Pendidikan prasekolah, yang disebut التعليم قبل المدرسي, biasanya mencakup usia 3–6 tahun dan memberikan landasan berbasis bermain. Pendidikan ini tidak wajib, dan ringkasan UNICEF untuk 2021–23 melaporkan angka pendaftaran taman kanak-kanak sebesar 17.7%. Sekolah dasar mencakup kelas 1–6 dan mengajarkan literasi, menulis, matematika, sains, serta nilai kewargaan. Sekolah persiapan atau menengah pertama mencakup kelas 7–9 dan menghubungkan pendidikan dasar dengan sekolah menengah. Berdasarkan Undang-Undang 95/1975, pendidikan dasar dan persiapan membentuk tahap wajib, biasanya dimulai pada usia 6 tahun dan berakhir sekitar usia 15 tahun setelah paling lama sembilan tahun. Penyelesaian dinilai melalui ujian nasional شهادة إتمام مرحلة التعليم الأساسي. Sekolah menengah mencakup kelas 10–12. Jalur umum mencakup bidang sains dan sastra, dan jalur agama juga tercatat. Siswa yang menyelesaikan tahap ini menerima شهادة إتمام مرحلة التعليم الثانوي melalui ujian nasional. Pusat Ujian Nasional (NEC) mengelola ujian tersebut. Pilihan teknis atau kejuruan dapat muncul dalam klasifikasi sekolah menengah, tetapi pendidikan kejuruan lanjutan dan studi universitas termasuk jalur pendidikan berikutnya. Kementerian Pendidikan (MoE) menetapkan aturan pendaftaran, kurikulum, tanggal tahun ajaran, dan pengaturan ujian. Pusat Kurikulum dan Penelitian Pendidikan (CERC) mengembangkan kurikulum dan buku pelajaran nasional. Sekolah negeri dan swasta berlisensi dilaporkan mengikuti rencana studi, standar penilaian, dan ujian sertifikat umum yang sama, meskipun fasilitas, staf, dan kondisi sehari-hari dapat berbeda. Bahasa Arab merupakan bahasa utama dalam konteks sekolah nasional. Pengajaran bahasa Amazigh dan dukungan bahasa isyarat mungkin tersedia secara lokal untuk pembelajaran atau ujian. Penempatan di sekolah negeri biasanya dilakukan melalui pengawas pendidikan kota, yang dikenal setempat sebagai مراقبات التربية والتعليم. Anak non-Libya mungkin memerlukan dokumen identitas dan catatan sekolah, tes penempatan, atau koordinasi dengan kedutaan atau konsulat, bergantung pada situasi mereka dan otoritas setempat yang bertanggung jawab. Pendidikan negeri dilaporkan gratis dalam praktik, sementara kehadiran prasekolah dapat memiliki pengaturan berbeda. Tinjauan hukum yang tersedia tidak menemukan jaminan hukum eksplisit atas pendidikan gratis, jadi praktik kebijakan dan hak hukum tidak boleh dianggap sama. Kementerian Pendidikan menerbitkan kalender sekolah tahunan, dan tanggal dapat berbeda karena penerapan pemerintah kota. Dalam kalender 2025–26, tahun ajaran dimulai pada 21 September 2025, ujian akhir tahun perpindahan dijadwalkan mulai 10 Mei 2026, ujian sertifikat pendidikan dasar untuk Juni 2026, dan ujian sertifikat sekolah menengah untuk Juni dan Juli 2026. Konflik dan pengungsian, gedung rusak atau terlalu padat, kekurangan guru, banjir, akses daerah terpencil, dan dokumen yang hilang dapat mengganggu kehadiran atau menunda penempatan. Pendidikan dan inklusi kategori khusus, yang disebut تعليم واندماج الفئات الخاصة, didukung melalui Departemen Pendidikan dan Inklusi Kategori Khusus Kementerian Pendidikan, pengawas kota, sekolah, dan organisasi mitra. Bergantung pada kebutuhan siswa, sekolah dapat menggunakan inklusi di kelas umum, kurikulum dan ujian yang disesuaikan, ruang sumber yang disebut غرف المصادر, staf pendukung, juru tulis, ruang yang dapat diakses, dukungan kesehatan, atau pengaturan terpisah. Ujian dasar 2025–26 diikuti 2,553 peserta berkebutuhan khusus. Layanan publik dan sumber daya yang didukung mitra tersedia, tetapi kekurangan guru membatasi konsistensi dukungan. Pendidikan agama, pendidikan rumah, pendidikan orang dewasa, serta pembelajaran nonformal atau untuk mengejar ketertinggalan juga tersedia sebagai alternatif atau pelengkap fungsional. Program tersebut tidak otomatis menggantikan sistem sekolah nasional atau sertifikatnya kecuali otoritas terkait secara formal mengesahkan pembelajaran tersebut. Program yang didukung UNICEF menunjukkan sejumlah respons lokal: pada 2024, 13 pusat Baity, ramah anak, dan kaum muda menjangkau 45,118 anak, remaja, dan kaum muda; 26,503 peserta menerima dukungan literasi dasar, numerasi, atau mengejar ketertinggalan; dan 690 anak didukung untuk masuk sekolah negeri. Di Kufra, 12 ruang kelas prefabrikasi mengurangi ukuran kelas dari sekitar 45–50 siswa menjadi maksimal 24, sementara 25 ruang kelas prefabrikasi disediakan di Derna dan Shahhat. Platform daring Mostakbali bi Yedi memiliki 1,804 pendaftar pada akhir 2024. Ini adalah hasil program, bukan angka prevalensi nasional. Profil UIS UNESCO yang dibuat pada Juni 2025 melaporkan tidak adanya data Libya terkini untuk sejumlah indikator penyelesaian, anak putus sekolah, pembelajaran, kesetaraan gender, atau internet.
Sekolah di Libya
Sistem sekolah Libya dimulai dari pendidikan prasekolah hingga sekolah dasar, persiapan, dan menengah. Anak biasanya mulai bersekolah pada usia enam tahun; kelas dasar 1–6 dan kelas persiapan 7–9 membentuk pendidikan dasar wajib, sementara sekolah menengah mencakup kelas 10–12. Sekolah negeri dilaporkan gratis dalam praktik, meskipun sumber hukum tidak menyatakan jaminan hukum eksplisit untuk pendidikan gratis. Kementerian Pendidikan, pengawas pendidikan kota, dan Pusat Ujian Nasional berbagi tanggung jawab atas akses, aturan sekolah, dan sertifikat nasional.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

