Komisi Pusat Pemilihan dan Referendum Republik Kirgiz, yang lazim disebut CEC (Central Commission for Elections and Referenda), menyelenggarakan pemilihan nasional. Tiga puluh komisi pemilihan distrik, yang dikenal sebagai DEC, dan sekitar 2.500 komisi pemilihan tempat pemungutan suara, yang dikenal sebagai PEC, mengatur pemungutan dan penghitungan suara. Dinas Registrasi Negara, melalui Kyzmat, memelihara daftar pemilih yang disebut TIZME. Kerangka pemilihan yang berlaku didasarkan pada Konstitusi 2021, undang-undang konstitusional tentang pemilihan, CEC dan komisi pemilihan, serta perubahan yang dikonsolidasikan oleh CEC pada 28 Juli 2026. Pemilihan kenesh lokal mengikuti undang-undang dan prosedur tersendiri. Jogorku Kenesh (parlemen Kirgizstan) memiliki 90 kursi dan masa jabatan lima tahun. Pemilihan parlemen membagi Kirgizstan menjadi 30 distrik yang masing-masing memiliki tiga kursi. Setiap pemilih memilih satu kandidat atau menandai pilihan “menolak semua”; tiga kandidat dengan peringkat tertinggi di setiap distrik memperoleh mandat. Satu kursi di setiap distrik dicadangkan bagi gender yang kurang terwakili. Sistem ini tidak memiliki pemungutan suara nasional untuk daftar partai maupun ambang batas pemilihan, sehingga perwakilan di parlemen sangat bergantung pada kandidat perseorangan dan distrik lokal, bukan daftar partai nasional. Batas distrik ditetapkan melalui Resolusi CEC No. 88 tanggal 1 Oktober 2025. Rata-rata setiap distrik memiliki sekitar 142.900 pemilih terdaftar, dengan variasi menurut undang-undang sebesar plus atau minus 20%, meskipun delapan distrik melampaui pedoman internasional 10% dan satu distrik melampaui 15%. Warga negara Kirgizstan dapat memilih mulai usia 18 tahun pada hari pemilihan. Orang yang sedang menjalani hukuman penjara, apa pun tindak pidananya, dan orang yang dinyatakan tidak cakap secara hukum oleh pengadilan tidak dapat memilih. Pendaftaran biometrik diwajibkan setelah usia 16 tahun agar seseorang dapat dimasukkan ke dalam sistem pemilih. Daftar pemilih diperbarui setiap hari, dan pemilih dapat meminta koreksi melalui PEC atau CEC. Daftar pemilih final untuk pemilihan parlemen 2025 mencantumkan 4.294.243 orang, termasuk 51,5% perempuan. Pemungutan suara gratis. Tempat pemungutan suara reguler umumnya buka dari pukul 08.00 hingga 20.00. Warga negara yang berada di luar negeri dapat memilih di tempat pemungutan suara CEC; pada 2025, Kirgizstan mengoperasikan 100 tempat pemungutan suara semacam itu di 34 negara. Kirgizstan untuk pertama kalinya menerapkan pemungutan suara jarak jauh secara nasional pada 2025. Pemilih dapat memberikan suara di tempat pemungutan suara mana pun di luar distrik asalnya, tetapi menerima surat suara yang memuat kandidat dari distrik asal pemilih tersebut. Identifikasi terpusat dimaksudkan untuk mencegah pemungutan suara berulang, dan suara jarak jauh mencakup sekitar 12% dari seluruh suara. Catatan penelitian menyebutkan bahwa masih ada pertanyaan yang belum terselesaikan mengenai penghitungan dan verifikasi surat suara jarak jauh, sehingga prosedur ini tidak boleh dianggap sama dengan pemungutan suara distrik biasa. Pemungutan suara menggunakan identifikasi biometrik, pemindai surat suara, dan kode QR unik pada surat suara. Pemilih menandai surat suara kertas dengan tangan, lalu pemindai mengirimkan hasil sementara. Hasil elektronik tetap bersifat sementara; hasil yang sah secara hukum berasal dari penghitungan manual dan tabulasi berikutnya di tingkat distrik dan CEC. Pengamat melaporkan masalah konektivitas dan listrik di sejumlah tempat. Tidak tersedianya kode sumber untuk publik atau jejak audit publik yang lengkap, bersama dengan daftar partisipasi pemilih dan kekhawatiran mengenai keterkaitan kode QR, menimbulkan risiko terdokumentasi terhadap kerahasiaan surat suara. Undang-undang menjamin pemungutan suara yang rahasia, langsung, setara, dan universal. Anggota PEC dilarang mengungkapkan pilihan pemilih. Perwakilan kandidat serta pengamat warga sipil atau internasional boleh hadir selama tidak mengganggu pemungutan suara. Aturan aksesibilitas bagi pemilih penyandang disabilitas tersedia, tetapi penerapannya tidak merata: selama pemilihan 2025, 42% tempat pemungutan suara yang diamati tidak memiliki akses fisik mandiri, 21% tidak memiliki tata letak yang memadai, dan 21% tidak memiliki sarana bantuan visual. Pengamat juga menemukan bahwa pengaturan bilik pemungutan suara mengurangi kerahasiaan surat suara di 36% tempat pemungutan suara yang diamati. Kandidat Jogorku Kenesh harus merupakan warga negara Kirgizstan berusia sekurang-kurangnya 25 tahun, memiliki pendidikan tinggi, dan telah tinggal secara permanen di Kirgizstan sekurang-kurangnya lima tahun. Untuk keperluan jabatan publik atau layanan sipil, mereka tidak boleh memiliki kewarganegaraan asing. Undang-undang juga menetapkan pembatasan yang berkaitan dengan catatan pidana, termasuk beberapa vonis yang telah dihapuskan atau proses yang dihentikan, daftar pencegahan, serta pembatasan terbatas yang berlaku bagi rohaniwan. Persyaratan bahasa Kirgiz menurut undang-undang tidak diterapkan pada 2025 karena peraturan pelaksana yang diperlukan belum tersedia. Kandidat dapat dicalonkan oleh partai politik terdaftar atau mencalonkan diri sendiri. Kandidat hanya boleh maju di satu distrik; partai tidak boleh mengajukan lebih dari satu kandidat per distrik, dan daftar partai tidak boleh memuat lebih dari 70% kandidat dari satu gender. Pendaftaran mensyaratkan biaya pemilihan yang tidak dapat dikembalikan sebesar KGS 300.000, dengan pengurangan bagi kandidat penyandang disabilitas. Pada 2025, sebanyak 465 kandidat terdaftar, termasuk 189 perempuan; 98% mencalonkan diri sendiri. Kampanye parlemen 2025 berlangsung dari 10 hingga 29 November. Undang-undang melarang penyalahgunaan sumber daya administratif, pembelian suara, informasi palsu, konten yang memfitnah atau mendiskreditkan, serta komentar negatif selama waktu siaran gratis di media milik negara. Jejaring sosial tidak diatur oleh aturan kampanye tersendiri, tetapi aturan kampanye umum tetap berlaku. Dana kampanye harus disalurkan melalui rekening khusus di salah satu dari dua bank milik negara. Dana seorang kandidat tidak boleh melebihi KGS 20 juta; sumbangan pribadi dibatasi sekitar KGS 10 juta; dan perseorangan atau badan hukum tidak boleh menyumbang lebih dari sekitar KGS 500.000. Sumbangan dari pihak asing, anonim, pegawai layanan publik, militer, peradilan, dan rohaniwan dilarang. Jasa kampanye harus dibayar melalui transfer bank, dan laporan keuangan harus diselesaikan dalam lima hari. Pengawasan dan verifikasi dinilai lemah, sementara dugaan pembelian suara yang kredibel tersebar luas. Informasi pemilih terutama disediakan dalam bahasa Kirgiz dan Rusia. Kesenjangan bahasa minoritas dan aksesibilitas dapat mempersulit pemilih membuat pilihan berdasarkan informasi. NTRK dan ElTR yang didanai negara menyediakan waktu siaran gratis dan debat, tetapi pemberitaan media sangat berfokus pada prosedur dan liputan editorial independen terbatas. Media sosial merupakan sumber utama informasi politik. Untuk pemilihan parlemen 2025, CEC melaporkan angka partisipasi sementara sebesar 34,31%. Hasil elektronik di setiap tempat pemungutan suara diumumkan segera, lalu diikuti penghitungan manual dan tabulasi DEC. Pengamat memberikan penilaian negatif terhadap penghitungan manual di 44 dari 118 tempat pemungutan suara yang diamati, melaporkan bahwa penghitungan manual tidak dilakukan di 30 tempat, dan menilai hampir setengah tabulasi yang diamati secara negatif. Pada 10 Desember 2025, CEC menyetujui semua hasil DEC kecuali satu. CEC mula-mula membatalkan hasil Distrik 13 setelah kamera dan perekaman pemilih ditemukan di 35 dari 94 PEC, lalu membatalkan keputusan tersebut pada 13 Februari 2026 setelah menerima temuan Kementerian Dalam Negeri. CEC membatalkan suara untuk Bakyt Sydykov, mengakui Aibek Altynbekov, Talant Mamytov, dan Aigul Karabekova, lalu mendaftarkan mandat final pada 18 Februari 2026 sehingga seluruh 90 kursi terisi. Pengaduan pemilihan biasanya diproses melalui administrasi pemilihan. Pengaduan dapat diajukan dari CEC ke Pengadilan Administratif Bishkek, lalu ke Mahkamah Agung melalui kasasi. Pengaduan pada hari pemilihan memerlukan tindakan segera. CEC menerima pengaduan daring, sedangkan proses pengadilan mengharuskan pengajuan dokumen fisik. Perubahan yang disahkan pada 2025 mempersempit pihak yang berhak menggugat hasil: pemilih pada praktiknya kehilangan akses untuk menggugat hasil, dan partai kehilangan kedudukan hukum untuk menggugat. Tenggat yang singkat, keputusan yang tertunda, keputusan tanpa alasan lengkap, serta sidang tertutup mengurangi efektivitas upaya hukum dalam praktik. Pada 2025, CEC menjatuhkan 83 denda dalam 74 kasus dan mengeluarkan enam peringatan; pihak berwenang juga membuka 15 proses pidana terkait dugaan pembelian suara. Pemilihan presiden berlangsung secara langsung. Presiden menjabat selama lima tahun dan dapat menjabat paling banyak dua periode. Kandidat presiden harus berusia sekurang-kurangnya 35 tahun, menguasai bahasa negara, telah tinggal di Kirgizstan sekurang-kurangnya 15 tahun, tidak memiliki kewarganegaraan asing, dan mengumpulkan sekurang-kurangnya 30.000 tanda tangan pemilih. Kandidat harus memperoleh lebih dari setengah suara; jika tidak, putaran kedua akan berlangsung. Berdasarkan versi undang-undang pemilihan tertanggal 28 Juli 2026, pemilihan presiden reguler dijadwalkan pada Rabu keempat bulan Januari di tahun berakhirnya masa jabatan, yang berarti 27 Januari 2027 untuk siklus saat ini. Jogorku Kenesh menetapkan pemilihan tersebut sekurang-kurangnya empat minggu sebelumnya, sementara kalender final dan penetapan oleh CEC masih menunggu pada 9 September 2026. Pemilihan parlemen menentukan anggota legislatif dan peran pengawasannya, bukan Kabinet secara langsung. Presiden adalah kepala negara dan pemegang kewenangan eksekutif, menentukan susunan Kabinet, serta mengangkat ketua, wakil ketua, dan anggota Kabinet dengan persetujuan Jogorku Kenesh. Pengamat pemilihan dapat berupa perwakilan kandidat, organisasi warga, atau misi internasional. Untuk pemilihan 2025, CEC mengakreditasi 788 pengamat internasional, sedangkan hanya dua organisasi warga yang masing-masing menerima akreditasi untuk satu pengamat. Partisipasi masyarakat sipil berkurang karena kendala pendanaan dan persyaratan pendaftaran sebagai perwakilan asing.
Pemilihan umum di Kirgizstan
Kirgizstan mengadakan pemilihan langsung untuk Jogorku Kenesh, presiden, dan kenesh lokal. Warga berusia 18 tahun atau lebih dapat memilih jika mereka warga negara Kirgizstan, tercantum dalam daftar pemilih, dan telah menjalani identifikasi biometrik. Pemilihan parlemen menggunakan 30 distrik yang masing-masing memiliki tiga kursi, sedangkan pemilihan presiden menggunakan sistem mayoritas nasional.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

