Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Republik Kirgiz menetapkan tindak pidana sebagai perbuatan atau kelalaian yang berbahaya bagi masyarakat, dilakukan dengan kesalahan, dan dapat dipidana. Kitab ini menerapkan prinsip legalitas, kepastian hukum, kesetaraan, kesalahan, keadilan, individualisasi, tanggung jawab pribadi, kemanusiaan, dan kepastian pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban pidana dapat bergantung pada kesengajaan atau kelalaian. Kitab ini juga mengatur persiapan, percobaan, penyertaan oleh beberapa orang, pembelaan yang diperlukan, keadaan darurat, penahanan pelaku, masa daluwarsa, dan perdamaian. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tercatat dalam versi yang direvisi pada 24 Juli 2026. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana No. 129 tercatat dalam versi yang direvisi pada 28 Juli 2026, dan Kitab Undang-Undang Hukum Pelaksanaan Pidana No. 17 dalam versi yang direvisi pada 11 Juni 2026. Kitab ini menggolongkan tindak pidana sebagai ringan, kurang berat, berat, atau sangat berat berdasarkan maksimum pidana penjara yang ditetapkan undang-undang. Bagian Khususnya mencakup tindak pidana terhadap nyawa dan kesehatan, integritas seksual, harta benda, perekonomian, keselamatan umum, kekuasaan negara, peradilan, keselamatan transportasi, dan keamanan siber. Proses pidana biasanya dimulai dengan laporan atau pernyataan kepada МВД atau badan penyelidikan lain yang berwenang, atau kepada jaksa. Laporan didaftarkan dalam Единный реестр преступлений, kemudian diikuti pemeriksaan atau penyelidikan praperadilan, pengumpulan bukti dan tindakan penyidikan, keputusan jaksa atau dakwaan, sidang pengadilan tingkat pertama, banding atau kasasi, lalu pelaksanaan putusan. Kirgizstan juga mengenal model penuntutan umum, penuntutan umum-swasta, dan penuntutan swasta. Pengadilan menyelenggarakan peradilan pidana. Pengadilan setempat biasanya memeriksa perkara pada tingkat pertama, sedangkan Mahkamah Agung meninjau putusan pidana; Mahkamah Konstitusi menjalankan yurisdiksi konstitusionalnya. Kejaksaan Agung mengawasi legalitas, menjalankan kewenangan praperadilan yang diberikan undang-undang, melakukan penuntutan negara, dan mengawasi pelaksanaan pidana. МВД/ОВД dan badan penyelidikan lain mendaftarkan laporan, mengamankan jejak, dan melakukan tindakan operasional. Penyidik memimpin penyidikan praperadilan dalam batas kewenangannya. Следственный судья, atau hakim penyidik, mengawasi tindakan yang membatasi kebebasan dan hal lain yang menurut hukum memerlukan otorisasi pengadilan. Tersangka atau terdakwa memperoleh asas praduga tak bersalah dan dapat menggunakan jasa pengacara, penerjemah, akses ke berkas perkara, mengajukan permohonan, mengajukan keberatan terhadap pejabat, mengajukan bukti, menggunakan hak untuk diam, dan mengajukan banding. Penyidik bertindak mandiri dalam batas kewenangan hukumnya, tetapi Kitab Undang-Undang dapat mensyaratkan persetujuan jaksa atau otorisasi pengadilan untuk tindakan tertentu. Tindakan penyidikan khusus dan bukti harus memenuhi ketentuan formal hukum acara pidana. Putusan bersalah harus didasarkan pada keseluruhan bukti yang telah dinilai, bukan asumsi. Orang dewasa harus dibebaskan kecuali surat perintah penahanan telah sampai di tempat penahanan dalam 48 jam; untuk anak, batas waktunya 24 jam. Keabsahan penahanan dapat digugat di pengadilan. Pendampingan penasihat hukum wajib dalam perkara yang ditentukan Kitab Undang-Undang. Bantuan hukum yang dijamin negara diatur oleh Undang-Undang No. 91 tanggal 10 Agustus 2022, dengan pelaksanaan dan tarif yang berlaku pada 2026; biaya penasihat hukum yang dipilih sendiri bergantung pada perkara dan pengacaranya. Tidak ada jangka waktu universal untuk perkara pidana karena kerumitan, penahanan, pekerjaan ahli, dan tahap pengadilan memengaruhi jadwalnya. Pengadilan dapat menjatuhkan kerja sosial, pembatasan kebebasan, larangan menduduki jabatan atau melakukan kegiatan tertentu, kerja korektif, atau denda tanpa memisahkan seseorang dari masyarakat. Sanksi yang memisahkan seseorang dari masyarakat mencakup penempatan di unit militer disipliner, pidana penjara waktu tertentu, dan pidana penjara seumur hidup. Sanksi tambahan dapat mencakup pencabutan pangkat atau penghargaan, perampasan, pengusiran, serta larangan menduduki jabatan atau melakukan kegiatan tertentu. Pengadilan juga dapat memberikan ganti rugi atas kerugian materiil dan moril. Pengawasan masa percobaan, pembebasan bersyarat, amnesti, pengampunan, dan daluwarsa pelaksanaan putusan dapat memengaruhi pelaksanaan pidana, tetapi langkah yang tersedia bergantung pada tindak pidana dan syarat hukum yang berlaku. Tidak ada satu sanksi yang berlaku untuk setiap tindak pidana. Korban dapat berupa orang perseorangan atau badan hukum yang mengalami kerugian materiil atau moril akibat tindak pidana. Penyidik atau pengadilan biasanya menetapkan status korban setelah adanya pengaduan; jika orang yang dirugikan meninggal atau tidak dapat menggunakan haknya, kerabat dekat atau pasangannya dapat memperoleh status tersebut. Korban dapat mengetahui dakwaan, menggunakan bahasa ibunya dan penerjemah, mengajukan bukti dan permohonan, mengajukan keberatan terhadap pejabat, menunjuk wakil, meminta perlindungan, mengajukan banding atas putusan, ikut dalam mediasi atau perdamaian jika tersedia menurut hukum, dan meminta ganti rugi. Korban juga mungkin wajib memenuhi panggilan, memberikan kesaksian yang benar, menyerahkan benda, dokumen, atau sampel yang relevan, menjalani pemeriksaan, serta merahasiakan informasi setelah diperingatkan. Anak adalah orang yang berusia di bawah 18 tahun saat dugaan tindak pidana terjadi. Pertanggungjawaban pidana umum dimulai pada usia 16 tahun, sedangkan pertanggungjawaban sejak usia 14 tahun hanya berlaku untuk kelompok tindak pidana berat yang disebutkan secara terbatas, termasuk pembunuhan, penganiayaan berat atau sedang, pemerkosaan atau kekerasan seksual, penculikan, perdagangan orang, pencurian, perampokan, pemerasan, pencurian kendaraan, terorisme, penyanderaan, serta tindak pidana tertentu terkait senjata, narkoba, dan transportasi. Orang berusia 14 sampai 18 tahun dikenai sanksi khusus, tindakan pendidikan, atau pengawasan masa percobaan. Untuk orang berusia 16 sampai 18 tahun yang melakukan tindak pidana ringan atau kurang berat untuk pertama kali, tidak memiliki putusan pidana sebelumnya, dan mengaku, penyidik dapat menerapkan pengalihan melalui kontrak di luar sistem. Perkara anak melibatkan pengadilan khusus, jaksa, МВД, pengacara, layanan kesehatan dan pendidikan, lembaga masa percobaan, badan pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pusat anak. Anak harus diajukan untuk keputusan penahanan yang relevan dalam 24 jam. Pelanggaran lalu lintas terutama diatur dalam Bab 39, Pasal 311 sampai 318 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pertanggungjawaban pidana dapat timbul jika pelanggaran keselamatan atau pengoperasian transportasi menimbulkan akibat yang signifikan, berat, atau sangat berat. Mengemudi berulang kali dalam keadaan mabuk setelah pelanggaran sebelumnya diatur dalam Pasal 312-1. Ketentuan lain mencakup perbaikan yang tidak aman, mengizinkan pengemudi yang mabuk atau tidak memiliki lisensi untuk mengemudikan kendaraan, sabotase transportasi, dan pemblokiran jalan. Pelanggaran lalu lintas biasa dan pelanggaran pertama berupa mengemudi dalam keadaan mabuk pada umumnya tetap termasuk dalam Kitab Undang-Undang Pelanggaran, bukan hukum pidana. Aturan lalu lintas yang berlaku tercatat dalam versi yang direvisi pada 31 Oktober 2025, dan Direktorat Utama Keselamatan Lalu Lintas МВД merupakan badan utama keselamatan jalan. Bab 40, Pasal 319 sampai 322, mencakup tindak pidana digital seperti akses tanpa izin ke informasi komputer, dokumen elektronik, sistem informasi, atau jaringan telekomunikasi, perangkat lunak berbahaya, sabotase siber, dan pesan elektronik massal. Kerusakan terhadap infrastruktur penting dan tindakan berkelompok dapat memperberat pertanggungjawaban. Insiden digital juga dapat memenuhi unsur ketentuan tentang harta benda, privasi, rahasia, ekstremisme, atau tindak pidana lain. Kitab Undang-Undang Digital tidak menggantikan penggolongan tindak pidana menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Bukti dan prosedur tetap mengikuti Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, termasuk aturan akses digital, penyitaan, dan pemeriksaan ahli.
Hukum pidana di Kirgizstan
Hukum pidana di Kirgizstan menetapkan perbuatan atau kelalaian yang berbahaya bagi masyarakat dan dilakukan dengan kesalahan sebagai tindak pidana, siapa yang dapat dimintai pertanggungjawaban pribadi, serta sanksi yang dapat dijatuhkan pengadilan. Cakupannya meliputi pelaporan dan penyelidikan, proses pidana, hak tersangka atau terdakwa, tuntutan korban, peradilan anak, pelanggaran lalu lintas, dan kejahatan digital. Kerangka hukum utamanya terdiri atas Kitab Undang-Undang Hukum Pidana No. 127, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana No. 129, dan Kitab Undang-Undang Hukum Pelaksanaan Pidana No. 17.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

