Politik di Madagaskar

Politik di Madagaskar mencakup tatanan konstitusional, lembaga negara, administrasi wilayah, dan pemilu. Republik kesatuan memiliki satu struktur negara nasional, sedangkan republik sekuler tidak mendasarkan kewenangan negara pada agama. Kerangka konstitusional Madagaskar mengakui bahasa Malagasy dan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi. Transisi yang mengikuti temuan Mahkamah Konstitusi Tinggi (Haute Cour Constitutionnelle) mengenai kekosongan jabatan presiden pada 14 Oktober 2025 belum menggantikan kerangka tersebut dengan republik kelima yang terdokumentasi.

Negara

Madagaskar adalah republik kesatuan dan sekuler yang tatanan konstitusionalnya masih mengacu pada Constitution de la 4e République tanggal 11 Desember 2010. Negara bekerja melalui lembaga nasional, pemerintah daerah, administrasi publik, keuangan publik, badan pengawasan, dan layanan keamanan. Bahasa Malagasy dan Prancis merupakan bahasa resmi. Layanan publik umumnya menghubungkan masyarakat melalui kementerian, prefektur, distrik, komune, dan fokontany. Sejak Haute Cour Constitutionnelle menetapkan kekosongan jabatan presiden pada 14 Oktober 2025, Madagaskar berada dalam masa transisi; belum ada bukti teks konstitusi 5e République yang baru sebagai teks konstitusional yang berlaku saat ini.

Pemilu

Pemilu di Madagaskar memilih Presiden, anggota Majelis Nasional, Senat, dan perwakilan teritorial. Pemilih harus berkewarganegaraan Malagasi, berusia sekurang-kurangnya 18 tahun, memiliki hak sipil dan politik, terdaftar dalam daftar pemilih, serta memverifikasi identitas di tempat pemungutan suara. CENI menyelenggarakan pemilu, sedangkan pengadilan menangani sengketa sesuai jenis pemilihannya.

VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.