Burkina Faso sangat multibahasa. Menurut sensus penduduk 2019 (RGPH), penduduk berusia tiga tahun ke atas paling sering menyebut Mooré sebagai bahasa utama mereka, yaitu 52,9 persen, disusul Fulfulde sebesar 7,8 persen, Gulmancéma 6,8 persen, Dioula 5,7 persen, Bissa 3,3 persen, serta Bwamu dan Dagara masing-masing 2,0 persen. Secara keseluruhan, bahasa nasional mencapai 97,6 persen dan bahasa Prancis 2,2 persen. Di wilayah Est, Gulmancéma sangat luas digunakan, yaitu 72,9 persen; di daerah perkotaan, Dioula dan bahasa Prancis sering digunakan bersama Mooré. Karena itu, tujuan belajar dan pilihan kursus sangat bergantung pada wilayah, komunitas, dan tujuan penggunaannya. Revisi konstitusi tahun 2023 dan 2024 mengklasifikasikan bahasa nasional yang diberi status resmi melalui undang-undang sebagai bahasa resmi. Bahasa Prancis dan Inggris dianggap sebagai bahasa kerja. Penerapan dan standardisasi bahasa masih berlangsung; tidak setiap bahasa nasional otomatis memperoleh status resmi. Bahasa Prancis tetap penting untuk administrasi, dokumen resmi, pendidikan, ujian, dan banyak pekerjaan. Bahasa Inggris terutama relevan untuk pekerjaan dan studi internasional serta regional, dan mulai diperluas secara bertahap melalui CE2, CM1, dan CM2 pada tahun ajaran 2025/26. Program bilingual dan plurilingual formal menggabungkan bahasa nasional dengan bahasa Prancis. Model pendidikan bilingual (ELAN) telah mengembangkan enam bahasa nasional untuk pengajaran; sekolah bilingual dilanjutkan atau dikembangkan dari sekolah konvensional. Kualitasnya bergantung pada ketersediaan guru, ortografi yang sesuai, bahan ajar, dan bahasa yang benar-benar digunakan sehari-hari di tempat belajar. Bagi anak-anak, bahasa pertama atau bahasa keluarga yang akrab mendukung keberhasilan belajar pada tahap awal, sementara orang tua dan komunitas memberikan masukan bahasa informal tambahan. Bagi remaja dan orang dewasa, tersedia pilihan pendidikan negeri dan nonformal. Program literasi mengajarkan membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan sehari-hari dan pekerjaan dalam bahasa tertentu. Pusat seperti pusat literasi (CPAF) dan pusat pendidikan dasar nonformal (CEBNF) juga melayani orang yang tidak pernah bersekolah atau berhenti sekolah lebih awal. Badan pendanaan (FONAENF) mendorong dan membiayai program-program tersebut; bahasa, lokasi kursus, durasi, dan akses bergantung pada proyek masing-masing. Jalur pendidikan ini diperiksa melalui asesmen sertifikasi pendidikan nonformal (ENF-évaluation certificative): pada 2026, lebih dari 41.000 peserta mengikuti ujian dalam 21 bahasa nasional, dibandingkan sekitar 33.000 peserta dalam 13 bahasa pada 2025. Ujian sekolah formal tetap terutama menggunakan bahasa Prancis. Kursus bahasa juga ditawarkan oleh pusat swasta, Institut Prancis (Institut français) di Ouagadougou bersama pusat bahasa (Centre de langues), serta organisasi masyarakat dan LSM. Ketersediaan di kota lebih padat, sedangkan kursus di daerah pedesaan mungkin berlangsung lebih tidak teratur. Tidak ada katalog kursus atau jadwal biaya nasional yang seragam. Kursus swasta dan ujian internasional umumnya berbayar; durasi, intensitas pengajaran, biaya ujian, dan pusat penyelenggara harus diperiksa berdasarkan informasi terbaru. Diploma bahasa Prancis (DELF), diploma lanjutan bahasa Prancis (DALF), tes bahasa Prancis (TCF), dan tes evaluasi bahasa Prancis (TEF) hanya tersedia di pusat yang berwenang, dan tanggal serta harganya dapat berubah. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa nasional seperti Mooré, Fulfulde, Gulmancéma, dan Dioula digunakan dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, pasar, layanan lokal, dan kegiatan masyarakat. Bahasa Prancis mendominasi komunikasi formal, sedangkan bahasa Inggris digunakan untuk kontak internasional. Dalam kehidupan kerja, kebutuhan bergantung pada wilayah dan sektor: bahasa nasional relevan, misalnya, untuk perdagangan, pertanian, layanan kesehatan masyarakat, dan pekerjaan lapangan; bahasa Prancis diperlukan untuk berurusan dengan otoritas dan dokumen; dan bahasa Inggris untuk konteks internasional. Sertifikat bahasa tidak menggantikan kualifikasi profesional. Pilihan digital dan berbasis media melengkapi kursus tatap muka. Program Pendidikan melalui Radio pernah digunakan secara nasional melalui lebih dari 15 stasiun radio, dan UNICEF juga mendukung program semacam itu dalam situasi krisis dan pemindahan penduduk. Kamus seluler atau luring serta materi audio tersedia, antara lain, untuk Mooré, Dioula, dan Fulfulde. Akses internet, listrik, perangkat, biaya data, dan kemampuan baca-tulis membatasi penggunaannya. Tempat tinggal, usia, gender, pendapatan, disabilitas, pemindahan penduduk, situasi keamanan, dan penyedia layanan memengaruhi akses; belum ditetapkan hak individual nasional untuk mengikuti kursus dalam setiap bahasa yang diinginkan. Karena itu, informasi publik dalam praktiknya tetap sulit diakses apabila bahasa, bahan ajar, atau guru tidak sesuai dengan keadaan masyarakat.
Bahasa di Burkina Faso
Pembelajaran bahasa di Burkina Faso mencakup sekitar 60 bahasa nasional, bahasa Prancis dan Inggris, serta pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung dalam bahasa yang sesuai. Mooré, Fulfulde, Gulmancéma, dan Dioula membentuk kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan layanan lokal sesuai wilayahnya. Sekolah bilingual, program literasi, pusat bahasa swasta, inisiatif masyarakat, dan format digital berbeda dalam hal bahasa, akses, pengakuan, biaya, dan ketersediaan.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

