Hukum ketenagakerjaan di Tiongkok memadukan peraturan perundang-undangan nasional, aturan administratif, penerapan lokal, pengaturan kolektif, dan kebijakan tempat kerja pemberi kerja yang sah. Hubungan hukum yang tepat sangat penting karena pekerja, kontraktor independen, dan pekerja platform dapat diperlakukan secara berbeda. Kontrak kerja tertulis merupakan dasar umum hubungan kerja. Kontrak tersebut harus menjelaskan dengan jelas para pihak, pekerjaan, tempat kerja, upah, kondisi kerja, jangka waktu kontrak, dan pengaturan penting lainnya. Bentuk kontrak yang umum meliputi pekerjaan dengan jangka waktu tertentu, tanpa batas waktu, dan berbasis proyek. Masa percobaan hanya boleh disepakati dalam kerangka hukum dan tidak boleh diperlakukan sebagai masa tanpa hak pekerja. Pemberi kerja pada umumnya wajib membayar upah dengan benar, menyediakan kondisi kerja yang aman, serta memenuhi kewajiban jaminan sosial dan dana perumahan sebagaimana diwajibkan. Waktu kerja, waktu istirahat, cuti, dan kerja lembur juga diatur dan tidak sepenuhnya diserahkan kepada kesepakatan pribadi. Peraturan internal dapat mengatur kehadiran, perilaku, kerahasiaan, pengeluaran, dan disiplin. Agar peraturan tersebut dapat mendukung tindakan serius, isi, proses pengesahan, penyampaian, dan penerapannya secara konsisten semuanya dapat menjadi penting. Mengakhiri hubungan kerja bukan sekadar masalah memberikan pemberitahuan. Dasar hukum, bukti, prosedur, kewajiban konsultasi, pemberitahuan, dan kemungkinan pesangon harus dipertimbangkan untuk situasi tertentu. Pekerja dapat mengundurkan diri, menegosiasikan pengakhiran hubungan kerja, atau menggugat tindakan pemberi kerja. Pemberi kerja hanya boleh memberikan sanksi atau memberhentikan pekerja dalam batas hukum dan prosedur yang berlaku. Sengketa ketenagakerjaan umumnya ditangani melalui konsultasi, mediasi, arbitrase ketenagakerjaan (劳动仲裁), dan kemudian proses pengadilan jika diizinkan oleh hukum. Arbitrase ketenagakerjaan biasanya merupakan forum formal utama. Pekerja asing juga memerlukan izin imigrasi dan izin kerja yang sah. Perjanjian kerja saja tidak menggantikan izin dan pengaturan tempat tinggal yang diwajibkan.
Hukum ketenagakerjaan di Tiongkok
Hukum ketenagakerjaan di Tiongkok mengatur hubungan antara pemberi kerja dan pekerja melalui kontrak tertulis, peraturan tempat kerja, jaminan sosial, dan perlindungan berdasarkan undang-undang. Arbitrase ketenagakerjaan biasanya merupakan jalur formal utama untuk sengketa kerja sebelum perkara diajukan ke pengadilan. Dokumen seperti kontrak kerja, catatan penggajian, data kehadiran, dan surat pemutusan hubungan kerja memiliki arti penting dalam praktik.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

