Pasal 25 Konstitusi 2015 melindungi kebebasan berekspresi dan penyampaian informasi melalui ucapan, tulisan, gambar, dan cara lain. Undang-undang organik No. 4-2003, sebagaimana diubah dengan No. 27-2022, menjadi kerangka utama pengawasan media. CSLC adalah otoritas administratif independen yang dijamin konstitusi, dengan tanggung jawab mencakup pers, media siaran, jaringan serat optik, telepon seluler, media sosial, dan sinyal digital. CSLC dapat membuat aturan dan konsultasi, menengahi sengketa, menyetujui atau mengawasi peralatan radio dan televisi, menerbitkan kartu pers dan akreditasi, serta mengawasi iklan, jajak pendapat, dan perlindungan anak serta remaja. Kementerian Komunikasi dan Media menjadi mitra pemerintah untuk kebijakan dan sektor ini. ARPCE menangani komunikasi elektronik, spektrum, jaringan, mutu layanan, dan pengaduan konsumen; izin telekomunikasinya terpisah dari izin editorial atau media. Penerbitan cetak memerlukan deklarasi kepada Procureur de la République di tempat penerbitan sebelum edisi pertama. Berkas biasanya mencakup anggaran dasar perusahaan pemilik, tujuan, judul dan frekuensi penerbitan, tempat penerbitan, kepemilikan, format dan harga, direktur penerbitan, serta informasi modal. Setelah menerima récépissé atau tanda terima pengajuan, penerbitan didaftarkan pada CSLC. Setiap edisi wajib menyerahkan dua eksemplar bertanda tangan untuk deposit legal. Informasi publik tidak merinci biaya atau tenggat keputusan yang berlaku. Laporan CSLC 2022 menghitung 55 judul cetak, tetapi hanya 11 terbit secara rutin; La Semaine Africaine dan Les Dépêches de Brazzaville, satu-satunya judul harian yang diidentifikasi dalam laporan itu, menunjukkan perbedaan antara judul yang terdaftar dan penerbitan rutin. Proyek radio dan televisi memerlukan deklarasi kepada Procureur dan berkas lengkap sebelum permohonan izin operasi dan penggunaan frekuensi diajukan kepada CSLC. Berkas dapat mencakup anggaran dasar, informasi modal, tanda terima, rincian lokasi, spesifikasi operasi, rincian kepemilikan dan perwakilan, rencana teknis, informasi lingkungan, proyeksi keuangan tiga tahun, rencana program, kebijakan konten, rencana staf dan pelatihan, serta rencana peluncuran. Permohonan radio maupun televisi masing-masing diajukan dalam 13 rangkap. Biaya bergantung pada jenis layanan dan tenggat keputusan yang dipublikasikan tidak tersedia. Angka 2022 mencatat 82 stasiun radio, termasuk 10 stasiun negeri dan 72 swasta, serta 12 kanal televisi, termasuk 2 kanal negeri dan 10 swasta. Format yang terdokumentasi mencakup layanan komersial, keagamaan, tematik, komunitas, dan internasional. Status penyelesaian peralihan ke televisi digital terestrial belum diverifikasi. Media daring mencakup radio web, televisi web, dan surat kabar daring. Laporan CSLC 2022 mencatat dua situs web dan 25 layanan media daring. Pasal 70 undang-undang No. 8-2001 secara jelas berlaku untuk radio web, yang didefinisikan sebagai layanan radio khusus internet dengan jadwal program serentak yang terstruktur. Sumber publik tidak memaparkan secara lengkap rincian perizinan atau pendaftaran televisi web dan surat kabar daring. CSLC mengumumkan sensus audiovisual dan media daring yang lebih luas pada 2026, diikuti kampanye terkait kartu pers dan kartu jurnalis, tetapi tanggal final atau daftar daring terkini yang lengkap belum ditetapkan. Akses streaming terutama bersifat komersial. Canal+ Congo menyediakan televisi langsung dan tayangan ulang melalui langganan serta perangkat terhubung, dengan paket bulanan yang tercantum sebesar FCFA 5.500, 11.000, 16.000, dan 27.500. Bergantung pada paket, penawaran mencakup sekitar 260 hingga lebih dari 350 kanal televisi dan radio serta lebih dari 50.000 program tayangan ulang. Akses bergantung pada koneksi jaringan, perangkat, dan langganan. Tidak ada layanan streaming publik nasional atau yang setara yang dapat dipastikan secara andal. Internet seluler merupakan jalur akses utama: ARPCE melaporkan 3,757 juta langganan internet seluler dan penetrasi 59,3% pada 2024, dengan 98,1% prabayar dan 1,9% pascabayar. Daftar harga publik mencantumkan 10 GB untuk 30 hari seharga FCFA 5.000 sebagai salah satu contoh, tetapi harga dan kuota berbeda menurut penyedia dan penawaran. Penggunaan media sosial termasuk dalam lingkup media dan sinyal digital CSLC yang lebih luas, tetapi tidak ada otoritas media sosial terpisah, lisensi kreator seragam, atau statistik resmi pengguna dan moderasi per platform yang dapat dipastikan. Otoritas publik menyebut disinformasi dan pengaturan media digital sebagai perhatian. Kepemilikan akun platform saja tidak membuktikan adanya izin pers, status jurnalis, atau lisensi telekomunikasi. Kode etik jurnalisme 2018 melindungi akses ke sumber, penelitian tentang kehidupan publik dan persoalan kepentingan umum, serta kebebasan untuk memberi informasi, berkomentar, mengkritik, dan menggunakan satire sesuai garis editorial dan hukum. Kartu pers dapat menjadi bukti akses profesional. Jurnalis dapat melindungi sumber bila anonimitas diminta dan dapat menggunakan klausul hati nurani. Organisasi media diharapkan melindungi jurnalis dan mendukung status profesi yang layak, perjanjian kolektif, serta keamanan material, fisik, dan moral. Kewajibannya mencakup pemeriksaan sumber, menghindari rumor tanpa dukungan, menghormati privasi dan data pribadi yang tidak relevan, menghormati hak jawab dan asas praduga tak bersalah, melindungi anak di bawah umur dan orang rentan, memisahkan iklan dari jurnalisme, serta menghindari konflik kepentingan. Kewajiban ini berlaku untuk teks, audio, video, dan poster, termasuk materi anonim, dan pelanggaran dapat menimbulkan konsekuensi berdasarkan hukum yang berlaku. CSLC dapat menangguhkan atau menghentikan program dan penerbitan, mencabut frekuensi atau kartu pers, serta menjatuhkan sanksi finansial atas pelanggaran nyata atau berulang dalam lingkup kewenangan hukumnya. Warga dan badan hukum yang memiliki kepentingan sah dapat mengajukan pengaduan kepada CSLC terkait penghentian siaran, interferensi, atau artikel maupun program yang melanggar aturan atau etika. Pengaduan dapat diajukan kepada presidensi, termasuk di kantor CSLC atau melalui surel contact@cslc.cg atau infos@cslc.cg. Pengaduan sebaiknya menyebutkan media, tanggal, program atau artikel, masalah yang diduga, nama dan kontak pengadu, serta dapat menyertakan berkas audio, gambar, atau video hingga 64 MB. Informasi yang dipublikasikan tidak menyebutkan biaya atau tenggat pengajuan. Pengaduan tentang komunikasi elektronik atau layanan seluler diajukan secara terpisah melalui layanan konsumen ARPCE, termasuk nomor seluler singkat gratis 5050; pada 2024, ARPCE mencatat 211 pengaduan, 35 di antaranya terkait internet seluler. Penyedia media wajib melindungi anak dan remaja dari informasi berbahaya, termasuk di internet. Bab 8 undang-undang kejahatan siber No. 27-2020 membahas pornografi anak. Studi UNICEF Congo yang diterbitkan pada 2020, berdasarkan penelitian 2019 terhadap sekitar 6.000 pelajar berusia 12 hingga 18 tahun, menelaah kekerasan daring, psikologis, fisik, seksual, dan ekonomi serta menemukan risiko daring yang cukup besar, terutama bagi anak perempuan; studi itu tidak boleh dianggap sebagai ukuran prevalensi nasional terkini. Proyek UNICEF dan Airtel menyediakan akses gratis melalui kartu SIM Airtel ke Congo Learning Passport, Ecole à Domicile, dan Akelius di 10 sekolah serta enam pusat pendidikan pemuda di Brazzaville, Niari, dan Pointe-Noire. Sasaran 2023–2024 proyek adalah 10.000 pelajar, dengan tujuan menjangkau lebih dari 100 sekolah dan lembaga dalam lima tahun; akses proyek bukan hak universal. Saat pemilu, CSLC mengatur akses media bagi para kandidat. Aturan kelembagaan menyediakan waktu kandidat yang setara dan berimbang, urutan yang ditentukan melalui undian, serta siaran pada jam tayang utama di media audiovisual publik. Pengaturan resmi untuk pemilihan presiden 2026 mencantumkan tujuh kandidat dan tanggal 12 serta 15 Maret 2026. Jangkauan dan partisipasi aktual secara nasional belum diukur secara menyeluruh.
Media di Republik Kongo
Media di Republik Kongo (Congo-Brazzaville) mencakup surat kabar, radio, televisi, media daring, layanan streaming, dan platform media sosial, serta berbeda dari media di Republik Demokratik Kongo. Sektor ini menggabungkan kebebasan berekspresi konstitusional dengan aturan pendaftaran, perizinan, teknis, profesi, dan perlindungan anak. Conseil Supérieur de la Liberté de Communication (CSLC) mengawasi kebebasan media dan hal terkait konten, sedangkan Agence de Régulation des Postes et des Communications Électroniques (ARPCE) menangani komunikasi elektronik, jaringan, spektrum, dan mutu layanan.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

