Jepang memiliki sistem hukum civil law yang terutama dibangun berdasarkan peraturan perundang-undangan tertulis. Konstitusi merupakan aturan hukum tertinggi dan melindungi hak-hak dasar sekaligus menetapkan peran lembaga-lembaga pemerintah. Parlemen Nasional (National Diet) membuat undang-undang, sementara Kabinet dan kementerian mengeluarkan aturan yang lebih rinci dalam kewenangan hukum mereka. Prefektur dan pemerintah daerah juga dapat menetapkan peraturan untuk urusan setempat. Jepang memiliki beberapa bidang hukum utama. Bidang-bidang tersebut meliputi hukum tata negara, hukum administrasi, hukum perdata, hukum komersial, hukum ketenagakerjaan, hukum imigrasi, hukum keluarga, dan hukum pidana. Pengadilan membentuk hierarki nasional, dengan Mahkamah Agung (Supreme Court) di tingkat teratas. Pengadilan yang lebih rendah meliputi pengadilan tinggi, pengadilan distrik, pengadilan keluarga, dan pengadilan ringkas, yang masing-masing memiliki tanggung jawab berbeda. Banyak urusan hukum sehari-hari dimulai di luar pengadilan. Seseorang mungkin terlebih dahulu menghubungi kantor pemerintah daerah, biro kementerian, kantor polisi, kantor ketenagakerjaan, pusat konsumen, atau otoritas lain yang bertanggung jawab atas masalah tersebut. Dokumen sangat penting dalam praktik hukum dan administrasi Jepang. Kontrak, pemberitahuan, tanda terima, formulir permohonan, catatan kependudukan, dan pesan tertulis dapat menunjukkan apa yang terjadi dan kapan hal itu terjadi. Sengketa dapat ditangani melalui negosiasi, mediasi, peninjauan administratif, atau proses pengadilan. Jalur yang sesuai bergantung pada pokok masalah, tingkat urgensi, bukti yang tersedia, dan upaya hukum yang diminta. Sistem ini menyediakan hak-hak formal dan prosedur yang teratur, tetapi bahasa, biaya, waktu, dan dokumen yang tidak familiar dapat membatasi akses. Meminta nasihat sejak awal dari kantor pemerintah yang tepat atau profesional Jepang yang berkualifikasi dapat mencegah kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari.
Hukum di Jepang
Hukum di Jepang terutama didasarkan pada aturan tertulis, termasuk Konstitusi, undang-undang, perintah kabinet, dan peraturan daerah. Pengadilan menafsirkan aturan-aturan ini, sementara kantor pemerintah menerapkan banyak di antaranya dalam prosedur sehari-hari. Memahami pihak yang bertanggung jawab dan menyimpan catatan yang jelas sering kali merupakan langkah awal yang terbaik.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

