Jepang mengatur masuk dan tinggal melalui hukum imigrasi serta prosedur administratif. Warga negara asing pada umumnya memerlukan dasar hukum untuk masuk, tinggal, dan melakukan kegiatan yang diatur. Konsep utamanya adalah status tinggal, atau zairyū shikaku. Kategori status dikaitkan dengan tujuan seperti bekerja, belajar, hubungan keluarga, pelatihan, atau tinggal jangka panjang. Visa biasanya digunakan saat mengajukan izin untuk bepergian ke Jepang dan meminta izin masuk. Setelah seseorang diterima masuk, status tinggal yang diberikan menentukan kegiatan yang boleh dilakukan dan lama tinggalnya di Jepang. Banyak penduduk jangka menengah dan panjang menerima kartu izin tinggal yang disebut zairyū kādo. Kartu ini merupakan dokumen identitas penting, tetapi catatan imigrasi dan status yang mendasarinya tetap menentukan secara hukum. Izin bekerja bergantung pada kategori status tinggal dan kegiatan yang dilakukan. Beberapa status secara umum mengizinkan pekerjaan, beberapa hanya mengizinkan kegiatan profesional tertentu, dan beberapa memerlukan izin terpisah untuk kegiatan berbayar tambahan. Perubahan pekerjaan, sekolah, keadaan keluarga, alamat, atau informasi identitas dapat menimbulkan kewajiban pemberitahuan atau pengajuan permohonan. Perubahan besar mungkin juga memerlukan status yang berbeda, bukan sekadar pemberitahuan. Prosedur umum meliputi perpanjangan masa tinggal, perubahan status, izin untuk kegiatan tambahan, pengaturan izin masuk kembali, dan permohonan izin tinggal permanen. Permohonan tidak otomatis disetujui hanya karena telah diajukan. Keputusan imigrasi dapat memengaruhi pekerjaan, tempat tinggal, kehidupan keluarga, dan akses ke layanan. Perencanaan sejak dini, dokumen yang jujur, dan informasi yang konsisten sangat penting karena kesalahan dapat menimbulkan konsekuensi serius.
Hukum imigrasi di Jepang
Hukum imigrasi di Jepang terutama diatur berdasarkan status tinggal seseorang, yang disebut zairyū shikaku. Status ini menentukan tujuan tinggal yang diizinkan dan dapat membatasi pekerjaan atau kegiatan lainnya. Visa yang digunakan untuk bepergian ke Jepang berkaitan dengan, tetapi tidak sama dengan, status tinggal setelah masuk.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

