Keselamatan di Kiribati

Keselamatan di Kiribati mencakup risiko bencana dan risiko terkait kejahatan. Pulau-pulau dataran rendah menghadapi banjir pesisir, erosi, kenaikan permukaan laut, pasang ekstrem, badai, tsunami, kekeringan, intrusi air asin, kebakaran, dan kecelakaan transportasi. Kekhawatiran terkait kejahatan mencakup pelanggaran terkait alkohol, kekerasan, pelanggaran seksual, kekerasan dalam rumah tangga, pelanggaran yang melibatkan anak muda dan pelanggaran lalu lintas, serta kejahatan digital. Kapasitas tanggap dan akses ke layanan kepolisian, medis, dan dukungan berbeda-beda antara Tarawa, Kiritimati, dan pulau-pulau terluar.

Bencana

Kiribati menghadapi risiko bencana berupa banjir pesisir, erosi, kenaikan muka laut, pasang ekstrem, badai, tsunami, kekeringan, intrusi air asin, kebakaran, dan kecelakaan transportasi. Pengaturan kebencanaannya memadukan koordinasi nasional dengan dewan pulau, masyarakat, dan otoritas tradisional. Peringatan, evakuasi, bantuan, dan pemulihan perlu memperhitungkan 33 pulau dataran rendah serta sulitnya logistik ke pulau terluar.

Kriminalitas

Kejahatan di Kiribati mencakup pelanggaran terkait alkohol, kekerasan, pelanggaran seksual, kekerasan dalam rumah tangga, pelanggaran oleh kaum muda dan lalu lintas, serta kejahatan digital. Kiribati Police Service menangani tanggap darurat, pelaporan, pencegahan, dan penyelidikan, sementara layanan dukungan membantu korban memperoleh perawatan medis, konseling, perlindungan, dan rujukan. Statistik kejahatan nasional terkini yang andal terbatas, dan akses ke polisi, layanan medis, serta dukungan dapat berbeda antara Tarawa, Kiritimati, dan pulau terluar.

VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.