Ley Fundamental dan Código Penal Ley Núm. 4/2022 membentuk kerangka utama untuk tindak pidana umum di Guinea Khatulistiwa. Kode tersebut mencakup delitos dan faltas, serta membedakan pelaku, kaki tangan, dan orang yang menyembunyikan pelaku atau membantu menghindari keadilan. Kode itu melindungi nyawa dan integritas fisik, kebebasan individu dan kolektif, kesetaraan, harta benda publik dan pribadi, kepentingan ekonomi, lingkungan, pertahanan nasional, keamanan negara, dan tatanan hukum internasional. Kode 2022 secara tegas memperkenalkan tindak pidana terorisme dan tindak pidana lain yang sebelumnya belum dihimpun dalam satu kode nasional. Penyelidikan pidana dapat melibatkan Policía Nacional, Gendarmería, otoritas kehakiman, dan Ministerio Fiscal. Umumnya diperlukan perintah penahanan dari hakim atau pengecualian yang sah seperti flagrante (tertangkap tangan). Panduan yang tersedia menyatakan bahwa orang yang ditangkap seharusnya dibawa ke hadapan otoritas kehakiman dalam waktu 72 jam. Orang tersebut seharusnya diberi tahu alasan penangkapan dan dugaan tindak pidana, dapat memilih untuk diam, tidak dipaksa memberatkan diri sendiri, memperoleh pengacara, dan menghubungi keluarga. Warga negara asing seharusnya menerima informasi konsuler, dan juru bahasa seharusnya tersedia bila diperlukan. Pengaduan mengenai penahanan dapat menggunakan habeas corpus; amparo dan petisi menyediakan upaya konstitusional atau prosedural tambahan. Proses pidana umumnya berlanjut dari penyelidikan dan penuntutan ke pengadilan pidana, lalu ke banding. Ministerio Fiscal melakukan penuntutan, sedangkan orang yang dirugikan dapat berpartisipasi sebagai acusación particular (pihak penuntut privat). Pada 2026, Ley Núm. 2/2026 secara tegas mengatur Tribunales de lo Penal, memperkuat peran banding Audiencias, dan memberikan fungsi koordinasi kepada Decanato. Reformasi itu juga bertujuan memisahkan penyelidikan dari persidangan dengan lebih jelas dan mengumumkan batas penahanan sebelum persidangan, tetapi penerapan praktis dan tenggat waktu yang telah dikonsolidasikan belum diverifikasi secara independen. Corte Suprema de Justicia tetap menjadi pengadilan tertinggi untuk kasasi. Pengadilan militer memiliki yurisdiksi yang secara hukum terbatas, tetapi laporan tentang proses terhadap warga sipil menimbulkan risiko serius terhadap proses hukum yang semestinya. Persidangan berlangsung secara lisan dan terbuka, dengan hak penuntutan dan pembelaan serta hak untuk mengajukan keberatan atas putusan. Proses biasanya menggunakan bahasa Spanyol, dengan penerjemahan bila diperlukan. Perkara dapat berlangsung lama. Jaminan dan penahanan sebelum persidangan diatur dalam hukum, tetapi durasi dan ketersediaannya bergantung pada perkara dan hakim. Aturan tentang biaya pengadilan dan ketersediaan pengacara pembela yang ditunjuk di seluruh negeri belum terkonsolidasi secara andal; perwakilan resmi khususnya dikaitkan dengan persidangan lisan, sedangkan nasihat awal atau perwakilan privat mungkin mengharuskan pembayaran. Ley Núm. 4/2022 menghapus hukuman mati di seluruh Código Penal umum. Sanksi yang tersedia mencakup penjara seumur hidup atau untuk jangka waktu tertentu, penahanan, denda, pencabutan hak, dan penyitaan. Masih ada pertentangan karena Ley Fundamental dan Código de Justicia Militar dilaporkan tetap memuat rujukan pada hukuman mati, sehingga menimbulkan risiko khusus dalam yurisdiksi militer. Korban dapat melaporkan tindak pidana kepada Policía Nacional atau Ministerio Fiscal. Pemerkosaan dan kekerasan seksual dituntut secara publik, sehingga pencabutan laporan setelah penuntutan dimulai umumnya tidak tersedia. Korban dapat berpartisipasi sebagai acusación particular (pihak penuntut privat) dan dapat meminta ganti rugi setelah putusan bersalah atau melalui gugatan perdata. Perwakilan hukum gratis dilaporkan tersedia untuk persidangan pidana publik, sedangkan perwakilan pada tahap awal mungkin mengharuskan pembayaran di muka. Ley 1/2004 mengatur perdagangan manusia; bukti tahun 2024 mencatat identifikasi korban, rujukan, dan putusan bersalah, sementara tempat penampungan negara direncanakan. Ley Núm. 6/2006 melarang dan memberikan sanksi atas penyiksaan, meskipun akuntabilitas dalam praktik tetap lemah. Temuan PBB terakhir yang dapat diandalkan menetapkan usia minimum pertanggungjawaban pidana pada 16 tahun. Orang berusia 16 hingga 18 tahun mendapat perlakuan yang meringankan, tetapi penyelenggaraan terkini pengadilan khusus anak, penahanan, dan pemisahan ketat dari orang dewasa belum dapat dipastikan secara andal. Jalur usia yang berlaku sebaiknya diperiksa terhadap naskah resmi terkini dan nasihat hukum yang memenuhi kualifikasi. Tindak pidana lalu lintas tidak dapat dijelaskan berdasarkan kode lalu lintas nasional terkini yang telah diverifikasi secara andal: tindak pidana kecelakaan, tabrak lari, cedera atau kematian karena kelalaian, perizinan, denda, kantor yang bertanggung jawab, biaya, dan tenggat waktu masih merupakan kesenjangan bukti. Perkara tersebut sebaiknya dinilai berdasarkan tindak pidana umum dan aturan lalu lintas setempat yang berlaku, bukan dengan memindahkan aturan dari Republik Guinea. Ley Núm. 7/2024 mencakup perundungan siber, akses tanpa izin ke sistem atau data, penyadapan atau perekaman komunikasi, gangguan sistem, perusakan data, dan serangan terhadap infrastruktur kritis. Undang-undang tersebut dapat berlaku terhadap perbuatan yang dicakup, baik di dalam maupun di luar Guinea Khatulistiwa. Hukumannya berkisar dari satu hingga enam tahun penjara dan denda 500.000 hingga 100.000.000 F CFA, bergantung pada tindak pidananya. Policía Nacional dan Ministerio Fiscal dapat melakukan penyelidikan, sedangkan akses, penyalinan, penyitaan, dan data penyedia layanan memerlukan izin pengadilan. Data lalu lintas atau akses dapat disimpan hingga 90 hari, dengan satu kali perpanjangan. Guinea Khatulistiwa telah meratifikasi ICCPR, CAT, CRC, CEDAW, CRC-OP-SC, dan CRPD. Negara tersebut belum meratifikasi Protokol Opsional CAT, Protokol Opsional Kedua ICCPR tentang penghapusan hukuman mati, atau Statuta Roma. Laporan tentang penahanan sewenang-wenang, penahanan tanpa komunikasi, penyiksaan atau perlakuan buruk, terbatasnya akses ke pengacara, penjara yang penuh sesak dan tidak memadai, pemantauan independen yang terbatas, serta lemahnya independensi peradilan memengaruhi penilaian praktis atas hak dalam hukum pidana.
Hukum pidana di Guinea Khatulistiwa
Hukum pidana di Guinea Khatulistiwa menetapkan tindak pidana, pertanggungjawaban, penyelidikan, persidangan, hukuman, serta hak orang yang dituduh dan dirugikan. Kode utama untuk tindak pidana umum adalah Código Penal Ley Núm. 4/2022, yang berlaku sejak 10 Desember 2022 dan menggantikan Spanish Penal Code 1963. Polisi, Gendarmería, Ministerio Fiscal, dan pengadilan pidana menangani tahap yang berbeda, sementara penahanan, akses ke pengacara, dan upaya hukum yang efektif tetap menjadi persoalan praktis yang penting.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

