Konstitusi adalah otoritas hukum tertinggi di Kiribati. Undang-undang, ordonansi, dan peraturan berlaku di bawahnya. Berdasarkan Laws of Kiribati Act 1989, hukum adat setempat diutamakan daripada common law dan equity jika adat tersebut selaras dengan Konstitusi dan perundang-undangan serta sesuai dengan keadaan setempat. Common law terutama terdiri atas aturan hukum yang dikembangkan pengadilan, sedangkan equity menyediakan pemulihan tambahan dan prinsip keadilan. Common law dan equity Inggris tetap berlaku sepanjang belum digantikan dan masih sesuai untuk Kiribati. Negara ini tidak memiliki satu Civil Code yang menyeluruh, sehingga aturan yang berlaku dapat berasal dari undang-undang, putusan pengadilan, hukum adat, atau gabungan sumber-sumber tersebut. Sengketa perdata dapat ditangani melalui pengadilan formal, sidang pengadilan keliling di pulau terluar, serta penyelesaian konflik adat atau berbasis masyarakat. Kehakiman mencakup Magistrates' Courts, High Court, dan Court of Appeal. Magistrates' Courts menangani gugatan perdata lokal dalam yurisdiksi nilai uang yang berlaku, termasuk gugatan kontrak pribadi dan perbuatan melawan hukum di bawah $3.000 menurut jadwal Cap. 52 yang ditinjau. Perintah Chief Justice dapat memperluas yurisdiksi tersebut. High Court mengadili perkara perdata pada tingkat pertama serta mengawasi atau meninjau perkara pengadilan yang lebih rendah. Court of Appeal mengadili banding. Sengketa tanah biasanya dimulai di hadapan pengadilan tanah khusus beranggotakan lima orang dalam sistem Magistrates' Court dan dapat diajukan ke High Court melalui banding. Magistrates' Courts diharapkan mendorong rekonsiliasi dan penyelesaian damai. Kesepakatan yang dicapai melalui proses masyarakat dapat menyelesaikan sengketa praktis, tetapi dampak hukumnya bergantung pada keadaan dan proses pengadilan atau undang-undang yang diwajibkan. Sidang pengadilan umumnya menggunakan bahasa I-Kiribati, dengan juru bahasa bila diperlukan. Sidang rutin diselenggarakan setidaknya sekali setiap tahun kalender berdasarkan peraturan pengadilan yang ditinjau. Kehakiman menggunakan sidang keliling di pulau terluar karena penduduk tinggal di 21 pulau berpenghuni, sehingga tempat dan waktu sidang dapat memengaruhi akses terhadap gugatan. Kontrak umumnya dinilai melalui penawaran, penerimaan, pelanggaran, dan pemulihan berdasarkan common law dan equity setempat, bersama peraturan khusus. Undang-undang terkait mencakup Sale of Goods Act 3/1992, Moneylenders Act, peraturan asuransi, dan Incorporated Society Act. Dalam perkara AUSPACIFIC Construction v Attorney-General, pengadilan memperlakukan penandatanganan formal yang dinyatakan sebagai syarat pendahuluan, yang berarti para pihak belum membentuk perjanjian mengikat sebelum tanda tangan yang diwajibkan diberikan. Karena itu, perjanjian tertulis sebaiknya diperiksa untuk klausul yang menjadikan tanda tangan, persetujuan, atau peristiwa lain sebagai syarat berlakunya hukum. Bergantung pada faktanya, pengadilan dapat memberikan ganti rugi, mengeluarkan perintah injunksi, atau memerintahkan pelaksanaan tertentu. Kontrak dengan Negara juga dapat melibatkan Attorney-General dan persyaratan hukum tambahan. Tanah merupakan bagian sentral dan sangat khusus dalam hukum perdata Kiribati. Tanah pribumi diatur oleh Native Lands Ordinance, Lands Code, dan prosedur tanah terkait. Tanah negara mengikuti kerangka terpisah berdasarkan State Lands Act 2001, dan kedua sistem tidak boleh diperlakukan saling dapat dipertukarkan. Daftar tanah pribumi umumnya dianggap konklusif, dengan tunduk pada koreksi berdasarkan undang-undang. Pengalihan yang dilakukan di luar proses yang berwenang secara hukum dapat batal. Tanah pribumi umumnya tidak dapat dialihkan kepada orang nonpribumi, kecuali transaksi tertentu yang melibatkan Pemerintah, dewan, Housing Corporation, koperasi, atau National Loans Board. Sewa atau sub-sewa tanah pribumi memerlukan pemeriksaan pengadilan, persetujuan Menteri, dan pendaftaran sebelum sah. Pemberi sewa harus mempertahankan cukup tanah bagi dirinya dan tanggungannya. Land Management Division, Chief Lands Officer, dan Native Lands Registrar menangani fungsi administratif dan pendaftaran utama. Pengadilan dapat menangani penguasaan, sewa, dan ganti rugi dalam sengketa tanah. Informasi pemerintah mencantumkan biaya $5,60 untuk catatan atau pencarian kepemilikan dan $1 per halaman untuk daftar tanah; biaya saat ini harus dipastikan kepada kantor terkait. Peninjauan sewa dilakukan setiap tiga tahun berdasarkan kerangka terkait. Urusan keluarga menggabungkan undang-undang formal dengan praktik adat. Marriage Ordinance dan Marriage Amendment Act 2002 mengatur pendaftaran perkawinan formal. Amandemen melarang perkawinan bagi orang berusia di bawah 18 tahun, sedangkan orang berusia di bawah 21 tahun umumnya memerlukan persetujuan orang tua atau wali kecuali Registrar-General membebaskannya setelah pemeriksaan. Pendaftaran perkawinan dan sertifikat perdata ditangani Registrar-General dan kantor publik terkait. Informasi layanan pemerintah mencantumkan biaya sertifikat sebesar $5, meskipun ketersediaan dan pengaturan pemrosesan di luar Bairiki harus dipastikan secara lokal. Perceraian pribumi mengikuti peraturan Native Divorce dan mencakup persyaratan tempat tinggal serta domisili. Pemohon harus memenuhi persyaratan tempat tinggal yang berlaku dan kedua pasangan harus berdomisili di Gilbert Islands. Prosesnya mencakup decree nisi dan peninjauan berikutnya sebelum perceraian menjadi final, dengan hak banding yang memengaruhi waktunya. Dalam perkara hak asuh, kesejahteraan anak menjadi pertimbangan utama. Orang atau rumah tangga pemegang hak asuh dapat bertanggung jawab atas pemeliharaan anak. Proses penetapan ayah dapat melibatkan pemeriksaan pengadilan, aturan adat, dan perintah pembayaran uang, pangan, atau bentuk pemeliharaan lain. Adopsi pribumi memerlukan pendaftaran pengadilan, dan pendaftaran dapat memengaruhi suksesi tanah. Kekerasan dalam keluarga dan persoalan hukum pidana mengikuti kerangka terpisah dan tidak berubah menjadi gugatan perdata biasa hanya karena hubungan keluarga. Aturan waris paling jelas ditetapkan untuk tanah pribumi dan harta pribumi. Wasiat pribumi adalah instruksi tertulis mengenai pembagian harta pribumi. Wasiat harus disaksikan dua orang yang bukan anggota keluarga atau penerima manfaat, lalu disimpan atau didaftarkan melalui proses terkait. Magistrates' Court bertindak sebagai pengadilan pengesahan wasiat pribumi, sedangkan Native Lands Registrar, Chief Lands Officer, dan Land Management Division menangani pendaftaran tanah serta catatan suksesi. Jika tidak ada wasiat, kerabat terdekat dapat mencapai kesepakatan yang memerlukan persetujuan pengadilan. Tanpa kesepakatan yang disetujui, pembagian dapat mengikuti aturan khusus pulau berdasarkan Lands Code dan hukum adat. Bagian dapat berbeda sesuai hubungan keluarga, termasuk posisi pasangan, anak, putra, putri, atau anak tertua. Anak angkat dapat mewarisi seperti anak kandung jika adopsinya terdaftar sesuai ketentuan. Setelah pemilik meninggal, pemberitahuan berupa minute atau yang setara kepada Land Management Division mendukung pendaftaran dalam catatan dan basis data pemilik yang meninggal. Rezim pengesahan wasiat umum yang berkembang penuh untuk harta nonpribumi dan barang pribadi tidak ditetapkan oleh sumber yang ditinjau, sehingga satu prosedur tidak boleh diasumsikan untuk aset tersebut. Tanggung jawab terutama didasarkan pada prinsip common law dan tort setempat. Tort adalah perbuatan melawan hukum perdata yang dapat menimbulkan gugatan atas kerugian atau cedera, seperti kelalaian dalam perkara yang sesuai. Penggugat biasanya harus membuktikan fakta yang relevan berdasarkan keseimbangan probabilitas. Bergantung pada gugatan, pengadilan dapat memberikan ganti rugi, mengeluarkan perintah injunksi, atau memberikan pemulihan lain yang sesuai. Kelalaian dan pelanggaran kontrak dapat menimbulkan tanggung jawab, tetapi hasilnya bergantung pada fakta, bukti, dan undang-undang yang berlaku. Gugatan terhadap Republik mengikuti Government Liability Act 9/2010 dan Proceedings by and against the Republic Ordinance. Karena itu, gugatan terhadap badan publik harus diperiksa menurut proses undang-undang khusus, bukan diperlakukan sebagai gugatan swasta biasa. Dalam A-G v Tio, pengadilan mempertimbangkan kebijakan lokal dan konteks adat, alih-alih otomatis menerapkan kekebalan pemerintah Inggris. Hal ini menunjukkan mengapa perkara atau buku teks Inggris mungkin tidak memberi jawaban lengkap untuk sengketa di Kiribati. Setelah putusan, pelaksanaan dapat melibatkan Sheriff, juru sita, petugas polisi berwenang, Magistrates' Courts, atau High Court Registry. Putusan Magistrates' Court di atas $40 dapat dipindahkan ke High Court ketika debitur tidak memiliki barang atau harta bergerak yang mudah dieksekusi. Pelanggaran sewa tanah pribumi dapat menyebabkan penyitaan atau penjualan dalam batas undang-undang, termasuk ketentuan Cap. 52 yang merujuk pemulihan hingga $250, dan pengadilan dapat mengeluarkan perintah penguasaan. Tunggakan untuk penetapan ayah atau pemeliharaan anak dapat diperlakukan sebagai utang perdata. Banding tidak otomatis menangguhkan pelaksanaan putusan. Pengadilan dapat memberikan penundaan jika persyaratan hukum terpenuhi. Reciprocal Enforcement Act menyediakan kerangka bagi sebagian putusan asing, tetapi negara timbal balik yang saat ini berlaku dan prosedur praktisnya harus dipastikan sebelum mengandalkan putusan luar negeri di Kiribati. Biaya pengadilan dan persyaratan pengajuan ditetapkan dalam Rules yang berlaku, dan jadwal terkini harus dipastikan kepada Registry karena bahan yang ditinjau tidak menetapkan seluruh jumlah atau tenggat saat ini. Magistrate dapat mengesahkan pembebasan biaya bila kemiskinan atau alasan memadai lainnya terbukti. Office of Public Legal Services dapat menyediakan nasihat, perwakilan, dan mediasi bagi orang yang membutuhkan atau berada dalam posisi kurang menguntungkan, dengan tunduk pada aturan kelayakan dan ketersediaan operasional. Untuk sengketa tanah, perkawinan, waris, badan pemerintah, atau pulau terluar, kantor yang bertanggung jawab, yurisdiksi pengadilan, dokumen yang diperlukan, biaya terkini, dan sidang yang tersedia harus dipastikan kepada lembaga terkait. Simpan kontrak, sertifikat, catatan tanah, bukti pembayaran, korespondensi, dan informasi saksi dalam berkas yang teratur. Konsolidasi terkini undang-undang dan aturan pengadilan, pengaturan pengajuan konkret di pulau terluar, waktu rata-rata perkara, rincian biaya, serta pengesahan waris untuk properti nonpribumi masih belum cukup terdokumentasi dalam sumber yang ditinjau.
Hukum perdata di Kiribati
Hukum perdata di Kiribati mengatur hubungan hukum antara orang dan organisasi swasta, termasuk kontrak, tanah, urusan keluarga, waris, tanggung jawab, proses pengadilan, dan pelaksanaan putusan. Kiribati tidak memiliki satu kitab hukum perdata umum: Konstitusi, undang-undang, ordonansi, dan peraturan merupakan kerangka utama, sedangkan hukum adat setempat yang selaras lebih diutamakan daripada common law dan equity. Pengadilan dan proses berbasis masyarakat menangani sengketa, dengan tanah pribumi dan urusan keluarga sering memerlukan prosedur lokal khusus.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

