Data kejahatan di Timor-Leste berasal dari beberapa lembaga dan tidak sepenuhnya dapat dibandingkan. Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL) mencatat 5.671 peristiwa pidana pada 2023, termasuk 2.567 kasus penganiayaan ringan. PNTL mencatat 4.037 tersangka; 1.476 berusia 20 sampai 29 tahun dan 1.088 berusia 30 sampai 39 tahun. Ministério Público mencatat 6.399 perkara, termasuk 2.017 perkara penganiayaan, 1.090 perkara kekerasan dalam rumah tangga, 419 pencurian, 355 ancaman, 347 tindak pidana seksual, 217 penipuan, 123 perkara senjata terlarang, dan 56 pembunuhan. Angka-angka ini menggunakan metode penghitungan lembaga yang berbeda dan tidak mengukur tingkat kejadian secara keseluruhan. PNTL melaporkan sedikit penurunan kejahatan pada 2024, tetapi tabel terperinci gabungan tidak tersedia untuk publik. PNTL beroperasi melalui 13 komando munisipal, unit khusus, dan struktur pemolisian komunitas. Polícia Científica de Investigação Criminal (PCIC) menangani tindak pidana serius, kompleks, terorganisasi, dan lintas negara, pekerjaan forensik, serta kejahatan siber. Ministério Público memimpin penuntutan pidana dan mengarahkan penyelidikan. Comissão Anti-Corrupção menangani perkara korupsi, sedangkan Serviço de Migração menangani pelanggaran terkait perbatasan dan migrasi. Laporan dapat diajukan ke komando PNTL setempat, Ministério Público, atau untuk perkara yang sesuai ke PCIC melalui laporan berkas atau laporan anonim. Akses praktis berbeda antar-munisipalitas. Kekerasan dalam rumah tangga diatur oleh Undang-Undang No. 7/2010. Korban, saksi, atau pihak ketiga dapat melaporkannya, dan polisi dapat bertindak tanpa menunggu pengaduan korban. Rumah sakit dan layanan dukungan wajib memberi tahu polisi atau Ministério Público yang berwenang. PNTL biasanya mengirim ringkasannya kepada Ministério Público dalam waktu lima hari. Korban dapat memperoleh informasi, kerahasiaan, perlindungan, perawatan medis dan psikologis, tempat penampungan, serta nasihat hukum. Bantuan Pembela Umum tersedia bila korban tidak mampu membayar. Pusat penerimaan nasional dan Casas de Abrigo menyediakan bantuan gratis, termasuk tempat tinggal sementara bagi anak-anak. Pengadilan dapat menetapkan larangan tinggal di kediaman atau larangan kontak hingga tiga tahun. Perlindungan anak mengikuti undang-undang 2023 mengenai anak-anak dan kaum muda dalam bahaya serta prosedur perlindungan anak dan kekerasan berbasis gender MSSI-UNICEF 2024. MSSI, PNTL, Ministério Público, pengadilan, dan INDDICA mengoordinasikan perlindungan, dengan Primero CPIMS+ mendukung pengelolaan kasus. PCIC dan PNTL juga mengembangkan kapasitas untuk menangani eksploitasi daring terhadap anak di bawah umur. Unit kejahatan siber PCIC menyelidiki akses tanpa izin, penipuan daring dan komputer, eksploitasi seksual digital terhadap anak di bawah umur, serta serangan terhadap infrastruktur penting. Upaya pencegahan mencakup pendidikan keselamatan di masyarakat dan sekolah, pencegahan konflik lokal, serta kemitraan pemolisian komunitas. Dalam keadaan bahaya, menjauh dari lokasi, mencari bantuan, menelepon 112, dan menjaga bukti merupakan langkah yang lebih aman daripada pembalasan informal.
Kejahatan di Timor-Leste
Kejahatan di Timor-Leste mencakup kekerasan, kekerasan dalam rumah tangga, tindak pidana seksual, pencurian, penipuan, ancaman, senjata terlarang, perdagangan manusia, dan kejahatan siber. Pada 2023, Polícia Nacional de Timor-Leste mencatat 5.671 peristiwa pidana, dengan Dili mencakup 46,8% di antaranya. Bahaya langsung harus dilaporkan melalui 112 atau komando polisi terdekat.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

