Perencanaan keselamatan di Myanmar harus mencakup dua bidang yang saling berkaitan tetapi berbeda. Risiko bencana meliputi gempa bumi, banjir, siklon, gelombang badai, tanah longsor, kebakaran, kekeringan, tsunami, gelombang panas, dan bahaya teknologi. Kemungkinan terjadinya serta dampaknya bergantung pada wilayah, musim, infrastruktur setempat, dan akses terhadap peringatan, rute evakuasi, tempat penampungan, perawatan medis, serta layanan dasar. Risiko kejahatan meliputi pencurian, penjambretan tas, penipuan, perdagangan manusia, penipuan digital, perdagangan narkoba, dan kekerasan. Kota-kota besar, wilayah perbatasan, dan daerah di luar kendali negara yang dapat diandalkan dapat sangat berbeda dalam jenis ancaman serta akses terhadap polisi, perlindungan korban, transportasi, dan komunikasi. Simpan dokumen penting, cara berkomunikasi, obat-obatan, dan kontak darurat agar mudah diakses, serta pantau informasi lokal yang dapat diandalkan sebelum bepergian atau melewati daerah yang belum dikenal. Jika terjadi kejahatan, pindahlah ke tempat yang lebih aman, hindari menghadapi orang yang dicurigai sebagai pelaku, simpan bukti yang berguna, dan gunakan saluran pelaporan atau bantuan yang benar-benar dapat diakses. Karena itu, persiapan menghadapi bencana dan pencegahan kejahatan memerlukan tindakan pencegahan yang terpisah, tetapi keduanya bergantung pada pemahaman tentang kondisi setempat dan adanya cara praktis untuk mendapatkan bantuan.
Keselamatan di Myanmar
Keselamatan pribadi di Myanmar bergantung pada risiko bencana dan risiko kejahatan. Gempa bumi, banjir, siklon, tanah longsor, kebakaran, kekeringan, gelombang panas, dan bahaya lainnya dapat mengganggu transportasi, komunikasi, serta layanan penting. Pencurian, penipuan, perdagangan manusia, penipuan digital, kejahatan terkait narkoba, dan kekerasan memerlukan tindakan pencegahan yang berbeda, sementara risikonya serta akses terhadap bantuan berbeda-beda menurut wilayah dan situasi.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

