Bahasa Arab Libya dan penggunaan hukum mencakup دين atau دَين (dayn) untuk utang, قرض (qard) untuk pinjaman, dan تمويل (tamwil) untuk pembiayaan. Utang rumah tangga sering bersifat informal: sampel Bank Dunia dan REACH dari 15 pemerintah kota yang dinilai menemukan bahwa 35% rumah tangga melaporkan berutang kepada keluarga, teman, atau pemberi kerja. Penggunaan utama yang dilaporkan adalah kebutuhan dasar sebesar 47%, layanan kesehatan 46%, dan makanan 40%. Angka tersebut bukan perkiraan prevalensi nasional. Tingkat yang dilaporkan mencapai 51% di Albayda dan 50% di Derna, dan penyelesaian biasanya dinegosiasikan langsung alih-alih melalui layanan konseling utang nasional. Kredit bank formal tersedia, tetapi akses dan persyaratannya berbeda menurut bank. Data CBL mencatat kredit bank sebesar 33.8 miliar LYD pada 2025, termasuk 26.8 miliar LYD kepada sektor swasta atau 79.2% dari jumlah keseluruhan. Murabaha, termasuk uang muka sosial, mencapai 17.1 miliar LYD atau 50.7% dari total kredit. Murabaha ritel dan uang muka gaji lebih umum daripada kredit korporasi, sedangkan kelayakan, margin, biaya, asuransi, durasi, agunan, dan penjamin bergantung pada bank. Kredit mencapai sekitar 32.8 miliar LYD pada kuartal pertama 2026, sekitar 2.9% lebih rendah daripada akhir 2025. Kredit bermasalah, yang lazim disebut NPL, mencapai 19.3% dari portofolio yang tercatat. NPL adalah kredit dengan masalah pembayaran yang cukup serius sehingga memerlukan perlakuan khusus menurut aturan pelaporan kredit atau perbankan. Kerangka hukum dan keuangan Libya menggunakan istilah pembiayaan Islam, tetapi Murabaha tidak boleh otomatis dianggap sebagai pinjaman berbunga. Undang-Undang 1/2013 membahas pencegahan transaksi riba, dan Undang-Undang 74/1972 membuat klausul riba dalam transaksi sipil atau komersial antarorang perseorangan tidak sah. Kerangka pembiayaan Islam masih belum lengkap menurut laporan CBL dan IMF. Kontrak bank tetap perlu diperiksa berdasarkan penjualan, margin, biaya, jaminan, dan jadwal pembayaran yang sebenarnya, bukan hanya namanya. Portal CBL diluncurkan pada 24 Januari 2024. Berdasarkan Surat Edaran 4/2023, bank menyerahkan dan memperbarui data kredit orang perseorangan dan badan hukum, memeriksa LCIC sebelum memberikan atau memperpanjang kredit, melaporkan perubahan, serta melaporkan tunggakan. Akses CBL-KEY dapat ditangguhkan hingga pelunasan atau penyelesaian status lainnya. Bank dan LCIC memiliki kewajiban kerahasiaan, tetapi prosedur yang jelas bagi peminjam untuk mengakses dan memperbaiki data belum terbukti dalam materi resmi CBL yang ditinjau. Peminjam yang menghadapi tunggakan sebaiknya terlebih dahulu menghubungi bank, meminta saldo dan jadwal cicilan tertulis, meminta ketentuan penyelesaian atau restrukturisasi tertulis, serta memeriksa catatan LCIC dan status CBL-KEY. Tidak ada proses restrukturisasi konsumen universal yang diatur undang-undang dan terbukti di Libya. Utang informal sebaiknya didokumentasikan dalam perjanjian pembayaran bilateral yang menyebutkan jumlah, tanggal, cicilan, dan bukti pembayaran. Kreditur dapat menggugat dan mengeksekusi aset jika persyaratan hukum terpenuhi. Eksekusi umumnya memerlukan titel yang dapat dieksekusi dan penyampaian pemberitahuan. Barang bergerak umumnya baru dapat disita setelah sekurang-kurangnya satu hari sejak pemberitahuan disampaikan. Pemberitahuan eksekusi atas properti tidak bergerak mencantumkan utang dan titel serta memberi waktu 30 hari sebelum penjualan paksa. Debitur dapat mengajukan keberatan, dan penjualan dapat ditunda jika hasil bersih tahunan properti dapat menutup klaim kreditur dalam satu tahun. Pemberitahuan, pengacara, ahli, eksekusi, dan penjualan menimbulkan biaya tambahan, sedangkan tarif biaya saat ini belum diverifikasi secara andal. Berdasarkan Undang-Undang 74, jika utang uang diketahui dan tidak disengketakan serta debitur mampu membayar, pengadilan dapat memberi waktu hingga tiga bulan untuk membayar, lalu menjatuhkan hukuman penjara sampai pembayaran dilakukan; eksekusi aset masih dapat dimungkinkan. Permohonan dan praktik saat ini memerlukan peninjauan hukum setempat. Pensiun jaminan sosial, pensiun hari tua, asuransi sosial, pensiun militer, dan tunjangan tunai lainnya memperoleh perlindungan khusus berdasarkan Pasal 42 Undang-Undang Dana Jaminan Sosial 13/1980: penyitaan atau pemotongan tidak boleh melebihi seperempat jumlah bulanan. Prioritas diberikan kepada nafkah, lalu utang kepada badan publik, kemudian utang lain. Dana Jaminan Sosial dapat menagih iurannya sendiri dan secara administratif menyita aset badan yang bertanggung jawab. Praktik pemotongan gaji aktual dapat berbeda. Utang publik merupakan persoalan makroekonomi yang terpisah. Perpecahan kelembagaan dan politik telah memecah pelaporan, dan laporan IMF untuk 2026 menempatkan defisit fiskal Libya 2025 sekitar 30% PDB serta utang publik sekitar 146% PDB. Uang muka pemerintah yang dibiayai CBL dalam LYD digambarkan tidak berbunga dan tanpa jadwal pembayaran tetap, dengan kemungkinan penghapusan administratif; karena itu, uang muka tersebut tidak setara dengan pinjaman rumah tangga atau usaha biasa. Kementerian Keuangan dan badan anggaran negara tetap relevan dalam konteks utang publik ini. Usaha komersial dapat menggunakan kepailitan, perkumpulan kreditur, atau komposisi preventif berdasarkan Undang-Undang 23/2010 tentang Kegiatan Komersial dan aturan terkait dalam hukum dagang. Komposisi preventif mensyaratkan komitmen yang dijamin untuk membayar sekurang-kurangnya 40% utang biasa dalam enam bulan, meskipun pengadilan atau kreditur dapat mengizinkan perpanjangan. Tidak terbukti adanya sistem kepailitan pribadi konsumen, pembebasan utang, atau awal baru dalam sumber resmi yang ditinjau. Setelah penyelesaian, debitur sebaiknya menyimpan bukti pembayaran, meminta bank dan LCIC memperbarui catatan, serta menyelesaikan status CBL-KEY yang terkait dengan penyelesaian. Tidak terbukti adanya penghapusan otomatis umum atau masa rehabilitasi untuk utang konsumen di Libya.
Utang di Libya
Utang di Libya adalah uang atau kewajiban lain yang harus dibayar atau dipenuhi debitur berdasarkan perjanjian, hukum, atau penyelesaian. Utang mencakup pembiayaan bank, Murabaha dan uang muka gaji, kewajiban yang belum dibayar kepada keluarga, teman, atau pemberi kerja, tunggakan, utang publik, dan kepailitan komersial. Layanan utang formal terfragmentasi di antara Bank Sentral Libya (CBL), bank, Pusat Informasi Kredit Libya (LCIC), pengadilan, dan badan lain, sementara banyak rumah tangga bernegosiasi langsung dengan orang atau pemberi kerja. Hasil praktis bergantung pada jenis utang, bukti yang tersedia, status pembayaran, jaminan, dan apakah perkara sampai ke tahap eksekusi.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

