Di tingkat nasional, Dewan Kedaulatan Transisi (Transitional Sovereignty Council), Perdana Menteri, dan Dewan Menteri (Council of Ministers) membentuk struktur eksekutif pusat. Sudan terbagi menjadi 18 negara bagian (wilayat) dan lokalitas untuk administrasi subnasional. Dalam praktiknya, akses terhadap layanan publik, dokumen resmi, keamanan, dan keadilan sangat bergantung pada otoritas yang mengendalikan wilayah terkait. Pemilu memiliki dasar hukum formal. Pemungutan suara nasional terakhir berlangsung pada 13 hingga 16 April 2015 untuk memilih presiden dan Majelis Nasional (National Assembly). Perang sejak April 2023, perpindahan penduduk, dan terpecahnya fungsi negara membuat akses pemilu saat ini serta operasional badan penyelenggara pemilu menjadi tidak pasti. Saat ini tidak tersedia tanggal pemilu nasional, periode pendaftaran pemilih, atau periode pendaftaran kandidat yang terdokumentasi secara andal. Karena itu, penilaian politik atas Sudan perlu membedakan kerangka negara dan pemilu formal dari kewenangan serta akses yang ada di wilayah tertentu.
Politik di Sudan
Politik di Sudan mencakup organisasi kewenangan negara dan penyelenggaraan pemilu. Lembaga negara dan penguasaan wilayah sangat terpecah akibat perang saudara, sehingga akses terhadap layanan, dokumen, keamanan, dan keadilan berbeda-beda menurut wilayah. Sudan memiliki kerangka pemilu formal, tetapi saat ini tidak tersedia proses atau jadwal pemilu nasional yang terdokumentasi secara andal.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

