Pemilihan umum di Lebanon berlangsung dalam sistem parlementer dan konfensional. Warga memilih anggota Dewan Deputi secara langsung, tetapi tidak memilih Presiden Republik secara langsung. Kursi parlemen ditetapkan untuk distrik pemilihan dan dibagikan di antara komunitas agama yang diakui. Para kandidat bersaing untuk kategori kursi yang ditetapkan bagi distrik mereka, sementara anggota parlemen terpilih mewakili seluruh bangsa dalam tugas parlementernya. Pemungutan suara parlemen menggunakan daftar pemilihan yang bersaing di distrik dengan beberapa kursi. Pemilih umumnya memilih satu daftar dan juga dapat memberikan suara preferensial kepada satu kandidat yang memenuhi syarat, yang terkait dengan daftar tersebut dan wilayah pemilihan yang bersangkutan. Hasil daftar menentukan pembagian kursi melalui aturan proporsional. Suara preferensial kemudian membantu menentukan kandidat dari daftar yang memenuhi syarat untuk mengisi kursi yang tersedia dan dialokasikan menurut komunitas, sehingga kekuatan daftar maupun dukungan individu sama-sama penting. Pendaftaran pemilih dan lokasi tempat pemungutan suara yang ditetapkan terkait dengan catatan sipil resmi, bukan semata-mata tempat tinggal seseorang saat ini. Karena itu, seseorang mungkin memberikan suara di tempat pendaftaran keluarga meskipun tinggal di tempat lain di Lebanon. Pada hari pemilihan, pemilih mengonfirmasi identitas, menerima surat suara resmi melalui proses pemungutan suara, menandai pilihannya secara rahasia, lalu memasukkan surat suara ke kotak. Petugas pemungutan suara, perwakilan kandidat, pengamat, dan pengaturan keamanan membantu menjaga ketertiban dan pengawasan. Lebanon juga mengadakan pemilihan kota dan pemilihan lokal. Pemilihan ini menentukan dewan dan perwakilan lokal yang bertanggung jawab atas layanan komunitas, sedangkan struktur pemungutan suaranya berbeda dari pemilihan parlemen. Pemilihan umum memberi warga kesempatan untuk memilih perwakilan, membandingkan program, dan meminta pertanggungjawaban kelompok politik di hadapan publik. Keterbatasannya mencakup kuatnya jaringan pribadi dan komunitas, aliansi daftar yang rumit, pengaruh kampanye yang tidak setara, serta kenyataan bahwa pemungutan suara saja tidak dapat menggantikan pengawasan publik yang berkelanjutan.
Pemilihan umum di Lebanon
Pemilihan umum di Lebanon memilih anggota parlemen dan perwakilan kota setempat, sedangkan presiden dipilih oleh parlemen. Pemilihan parlemen memadukan persaingan proporsional antardaftar dengan suara preferensial untuk seorang kandidat. Kursi juga dialokasikan menurut komunitas agama, mencerminkan sistem pembagian kekuasaan konfensional Lebanon.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

