Politik di Jepang

Politik di Jepang berlangsung dalam monarki konstitusional parlementer. Pemilih memilih perwakilan, parlemen nasional membuat undang-undang nasional, dan Kabinet mengarahkan pemerintahan nasional. Partai politik, majelis daerah, pengadilan, pejabat publik, kelompok kepentingan, dan warga semuanya memengaruhi keputusan publik.

Negara

Negara Jepang diatur berdasarkan Konstitusi tertulis yang menempatkan kewenangan pemerintahan di tangan rakyat. Lembaga-lembaga nasional berbagi tanggung jawab legislatif, eksekutif, dan yudikatif, sedangkan prefektur dan pemerintah daerah mengelola urusan penting setempat. Kaisar melambangkan kesinambungan dan menjalankan fungsi seremonial, tetapi tidak memerintah negara.

Pemilu

Pemilu di Jepang memungkinkan warga negara yang memenuhi syarat memilih anggota Parlemen Nasional (National Diet) serta pemimpin dan majelis daerah yang dipilih. Berbagai pemilihan menggunakan daerah pemilihan, perwakilan proporsional, atau keduanya, sehingga pemilih dapat menerima lebih dari satu surat suara. Pemilu menentukan perwakilan, tetapi Perdana Menteri ditunjuk oleh Parlemen Nasional, bukan dipilih langsung oleh masyarakat.

VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.