Konstitusi Lesotho merupakan kerangka hukum tertinggi negara tersebut. Raja berperan sebagai kepala negara, sedangkan Perdana Menteri dan Kabinet menjalankan kewenangan eksekutif. Parlemen membuat undang-undang dan mengawasi pemerintah, sementara pengadilan yang independen menerapkan Konstitusi dan undang-undang lainnya. Administrasi negara berjalan melalui kementerian nasional, 10 distrik, dewan lokal, dan struktur kepemimpinan tradisional (chieftainship structures). Hak-hak konstitusional, keuangan publik, badan pengawasan, dan lembaga keamanan juga membentuk cara kekuasaan publik dikendalikan dan dijalankan. Pemilihan nasional menggabungkan 80 kursi daerah pemilihan dengan 40 kursi kompensasi yang dialokasikan dari daftar partai nasional. Pemilih menandai satu surat suara, dan Komisi Pemilihan Umum Independen (Independent Electoral Commission) menggunakan suara tersebut untuk kedua bagian sistem Majelis Nasional (National Assembly). Pemilihan lokal mengikuti pengaturan dua surat suara yang berbeda dan mencakup perwakilan komunitas, distrik, dan munisipalitas. Perbedaan antara lembaga negara dan pemilihan membantu menjelaskan bagaimana Lesotho diperintah dan bagaimana perwakilan politik dibentuk.
Politik di Lesotho
Politik di Lesotho mencakup bagaimana negara konstitusional diatur, bagaimana kewenangan publik dijalankan, dan bagaimana para wakil dipilih. Lesotho adalah monarki konstitusional parlementer: Raja merupakan kepala negara, sedangkan Perdana Menteri dan Kabinet memimpin pemerintahan eksekutif. Pemilihan nasional menggunakan sistem campuran untuk 120 kursi Majelis Nasional, sedangkan pemilihan lokal menggunakan dua surat suara untuk perwakilan komunitas, distrik, dan munisipalitas.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

