir pesisir, pemutihan karang, kenaikan permukaan laut, pemanasan laut, pengasaman laut, dan Sargassum. Peristiwa pemutihan di Tobago pada 2010 menyebabkan kehilangan hingga sekitar setengah karang keras di terumbu yang dipantau, dengan pemulihan terbatas yang dilaporkan dalam penelitian. Tekanan tersebut berbeda dari topik manajemen bencana seperti badai dan gempa bumi, tetapi pengguna alam tetap perlu mempertimbangkan cuaca, api, dan kondisi pesisir saat merencanakan kegiatan. Environmental Management Authority menyediakan Enviro Kids, Enviro Clubs, materi ESS dan ESA, serta kegiatan literasi lingkungan. Forestry Division bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat serta mengelola pusat interpretasi. Institute of Marine Affairs mendukung pemantauan dan pemulihan terumbu, lamun, dan hutan bakau. Pekerjaan cagar biosfer UNESCO menambahkan perspektif masyarakat setempat dan pemanfaatan berkelanjutan. Karena itu pendidikan dan penelitian alam tersedia melalui beberapa program, bukan satu jalur pelatihan nasional. Pengaduan lingkungan dapat disampaikan kepada Environmental Management Authority, sementara pengguna harus mematuhi ketentuan spesies, kawasan, izin, lisensi, dan CEC yang berlaku.
Alam di Trinidad dan Tobago
Alam di Trinidad dan Tobago mencakup hutan, lahan basah, sabana, sungai, pantai, terumbu karang, padang lamun, hutan bakau, dan spesies yang bergantung padanya. Perlindungan dan pemanfaatannya diatur melalui beberapa sistem, bukan oleh satu otoritas alam nasional, termasuk Hutan Lindung, Suaka Margasatwa, Kawasan Sensitif Lingkungan, peraturan kelautan, dan aturan satwa liar. Akses, rekreasi, penelitian, pembukaan lahan, penangkapan ikan, dan perburuan dapat memerlukan izin atau persetujuan lain, bergantung pada lokasi dan kegiatan.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

