Menurut tata pemilihan umum sebelumnya, Presiden Guinea-Bissau dipilih secara langsung untuk masa jabatan lima tahun dengan mayoritas mutlak. Jika tidak ada kandidat yang memperoleh lebih dari setengah suara sah, putaran kedua dilaksanakan dalam 21 hari. Orang yang sama dapat menjabat maksimal dua masa jabatan berturut-turut, lalu harus menunggu selama lima tahun sebelum dapat mencalonkan diri lagi. Badan legislatif nasional memiliki 102 anggota yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun di 29 daerah pemilihan, termasuk 27 di dalam negeri dan dua untuk diaspora. Pemilih memberikan satu suara untuk satu daftar dengan beberapa calon, dan kursi dibagikan menggunakan metode D'Hondt yang dimodifikasi. CNE mengawasi dan menyelenggarakan pemilihan umum, memberikan informasi kepada pemilih, mendorong perlakuan yang setara, dan mengumumkan hasil resmi. Gabinete Técnico de Apoio ao Processo Eleitoral (GTAPE) menangani aspek teknis daftar pemilih dan kartu pemilih. Comissões Regionais de Eleições (CRE) beroperasi di tingkat regional. Pengadilan menangani sengketa pemilihan umum, sedangkan dalam sistem sebelumnya pemeriksaan kandidat ditugaskan kepada Supreme Tribunal of Justice (STJ). Kandidat dan daftar calon dapat menunjuk delegasi dan pengganti untuk setiap meja pemungutan suara guna mendukung pemantauan pemungutan dan penghitungan suara. Warga Guinea harus berusia minimal 18 tahun dan terdaftar untuk memilih. Pemungutan suara dilakukan secara langsung, rahasia, dan oleh pemilih sendiri di lokasi yang ditetapkan. Kartu pemilih wajib dimiliki; kartu duplikat dapat diminta melalui komisi pendaftaran sektoral. Warga negara asing yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih Guinea tidak dapat memilih. Pemutakhiran daftar pemilih di dalam negeri biasanya berlangsung dari Januari hingga Februari, sedangkan pendaftaran diaspora biasanya berlangsung dari Januari hingga Maret. Misi dinas yang berwenang dapat menggunakan prosedur pemungutan suara awal yang terdokumentasi, 72 jam sebelum pemilihan. Masa kampanye berlangsung sekitar 12 hari. Partai dan kandidat memperoleh akses ke waktu siaran, dan ruang poster tambahan serta lokasi publik dapat disediakan berdasarkan aturan perlakuan setara. Media seharusnya memperlakukan kandidat yang bersaing tanpa diskriminasi. Publikasi jajak pendapat dilarang sejak sehari sebelum pemungutan suara hingga tempat pemungutan suara ditutup. Laporan kampanye dan transparansi keuangan juga merupakan bagian dari kerangka pemilihan umum, dan CNE memberikan informasi objektif kepada pemilih. Data daftar pemilih yang diserahkan kepada CNE pada 18 Agustus 2026 mencatat 966,152 pemilih terdaftar. Lebih dari 25,000 kartu pengganti diterbitkan antara 13 Juli dan 11 Agustus 2026. Angka-angka ini menggambarkan daftar administrasi, tetapi dengan sendirinya tidak membuktikan kualitasnya secara independen. Penghitungan dimulai di tempat pemungutan suara, berlanjut melalui rekapitulasi regional, dan berakhir dengan pengumuman resmi CNE. Delegasi partai dan pemantau dapat mengikuti proses tersebut, dan pengadilan dapat meninjau sengketa pemilihan umum. Pihak berwenang dalam masa transisi menetapkan pemilihan Presiden dan legislatif berikutnya pada 6 Desember 2026. Konstitusi baru disetujui dalam referendum 30 Agustus 2026 menurut hasil CNE yang diumumkan pada 1 September, dengan 70 persen suara setuju dan 30 persen tidak setuju. Laporan publik berbeda pendapat mengenai jumlah anggota badan legislatif dan daerah pemilihan di masa mendatang. Karena itu, metode pembagian kursi dan aturan kandidat yang final harus merujuk pada Konstitusi yang telah disahkan dan diundangkan serta undang-undang pemilihan umum yang berlaku, bukan laporan sementara. Berdasarkan bukti yang tersedia, tanggal dalam kalender operasional pemilihan dan tenggat kandidat untuk 2026 belum ditetapkan. Pemilihan Presiden dan legislatif pada 23 November 2025 memiliki 966,152 pemilih terdaftar, 12 kandidat Presiden, dan 29 daerah pemilihan, tetapi pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada 26 November terjadi sebelum hasil resmi diumumkan. Pada 2 Desember, CNE belum memiliki cukup berita acara regional untuk menyelesaikan dan menerbitkan hasil akhir yang terkonfirmasi. Peristiwa itu menjadikan rangkaian berita acara tempat pemungutan suara, berita acara regional, pemantauan, dan pengumuman resmi CNE sebagai hal utama dalam menilai kredibilitas pemilihan. Pemilihan legislatif 2023 menjadi tolok ukur sebelumnya: 711,058 dari 893,618 pemilih terdaftar berpartisipasi, dan koalisi PAI-Terra Ranka memenangkan 54 dari 102 kursi dengan 39.38 persen suara.
Pemilihan umum di Guinea-Bissau
Pemilihan umum di Guinea-Bissau memungkinkan warga yang memenuhi syarat memilih Presiden dan anggota badan legislatif nasional. Warga Guinea yang berusia 18 tahun atau lebih harus terdaftar dalam daftar pemilih dan memiliki kartu pemilih; mereka memberikan suara sendiri, secara langsung dan rahasia di tempat pemungutan suara yang ditetapkan. Comissão Nacional de Eleições (CNE) menyelenggarakan proses dan mengumumkan hasil resmi, sedangkan daftar pemilih dan kartu pemilih ditangani secara teknis oleh Gabinete Técnico de Apoio ao Processo Eleitoral (GTAPE). Masa transisi 2026 telah memperkenalkan kerangka konstitusional baru, tetapi aturan pemilihan umum dan struktur daerah pemilihan yang final masih belum sepenuhnya ditetapkan.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

