Indonesia terutama menggunakan sistem hukum sipil, yang menjadikan aturan tertulis sebagai sumber hukum utama. Konstitusi berada di atas undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, dan peraturan daerah yang sah. Dalam bahasa Indonesia, kata untuk "law" adalah hukum. Aturan nasional dibuat dan diterapkan oleh beberapa lembaga, sehingga suatu persoalan hukum dapat melibatkan undang-undang, peraturan pelaksana, dan keputusan administratif pada saat yang sama. Indonesia juga mengakui aturan kebiasaan (adat) yang terkait dengan komunitas tertentu. Adat dapat berperan dalam bidang seperti pertanahan, warisan, atau hubungan dalam masyarakat, tetapi tidak secara otomatis mengesampingkan hukum nasional. Hukum Islam memiliki peran tertentu bagi umat Muslim dalam beberapa urusan pribadi, terutama perkawinan, perceraian, dan warisan. Pengadilan Agama umumnya menangani urusan tersebut, sedangkan Pengadilan Umum menangani sebagian besar perkara perdata dan pidana. Struktur pengadilan mencakup pengadilan tingkat pertama, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung. Mahkamah Konstitusi secara terpisah memutus persoalan konstitusional penting, termasuk menguji undang-undang terhadap Konstitusi. Banyak persoalan hukum sehari-hari dimulai di luar pengadilan. Seseorang mungkin terlebih dahulu mengumpulkan dokumen, menghubungi pihak lain, mengajukan keluhan kepada suatu lembaga, meminta mediasi, atau mencari nasihat sebelum mengajukan perkara resmi. Lembaga administratif juga mengambil keputusan mengenai perizinan, status keimigrasian, catatan pertanahan, pajak, dan urusan publik lainnya. Beberapa keputusan pemerintah dapat ditantang melalui keberatan administratif atau Pengadilan Tata Usaha Negara. Akses terhadap keadilan dapat sulit karena prosedur, bahasa, perjalanan, biaya, dan pembuktian semuanya berpengaruh. Organisasi bantuan hukum, advokat berlisensi, notaris, dan pejabat pembuat akta tanah memiliki peran yang berbeda, sehingga profesional yang tepat bergantung pada masalahnya.
Hukum di Indonesia
Hukum di Indonesia terdiri atas peraturan perundang-undangan nasional, peraturan, prosedur pengadilan, serta beberapa aturan adat dan agama yang diakui secara lokal. Hukum menentukan hak dan kewajiban orang serta menyediakan cara untuk menyelesaikan sengketa. Prosedur yang berlaku bergantung pada pokok masalah, tempat, dan pihak-pihak yang terlibat.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

