Pengaturan perumahan yang aman di Kiribati dimulai dengan mengidentifikasi pulau, permukiman, dan bentuk hak huni. Sewa swasta umumnya bergantung pada rujukan, hubungan keluarga, atau kesepakatan lisan, sehingga perjanjian tertulis sebaiknya menyebutkan para pihak, tempat, jangka waktu, sewa, deposit, utilitas, perbaikan, penyewaan kembali, pemberitahuan, pengakhiran, serah terima, dan proses sengketa. Kewenangan pemberi sewa dan persetujuan pemilik tanah adat yang diwajibkan perlu diperiksa. Tidak ditemukan bukti adanya daftar sewa swasta nasional, kontrak sewa seragam, tunjangan perumahan universal, atau satu kantor untuk seluruh akses perumahan di Kiribati. Akses tanah dan kepemilikan rumah adalah hal terpisah. Hak tanah I-Kiribati sangat terkait dengan kebiasaan waris dan pemberian berdasarkan Gilbert and Phoenix Islands Lands Code. Tanah adat atau tanah pribumi tidak dapat dialihkan secara bebas kepada nonpribumi, dengan tunduk pada pengecualian hukum seperti pengaturan oleh Negara, Local Government Council, dan Housing Corporation. Pembelian, sewa, atau pembangunan sebaiknya diperiksa melalui Land Management Division (LMD), Kiribati Land Information System (KLIS), Native Land Registrar, sertifikat hak atau tanah, garis keturunan atau persetujuan, survei batas, hak akses atau easement, serta klaim yang bersaing. Menempati rumah saja tidak membuktikan kepemilikan. Perumahan pemerintah mengikuti sistem alokasi tersendiri. Kiribati Housing Corporation (KHC) terutama menyediakan solusi perumahan bagi pegawai negeri, pegawai pemerintah, dan pegawai perusahaan milik negara. Housing Division pada Ministry of Line and Phoenix Islands Development (MLPID) mengelola hunian pemerintah di Line and Phoenix Islands, termasuk alokasi, catatan, inspeksi, dan pemeliharaan. Kelayakan dan aturan prioritas saat ini harus dipastikan kepada penyedia terkait karena stok dan kebijakan berbeda menurut pulau. Membangun sendiri merupakan jalur praktis setempat. Kiribati Building Code yang diadopsi pada 2024 berdasarkan Building Act 2024 berlaku untuk bangunan baru dan lama, selain perbaikan kecil tertentu dan hunian tradisional yang dikecualikan. Kode tersebut merujuk pada desain tradisional te buia dan menetapkan persyaratan termasuk elevasi yang memadai serta batas maksimum 12 penghuni biasa untuk desain itu. Persetujuan biasanya melibatkan Ministry of Infrastructure and Sustainable Energy (MISE), Quality Control and Inspection Division (QCID), dan otoritas lokal terkait. Permohonan bangunan mungkin memerlukan denah tapak, jarak batas sedikitnya 1,5 meter, lokasi sedikitnya 9 meter dari garis tengah jalan umum, dan sedikitnya 3 meter dari tembok laut yang kokoh atau 20 meter dari tanda air pasang tertinggi. Tapak dalam jarak 20 meter dari tanda air pasang tertinggi memerlukan penilaian kerentanan pesisir. Denah rumah harus menunjukkan dapur, toilet, kamar mandi, dan ventilasi. Tangki air hujan wajib menurut daftar periksa Building Code, dan sambungan saluran pembuangan melalui Public Utilities Board (PUB) diwajibkan jika tersedia; jika tidak, persyaratan septic, distribusi, dan resapan terkini berlaku. KHC menawarkan pinjaman rumah dan layanan untuk pembangunan rumah, proyek siap huni, pembangunan, dan renovasi. Development Bank of Kiribati (DBK) mengiklankan Home Loan hingga $50.000 saat permohonan, dengan pencairan bertahap dan tingkat bunga yang dinyatakan sebesar 5% per tahun; ketentuan terkini harus dipastikan. Permohonan dapat memerlukan peta survei tanah, sertifikat kepemilikan tanah, rencana konstruksi dan daftar bahan, bukti pekerjaan serta gaji, jaminan, laporan atau jaminan Kiribati Provident Fund (KPF), dan laporan ANZ atau KHC terkait. Persetujuan bergantung pada keterjangkauan, dokumen, hak huni yang aman, agunan, kewarganegaraan atau residensi, persetujuan adat, serta pulau atau proyek. Tanah adat mungkin tidak dapat menjadi jaminan konvensional untuk pinjaman. Utilitas berbeda menurut lokasi. PUB memasok listrik, air minum, dan saluran pembuangan di bagian South Tarawa yang ditetapkan, sedangkan pengaturan layanan di tempat lain berbeda. Sebelum berkomitmen pada hunian, pastikan sambungan utilitas, pemegang akun, keandalan pasokan, kapasitas penampungan dan penyimpanan air hujan, sistem septic, dan pengaturan limbah. Water and Sanitation Engineering Division mendukung program air dan sanitasi, termasuk sistem di pulau-pulau terluar. Genangan pesisir, erosi, banjir, intrusi air asin, kekeringan, kelangkaan air, dan permukiman padat memengaruhi pilihan perumahan. Pemeriksaan hunian sebaiknya mencakup elevasi, drainase, kondisi struktur, pengikat atap, ventilasi, sanitasi, penyimpanan air, dan keamanan pengaturan tanah. Biaya dan waktu berbeda menurut pulau dan proyek dan dapat mencakup sewa atau deposit, pembayaran tanah atau sewa tanah, survei dan pendaftaran, pekerjaan hukum dan administratif, desain, tenaga kerja, bahan, pengangkutan, persetujuan, sambungan utilitas, penyimpanan air, pekerjaan septic, pemeliharaan, dan asuransi. Persetujuan, survei, peninjauan LMD atau QCID, pengiriman, dan cuaca dapat memperpanjang proses. Perubahan atau pengakhiran harus didokumentasikan. Pengalihan, transfer, penyewaan kembali, penjualan, waris, dan pindah keluar mungkin memerlukan persetujuan pemberi sewa, pemilik tanah, atau penyedia perumahan. Sewa, cicilan pinjaman, dan akun utilitas harus diselesaikan, dan kondisi hunian harus dicatat bersama saat serah terima. Sengketa kontrak atau adat dapat melibatkan LMD, KHC, Island Council, Magistrate's Court, atau pengadilan lain, tergantung pengaturannya. South Tarawa, Betio, dan Tarawa Urban Council memiliki konsentrasi lembaga, permintaan, dan tekanan tanah terbesar. Perumahan di pulau terluar lebih bergantung pada akses adat atau keluarga, dewan lokal, dan pembangunan sendiri, sedangkan Kiritimati dan lokasi Line and Phoenix lainnya melibatkan administrasi tanah negara dan proses perumahan MLPID. Praktik yang ditemukan di South Tarawa tidak boleh dianggap berlaku di tempat lain.
Perumahan di Kiribati
Perumahan di Kiribati dapat berupa sewa swasta, akses keluarga atau adat, perumahan pemerintah, kepemilikan, atau hunian yang dibangun sendiri. Aksesnya tersebar, dan hak atas tanah, perjanjian tertulis, persetujuan bangunan, utilitas, pembiayaan, serta kondisi khusus pulau menentukan keamanan pengaturan. South Tarawa, pulau-pulau terluar, dan Kiritimati dapat mengikuti jalur kelembagaan dan praktis yang berbeda.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

