Angka pengangguran utama tidak menunjukkan seluruh risiko kehilangan pendapatan di Bangladesh. Sekitar 84% pekerjaan bersifat informal; setengah pengangguran, pekerja putus asa, dan orang yang tidak bekerja, belajar, atau mengikuti pelatihan tidak sepenuhnya tercakup dalam angka pengangguran. Pada 2024, angka pengangguran adalah 3,66% untuk usia 15 tahun ke atas, 3,75% untuk laki-laki, dan 3,48% untuk perempuan. Angkanya 13,54% di kalangan orang berpendidikan tinggi, sedangkan tingkat NEET usia 15–29 tahun 20,3%. Angka-angka ini menggambarkan keadaan berbeda dan tidak dapat dipertukarkan. Tidak ada sistem asuransi pengangguran nasional umum dengan catatan iuran, masa tunggu, rumus pembayaran, atau sanksi pencarian kerja yang baku. Sebelum kehilangan pekerjaan, rumah tangga sering mengandalkan tabungan, dukungan keluarga atau masyarakat, pekerjaan informal, serta program mata pencaharian atau bantuan tunai yang terarah. Pekerja informal menghadapi risiko pendapatan yang sangat tinggi karena pekerjaan mereka mungkin tidak memberi perlindungan pemutusan kerja formal atau dukungan rutin setelah kehilangan pekerjaan. Program Perlindungan Pekerja Menganggur (Unemployed Workers Protection Programme (UWPP)) memberikan pembayaran yang sangat terarah, bukan asuransi pengangguran umum. Program ini ditujukan kepada pekerja dari pabrik berorientasi ekspor yang sedang menganggur dan telah tercatat dalam daftar gaji pabrik sekurang-kurangnya enam bulan sebelum kehilangan pekerjaan. Pemohon umumnya memerlukan National ID, identitas pabrik, rekening bank pribadi atau akun layanan keuangan seluler yang terhubung dengan ID tersebut, serta bukti kehilangan pekerjaan. Pendaftaran mandiri tersedia secara daring dan terdapat saluran pengaduan. Informasi palsu dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Penerima yang memenuhi syarat dapat menerima Tk 5.000 per bulan hingga tiga bulan. Untuk 2025–26, sasaran program adalah 0,33 lakh orang dengan anggaran Tk 30,32 crore. Program Penciptaan Kerja bagi Masyarakat Termiskin (Employment Generation Programme for the Poorest (EGPP)) adalah program pekerjaan umum musiman, bukan tunjangan pengangguran perorangan. Sasaran program ialah orang miskin usia kerja yang dapat bekerja, dengan prioritas bagi rumah tangga tanpa tanah dan berpenghasilan rendah serta rumah tangga tanpa ternak terkait. Komite Ward, Union, dan Upazila setempat memilih peserta dan menerbitkan kartu kerja. Program biasanya berlangsung dalam dua siklus, masing-masing 40 hari kerja, dengan tujuh jam kerja per hari, upah Tk 400 per hari, dan tabungan wajib Tk 25 per hari. Pembayaran mingguan dan umumnya hanya satu anggota rumah tangga yang ikut. Untuk 2025–26, sasarannya 4 lakh peserta dengan anggaran Tk 1.650,63 crore. EGPP terutama dirancang untuk masyarakat pedesaan dan dukungan pendapatan pada musim paceklik; program ini tidak mencakup semua penganggur, terutama banyak pekerja perkotaan. EGPP+ menyediakan pengaturan khusus bencana dan guncangan di Cox's Bazar. Program ini berlaku bagi orang berusia 18–65 tahun dengan pendapatan tahunan rumah tangga di bawah Tk 48.000 dan membayar Tk 400 per hari kerja secara mingguan. Sasaran 2025–26 adalah 1,6 lakh orang. Program jaminan sosial lain, termasuk Food for Work, pekerjaan tanah untuk infrastruktur pedesaan, VGF, VGD, VWB, OMS, FFP, dan tunjangan Department of Social Services, dapat membantu kebutuhan kemiskinan, pangan, atau keadaan darurat. Program-program tersebut tidak boleh disebut sebagai pembayaran pengangguran umum karena kelayakan dan cakupannya bergantung pada program, penargetan setempat, dan anggaran yang tersedia. Pencarian kerja dapat melibatkan BMET dan District Employment and Manpower Offices, yang menyediakan pendaftaran kandidat, perantaraan kerja luar negeri, rujukan, dan beberapa layanan terkait pelatihan. Agen perekrutan swasta mendapat lisensi melalui sistem RAIMS milik BMET. Belum ada layanan pencocokan kerja publik nasional tunggal yang terbukti jelas untuk semua pencari kerja dalam negeri; banyak orang mengandalkan jaringan informal, saluran swasta, dan rujukan berbasis program. Migran yang kembali dapat memperoleh pendaftaran, konseling, bantuan tunai satu kali, rujukan, serta dukungan mata pencaharian atau wirausaha mandiri melalui RAISE dan pusat kesejahteraan yang terkait dengan Wage Earners' Welfare Board. Pekerjaan di luar negeri dapat menjadi jalan kembali menuju pendapatan, tetapi juga membawa risiko besar terkait perekrutan, perjalanan, dan utang. Sebelum bermigrasi, periksa kontrak, visa, persyaratan medis, tiket, kuitansi, dan izin BMET; jika berlaku, gunakan agen perekrutan berlisensi. Akses masih tidak merata bagi pekerja informal, perempuan, kaum muda, penyandang disabilitas, pencari kerja berpendidikan, rumah tangga miskin perkotaan, dan migran yang pulang. Aturan program, kuota, verifikasi, saluran pembayaran, dan anggaran dapat berubah; konfirmasikan kelayakan terkini kepada kantor program yang bertanggung jawab sebelum mengajukan permohonan.
Pengangguran di Bangladesh
Pengangguran di Bangladesh adalah masa tanpa pekerjaan berbayar yang diinginkan bagi orang yang mampu, tersedia, dan aktif mencari kerja. Bangladesh tidak memiliki pendaftaran pengangguran nasional atau tunjangan pengangguran umum. Program terarah dan sumber daya rumah tangga memberi dukungan pendapatan terbatas. Pada 2024, angkanya 3,66% untuk penduduk berusia 15 tahun ke atas dan 8,07% untuk usia 15–29 tahun.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

