Alam di Pantai Gading mencakup hutan hujan tropis, hutan pesisir, hutan bakau, laguna, lahan basah, bentang alam pegunungan, mosaik hutan-sabana, dan sabana Sudano-Guinea di bagian utara. Taman nasional, cagar alam, hutan yang diklasifikasikan, kawasan laut yang dilindungi, lahan basah Ramsar (Ramsar wetlands), dan hutan keramat melindungi berbagai bagian keanekaragaman hayati ini. Akses, kegiatan yang diizinkan, dan pembatasan pemanfaatan bergantung pada lokasi dan zonasinya. Lingkungan sekitar berkaitan dengan kondisi lingkungan yang ditemui orang di tempat mereka tinggal, bekerja, atau belajar. Akses terhadap air dan sanitasi, drainase, pengumpulan sampah, kualitas udara, kebisingan, ruang hijau, keselamatan, dan pembangunan perkotaan dapat berbeda antarwilayah, komune (communes), lingkungan tempat tinggal, dan jaringan layanan. Hujan lebat dapat memperlihatkan perbedaan dalam drainase dan infrastruktur setempat. Tanggung jawab lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kementerian nasional, pemerintah kota, penyedia layanan yang ditunjuk, dan badan proyek dapat menangani tugas yang berbeda. Karena itu, pertanyaan tentang masalah tertentu biasanya memerlukan identifikasi lokasi, layanan yang relevan, serta otoritas atau penyedia yang bertanggung jawab. Perlindungan alam dan pengelolaan lingkungan sekitar saling berkaitan, tetapi melibatkan tempat, tindakan, dan lembaga yang berbeda.
Lingkungan di Pantai Gading
Lingkungan di Pantai Gading mencakup ekosistem alami dan kondisi yang membentuk kehidupan sehari-hari. Hutan, sabana, lahan basah, laguna, dan kawasan lindung merupakan bagian alaminya, sementara air, sanitasi, drainase, sampah, kualitas udara, kebisingan, ruang hijau, dan perubahan perkotaan membentuk lingkungan sekitar. Kondisinya berbeda menurut wilayah, lingkungan tempat tinggal, jaringan layanan, dan musim, terutama saat hujan lebat.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

