Tradisi adalah praktik, cerita, makanan, sapaan, upacara, atau nilai yang diwariskan antarmanusia dari waktu ke waktu. Di Singapura, tradisi sering bertaut dengan agama, bahasa, sejarah keluarga, dan kehidupan di kota multikultural yang padat. Tahun Baru Imlek dapat mencakup jamuan keluarga, mengunjungi kerabat, saling menyampaikan ucapan, dekorasi, dan pemberian ang pow, yaitu amplop merah. Kebiasaan berbeda antar keluarga, dan pengunjung sebaiknya mengikuti arahan tuan rumah mengenai makanan, sapaan, dan hadiah. Hari Raya Aidilfitri menandai akhir Ramadan bagi umat Islam. Di Singapura, keluarga mungkin berdoa, mengenakan pakaian khusus, menyiapkan makanan perayaan, mengunjungi kerabat, dan menyambut tamu melalui rumah terbuka. Menghormati orang yang sedang berpuasa dan praktik makanan halal itu penting. Deepavali, festival cahaya umat Hindu, dikaitkan dengan doa, lampu, hiasan warna-warni, kunjungan keluarga, makanan, dan awal yang baru. Praktik umat Hindu beragam, dan tidak semua keluarga merayakan festival ini dengan cara yang sama. Hari Waisak penting bagi banyak umat Buddha dan dapat mencakup kunjungan ke kuil, doa, persembahan, perenungan, serta perbuatan baik. Umat Kristen merayakan Natal melalui ibadah, pertemuan keluarga, jamuan, dan pemberian hadiah; sebagian orang non-Kristen juga menikmatinya sebagai perayaan budaya. Tradisi lainnya mencakup Thaipusam, Festival Pertengahan Musim Gugur, Pongal, Qingming, Festival Perahu Naga, kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan Deepavali, dan peringatan nasional. Sebagian praktik bersifat keagamaan, sebagian budaya, dan sebagian lagi merupakan keduanya. Makanan merupakan bagian penting dari tradisi Singapura. Resep keluarga, hidangan pusat jajanan, kudapan perayaan, makanan vegetarian, pilihan halal, dan jamuan bersama membantu orang mengingat tempat dan hubungan. Makan bersama juga merupakan cara praktis untuk menyambut seseorang. Tradisi berubah ketika keluarga pindah, menikah lintas komunitas, menggunakan bahasa baru, atau hidup dan bekerja di lingkungan modern. Tradisi dapat dipertahankan, disesuaikan, dijelaskan, atau ditolak dengan hormat; keikutsertaan tidak boleh dipaksakan. Cara paling aman untuk mengikuti tradisi adalah bertanya tentang maknanya dan hal yang diharapkan. Jangan berasumsi bahwa sapaan, warna, makanan, foto, atau hadiah cocok untuk setiap orang atau kesempatan.
Tradisi di Singapura
Tradisi di Singapura berasal dari sejarah Tionghoa, Melayu, India, agama, keluarga, dan nasional. Perayaan seperti Tahun Baru Imlek, Hari Raya Aidilfitri, Deepavali, Hari Waisak, dan Natal sering dirayakan bersama melalui makanan, kunjungan, dekorasi, doa, dan perayaan publik. Orang dapat merayakan festival yang sama dengan cara berbeda, sehingga bertanya dengan sopan merupakan bagian dari sikap hormat saat ikut serta.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

