Pasokan makanan Malta berasal dari petani, nelayan, produsen akuakultur, peternakan, dan bisnis pangan lokal, serta peritel, pasar, restoran, kafe, toko roti, dan gerai makanan bawa pulang. Karena Malta memiliki lahan pertanian terbatas dan sangat bergantung pada impor, pengiriman laut, guncangan eksternal, serta kondisi rantai pasokan dapat memengaruhi ketersediaan dan harga. Produksi lokal mencakup buah, sayuran, produk susu, daging, madu, dan ikan. Pitkalija, yang juga dikenal sebagai Pusat Pemasaran Pertanian di Ta’ Qali, dan Pasar Petani Ta’ Qali menghubungkan produsen lokal dengan pembeli. Petani, pedagang pasar, agen penjualan, dan bisnis juga menjual melalui saluran langsung. Saluran Pitkalija dan Badan Pangan Malta yang diatur dapat membantu mengidentifikasi hasil bumi yang dipasarkan secara lokal, tetapi asal dan mutu produk tetap bergantung pada informasi dari penjual dan produk tertentu. Makanan Malta memiliki ciri khas Mediterania dan sangat dipengaruhi Sisilia, Italia, dan Afrika Utara. Makanan umum mencakup roti, minyak zaitun, keju, madu, sup, pasta dan hidangan kentang, daging, serta ikan. Pastizzi umumnya berisi ricotta atau kacang polong. Makanan mapan lainnya mencakup qassatat, hobż tal-Malti, soppa tal-armla, minestra, stuffat tal-fenek, braġjoli, timpana, lampuki, dan imqaret. Ġbejna adalah keju tradisional yang dibuat dalam beberapa jenis: friska, niexfa, dan tal-bżar. Ġbejna tan-nagħaġ memperoleh status Penetapan Asal Terlindungi Uni Eropa (Protected Designation of Origin, PDO) pada 27 Januari 2025, dan seluruh produksinya berlangsung di Kepulauan Malta. Gozo memiliki nama produk dan hidangan sendiri, termasuk Ftira Għawdxija atau Ftira Għawdex. Malta dan Gozo tidak memiliki sistem keamanan pangan terpisah; aturan nasional berlaku di seluruh pulau. Otoritas Keamanan dan Ketahanan Pangan (Food Safety and Security Authority, FSSA) merupakan badan nasional Malta untuk keamanan pangan, keamanan rantai pasokan, pengawasan resmi, lisensi, sertifikat, daftar, audit, pengujian, ketertelusuran, dan kesiapsiagaan krisis berdasarkan Undang-Undang Otoritas Keamanan dan Ketahanan Pangan 2025, Cap. 649. Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Pasokan Pangan menetapkan kebijakan. Badan Pangan Malta mendukung pusat pemasaran pertanian dan saluran pemasaran langsung serta produk lokal. Bisnis pangan harus memenuhi persyaratan higiene, registrasi, izin, pencatatan, ketertelusuran, pelabelan, pengendalian suhu, dan pemeriksaan resmi. Registrasi tempat usaha pangan diwajibkan secara formal, tetapi registrasi saja tidak memberikan izin operasi. FSSA melakukan inspeksi, penilaian risiko, pengambilan sampel, dan pengawasan. Pedagang yang mengimpor pangan ke Malta harus mengikuti aturan masuk dan kepatuhan; panduan FSSA 2026 mensyaratkan registrasi pedagang dan pemberitahuan sebelumnya setidaknya 48 jam sebelum impor ke Malta, termasuk kiriman yang berasal dari Uni Eropa. Konsumen harus memperoleh pangan yang aman, dapat ditelusuri, dan berlabel benar. Untuk pangan tanpa kemasan, informasi alergen, harga, dan produk harus tersedia melalui penjual atau gerai terkait. Restoran, kafe, toko roti, pasar, dan usaha makanan bawa pulang menawarkan hidangan tradisional dan makanan yang menggunakan bahan lokal, tetapi harga, porsi, dan mutu berbeda-beda menurut produk, lokasi, musim, dan bisnis. Tidak ada harga universal untuk hidangan atau keranjang pangan di Malta. Kantor Statistik Nasional mengukur harga pangan melalui kategori pangan Indeks Harga Eceran, yang mencakup restoran dan makanan bawa pulang. Pada Desember 2025, pangan memberikan kontribusi positif terbesar terhadap inflasi sebesar 0.77 poin persentase, terutama didorong harga makanan bawa pulang. Data Survei Anggaran Rumah Tangga juga mendukung analisis pengeluaran; survei 2024 mencakup 52 minggu dan sekitar 7,000 rumah tangga. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit (Health Promotion and Disease Prevention Directorate, HPDP) menerbitkan panduan gizi umum. Rekomendasi Diet Malta dan pendekatan Piring Sehat mencakup orang dewasa berusia 19 sampai 65 tahun, sedangkan panduan terpisah tersedia untuk anak berusia 3 sampai 12 tahun, kehamilan, dan orang lanjut usia. Panduan membahas pola makan Mediterania, porsi, kelompok makanan, garam, gula, dan pangan olahan tinggi. Diagnosis individual atau gizi terapeutik termasuk ranah layanan kesehatan, bukan panduan makanan umum. Strategi Sistem Pangan Tangguh Malta 2025–2034 membahas produksi lokal, pasokan tangguh, budaya pangan, gizi, keanekaragaman hayati, pertanian organik, dan perlindungan stok ikan. Rencana Aksi Nasional untuk Pangan Organik 2023–2030 mendukung sistem pangan organik. Program Pencegahan Sampah Makanan Otoritas Lingkungan dan Sumber Daya mencakup pencegahan di seluruh rantai pangan, donasi dan redistribusi, pelatihan, serta inovasi. Langkah-langkah ini sangat relevan karena Malta menggabungkan ketergantungan impor yang tinggi dengan lahan dan sumber daya langka lainnya.
Makanan di Malta
Makanan di Malta menggabungkan pertanian, perikanan, akuakultur, dan produksi pangan lokal dengan pasokan impor dalam jumlah besar. Masakan Malta mencakup ġbejna, pastizzi, ftira, bigilla, sup, kelinci, ikan, dan hidangan lain yang dipengaruhi Sisilia, Italia, dan Afrika Utara. Keamanan pangan, gizi, harga, serta ketahanan pasokan bergantung pada pengawasan nasional, keterbatasan lahan, jalur transportasi, dan ketersediaan musiman. Malta dan Gozo mengikuti aturan keamanan pangan nasional yang sama, sementara Gozo juga memiliki produk dan nama hidangan khas.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

