Bolivia memiliki pasar kerja yang mapan, tetapi lembaga dan praktik ketenagakerjaannya terfragmentasi. Instituto Nacional de Estadística (INE) mengukur kondisi kerja melalui Encuesta Continua de Empleo (ECE) perkotaan, survei rumah tangga nasional EH2025, dan sensus penduduk. Sumber-sumber ini menggunakan cakupan, kelompok usia, dan definisi yang berbeda sehingga angkanya tidak dapat dianggap saling menggantikan. ECE untuk kuartal kedua 2026 mencakup wilayah perkotaan. Survei itu mencatat angkatan kerja sekitar 4.723 juta orang, terdiri atas 4.564 juta orang bekerja dan 159,000 orang menganggur. Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah 74.0%, tingkat bekerja 71.5%, dan tingkat pengangguran 3.4%. Partisipasi dan tingkat bekerja perempuan lebih rendah daripada laki-laki, sedangkan pengangguran mencapai 3.7% bagi perempuan dan 3.0% bagi laki-laki. Setengah pengangguran perkotaan sebesar 7.9%, meningkat menjadi 9.8% pada perempuan dan 9.1% pada kaum muda. Pekerjaan informal mencakup 82.3% pekerja perkotaan pada kuartal yang sama. Klasifikasi INE merujuk pada tidak adanya hubungan kerja yang diakui secara formal dan tidak adanya perlindungan sosial jangka pendek maupun panjang. Tingkat informalitas mencapai 84.4% pada perempuan dan 92.0% pada pekerja muda. Karena itu, tingkat pengangguran yang rendah tidak menunjukkan bahwa pekerjaan aman, dibayar memadai, atau dilindungi asuransi sosial. Perdagangan mempekerjakan 23.7% pekerja perkotaan, manufaktur 15.0%, akomodasi dan layanan makanan 10.6%, transportasi dan pergudangan 9.4%, konstruksi 7.7%, layanan pendidikan 5.4%, serta administrasi publik dan pertahanan 2.5%. Sektor lain mencakup 25.7%, termasuk pertanian, pertambangan, teknologi informasi dan komunikasi, keuangan, layanan kesehatan, dan layanan rumah tangga. Sensus 2024 mencatat distribusi pekerja yang lebih luas: kegiatan primer 30.4%, sekunder 16.2%, dan tersier 53.4%. Dari 2012 hingga 2024, porsi tersier naik 3.4 poin persentase, sementara porsi primer turun 0.7 poin dan porsi sekunder turun 2.6 poin. Kondisi kerja berbeda antara La Paz, Cochabamba, Santa Cruz, dan departemen lain, serta antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada 2024, 69.0% penduduk tinggal di wilayah perkotaan dan 31.0% di perdesaan. Rata-rata nasional dapat menyembunyikan perbedaan upah, akses kepada pemberi kerja, transportasi, kualifikasi, dan perlindungan sosial. Pendidikan dan keterampilan yang diakui memengaruhi akses ke peluang formal. Sensus 2024 mencatat rata-rata pendidikan 10.6 tahun, dengan 11.7 tahun di perkotaan dan 7.9 tahun di perdesaan. Di antara penduduk berusia 19 tahun ke atas, tingkat pendidikan tinggi tercatat 34.2% untuk perempuan dan 32.5% untuk laki-laki. Pendidikan formal mencakup jalur reguler, alternatif dan khusus, institut teknis dan teknologi, serta universitas; Bolivia tidak memiliki satu sistem pendidikan vokasi ganda terpadu yang mencakup seluruh pasar kerja. Sistema Plurinacional de Certificación de Competencias (SPCC) memberikan pengakuan negara atas keterampilan kerja yang diperoleh melalui praktik. Pemohon umumnya harus warga negara Bolivia sejak lahir atau melalui naturalisasi, berusia minimal 15 tahun, serta menyerahkan kartu identitas, akta kelahiran, bukti pengalaman kerja, dan dua foto ukuran 4 kali 4. Persyaratan rata-rata adalah sedikitnya lima tahun pengalaman di bidang terkait. Ujian resmi dan penilaian praktik menghasilkan sertifikat yang berlaku secara nasional. Dalam beberapa kasus, sertifikat dapat dihubungkan dengan pendidikan teknis, termasuk técnico básico, técnico auxiliar, atau técnico medio. Data penelitian tidak menyediakan biaya dan waktu pemrosesan standar yang dipublikasikan. Salario Mínimo Nacional (SMN) 2026 adalah Bs 3,300 per bulan berdasarkan Resolusi MTEPS RM 088/26 dan berlaku sejak 1 Januari 2026. Untuk pekerjaan paruh waktu, jumlahnya sebanding dengan waktu kerja. EH2025 melaporkan rata-rata pendapatan kerja sekitar Bs 3,624 per bulan, tetapi angka ini adalah rata-rata, bukan median, dan berasal dari tahun serta metode yang berbeda. Ringkasan Bank Dunia yang menggunakan informasi 2024 melaporkan 74% pekerja tidak memiliki asuransi sosial, 47% memperoleh kurang dari upah minimum yang berlaku saat itu, dan 46% bekerja untuk diri sendiri; angka ini tidak boleh dibandingkan langsung dengan SMN 2026 tanpa memeriksa definisi dan periode acuannya. Servicio Público de Empleo (SPE), yang juga dikenal melalui layanan Bolsa de Trabajo dan Oportunidad de Empleo, menyediakan pencocokan kerja, panduan, pelatihan, dan dukungan untuk mulai bekerja. Akses umumnya gratis menurut Ministerio de Trabajo, Empleo y Previsión Social (MTEPS). Portalnya dapat menyaring lowongan menurut jabatan, pendidikan, pengalaman, dan tanggal penutupan, tetapi persyaratan pendaftaran, jumlah lowongan, dan waktu pencocokan berubah. Agen penempatan swasta tunduk pada pendaftaran dan pelaporan melalui Registro de Agencias Privadas de Empleo (RRAPE). Orang juga masuk ke dunia kerja melalui pekerjaan mandiri, bisnis keluarga, usaha mikro, dan jaringan pribadi. EH2025 mencatat pekerjaan utama dan sekunder, jam kerja, pendapatan, status pekerjaan, dan informalitas. Jalur informal tersebut dapat membuka akses saat lowongan formal terbatas, tetapi biasanya memberikan akses yang lebih lemah pada perlindungan sosial, hubungan kerja yang diakui, perlindungan kerja, dan penegakan MTEPS. Jumlah pekerja perkotaan turun 1.3% antara kuartal kedua 2025 dan 2026, sedangkan penduduk aktif secara ekonomi turun 1.0%. Pekerjaan turun di perdagangan sebesar 3.69%, manufaktur 1.67%, konstruksi 10.73%, serta akomodasi dan layanan makanan 8.53%. Pendidikan naik 12.41% dan sektor lain 5.60%. Menurut penilaian Bank Dunia, kekurangan bahan bakar dan dolar, blokade jalan, serta penyelundupan mengganggu kegiatan produktif. Migrasi juga memengaruhi akses ke pasar kerja. EH2025 mencatat hubungan migrasi internal dan internasional, alasan pindah, serta remitansi. Dalam sampel yang tersedia, alasan yang dilaporkan mencakup pencarian kerja sebesar 19.8%, pemindahan pekerjaan 13.0%, dan alasan keluarga 48.4%; jawaban ini bukan perkiraan prevalensi nasional. Pekerja asing yang mencari pekerjaan memerlukan visa kontrak yang tunduk pada pemeriksaan kepatuhan ketenagakerjaan dan hukum sosial oleh MTEPS. Warga negara asing yang menjalankan pekerjaan mandiri berbayar atau menghasilkan keuntungan diarahkan untuk mendaftar dalam Registro Obligatorio de Empleadores (ROE). Biaya imigrasi dan waktu pemrosesan yang tepat harus dipastikan kepada kantor yang bertanggung jawab. SMN dan perlindungan kerja formal terutama berlaku secara praktis jika terdapat hubungan kerja formal. Kontrak kerja, asuransi sosial, keselamatan kerja, dan pengawasan MTEPS menentukan sejauh mana hak dapat ditegakkan. Untuk keputusan pasar kerja konkret di Bolivia, departemen, sektor, bukti kualifikasi, pengaturan kerja, dasar upah, dan tingkat perlindungan formal perlu diperiksa bersama-sama.
Pasar Kerja di Bolivia
Pasar kerja Bolivia mencakup pekerjaan formal, pekerjaan mandiri, dan pekerjaan informal yang luas di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Pada kuartal kedua 2026, 82.3% pekerja perkotaan diklasifikasikan informal, sementara perdagangan, manufaktur, akomodasi dan layanan makanan, transportasi, serta konstruksi mempekerjakan porsi besar pekerja. Akses terhadap pekerjaan bergantung pada lokasi, kualifikasi, jaringan pribadi, layanan ketenagakerjaan publik, dan tersedianya perlindungan sosial formal.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

