Pemberi kerja membentuk hubungan kerja melalui Employment Agreement tertulis untuk setiap pekerja. Perjanjian mencantumkan para pihak, status kerja, tanggal mulai, upah dan tunjangan, perhitungan pembayaran, hari pembayaran, cuti, aturan disiplin, penilaian kinerja, dan ketentuan pemecatan. Pemberi kerja memberikan salinan yang ditandatangani kepada pekerja dan deskripsi pekerjaan tertulis. Perjanjian berjangka tertentu dapat berlangsung hingga dua tahun. Masa percobaan dapat berlangsung hingga tiga bulan. Training Agreement harus ada sebelum pelatihan dimulai; pelatihan di tempat kerja dapat berlangsung hingga enam bulan, membayar 70% dari upah minimum yang berlaku, dan tidak boleh mencakup biaya pelatihan. Pemberi kerja membayar gaji setidaknya setiap bulan, sedangkan pekerja sementara umumnya dibayar harian. Pembayaran akhir harus dilakukan paling lambat tujuh hari setelah pemecatan atau berakhirnya kontrak. Minimum Wage Order hanya berlaku bagi pekerja non-ekspatriat: tarif per jam adalah MVR 21,63 untuk usaha mikro, MVR 33,65 untuk usaha kecil, dan MVR 38,46 untuk usaha besar serta pemberi kerja lain di luar kategori MSME. Gaji pokok dan tunjangan tetap dihitung dalam upah minimum; upah lembur, service charge, bonus, dan manfaat nonuang tidak dihitung. Pemberi kerja memasang perintah tersebut di tempat kerja. Employee Withholding Tax dihitung dari gaji kotor bulanan setelah pengurangan Maldives Retirement Pension Scheme; laporan dan pembayaran umumnya jatuh tempo pada tanggal 15 bulan berikutnya. Pajak pemotongan pekerja dan pajak pemotongan bukan penduduk merupakan kewajiban terpisah. Untuk pekerja Maladewa berusia 16 hingga 65 tahun, Maldives Retirement Pension Scheme (MRPS) bersifat wajib. Pemberi kerja menyumbang sedikitnya 7% dan pekerja sedikitnya 7% dari upah yang dikenai pensiun atau gaji pokok. Pendaftaran dimulai saat pekerjaan dimulai, termasuk selama masa percobaan, dan berlaku bagi pekerja paruh waktu, kontrak, maupun upah harian. Pemberi kerja menyerahkan iuran dan pembayaran paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Pembayaran terlambat dapat dikenai MVR 100 ditambah 0,5% per bulan. Pekerja asing dapat bergabung secara sukarela jika pemberi kerja ikut serta dan bersedia menyumbang. Pemberi kerja menyimpan catatan kerja setidaknya enam tahun dan menggunakan Koshaaru serta portal MIRA untuk pelaporan yang relevan. Jam kerja umumnya tidak boleh melebihi 48 jam per minggu, dan pekerja tidak boleh bekerja lebih dari enam hari berturut-turut tanpa istirahat 24 jam. Resor pariwisata, kapal, dan tempat kerja di pulau tak berpenghuni memiliki pengaturan hari istirahat khusus: istirahat dapat diakumulasikan, dengan hingga dua jam tambahan per hari yang dihitung sebagai lembur. Pemberi kerja mencatat jam normal, lembur, dan pembayaran lembur. Pekerjaan lebih dari lima jam memerlukan istirahat makan setidaknya 30 menit, dan pekerja memperoleh istirahat salat 15 menit selama waktu salat. Lembur dibayar 1,25 kali tarif normal dan 1,5 kali tarif pada hari Jumat dan hari libur umum. Kerja pada hari libur umum juga mendapat tambahan pembayaran minimum setengah hari. Pemberi kerja tidak boleh mewajibkan kerja di tempat kerja, pulau, atau kapal di luar jam kerja tanpa dasar hukum yang berlaku. Setelah satu tahun, pekerja memperoleh 30 hari cuti tahunan berbayar dan sebaiknya menggunakannya dalam 12 bulan berikutnya. Pemberi kerja tidak boleh mewajibkan pekerja bekerja selama cuti tahunan berbayar dan membayar cuti yang belum digunakan jika terjadi pemecatan. Cuti sakit sedikitnya 30 hari per tahun; hingga 15 hari dapat diambil tanpa sertifikat medis jika ketidakhadiran tidak lebih dari dua hari berturut-turut. Cuti melahirkan berbayar berlangsung 60 hari, dengan kemungkinan tambahan 28 hari karena alasan medis; pekerja umumnya kembali ke pekerjaan yang sama kecuali berlaku pengecualian pekerjaan alternatif yang sah. Setelah kembali, amendemen 2026 memberikan dua waktu istirahat pengasuhan anak, masing-masing 30 menit per hari hingga anak berusia dua tahun; cuti tanggung jawab keluarga berbayar 10 hari; cuti ayah tiga hari; dan cuti sunat lima hari. International Labour Day adalah hari libur umum. Pemberi kerja menerapkan aturan nondiskriminasi dan tidak boleh memecat pekerja karena kewarganegaraan, agama, jenis kelamin, kehamilan, disabilitas, penyakit atau cedera, penggunaan hak berdasarkan Employment Act, kegiatan asosiasi pekerja, atau pengaduan. Pemberi kerja menanggung beban pembuktian alasan yang sah dan iktikad baik. Pengurangan tenaga kerja dapat terjadi karena berakhirnya usaha atau layanan, perubahan operasional, atau penurunan keuangan berdasarkan peraturan yang berlaku. Amendemen kesembilan pada 2026 mengubah prosedur pemberitahuan dan pemutusan serta memperluas pembayaran pengganti, sehingga masa pemberitahuan lama tidak boleh diterapkan secara terpisah dari aturan baru. Pemberi kerja membayar hak akhir dalam tujuh hari dan memberikan catatan kinerja jika diminta dalam enam bulan. Pemberi kerja menyediakan tempat kerja aman tanpa membebankan biaya kepada pekerja. Hal ini mencakup perkakas, mesin dan bahan yang aman; alat pelindung diri; pelatihan dan instruksi; pemeriksaan bahaya dan kesehatan; perawatan medis; serta pertolongan pertama. Pekerja dapat menolak pekerjaan jika terdapat bahaya serius yang memiliki dasar wajar terhadap kesehatan atau nyawa. Pemberi kerja melaporkan kematian atau cedera yang memerlukan perawatan lebih dari pertolongan pertama dalam 48 jam. Standar akomodasi pekerja berlaku jika pemberi kerja menyediakan tempat tinggal. Occupational Safety and Health Act dan peraturan 2024, termasuk peraturan R-103 dan amendemen 68/R/2026, mengatur keselamatan kerja di bawah pengawasan Labour Relations Authority dan kementerian yang bertanggung jawab. Pekerja dan pemberi kerja dapat membentuk dan mendaftarkan serikat pekerja berdasarkan Industrial Relations Act 1/2024. Registrar of Unions, Tripartite Advisory Board, dan Industrial Dispute Resolution Division mendukung kerangka tersebut. Perselisihan tempat kerja dapat berawal dari pembicaraan internal atau prosedur pengaduan pemberi kerja, lalu berkembang menjadi pengaduan, inspeksi, penyelidikan, atau mediasi oleh Labour Relations Authority, dan kemudian ke Employment Tribunal. Pengaduan pemecatan umumnya memiliki tenggat tiga bulan. Formulir pengaduan Labour Relations Authority mencakup upah, lembur, tunjangan, hak dasar, syarat kontrak, cuti, dan lingkungan kerja. Di usaha pariwisata Maladewa, pemberi kerja mengumpulkan dan membagikan service charge minimal 10% kepada pekerja yang memberikan layanan langsung atau tidak langsung. Pemberi kerja dapat menahan maksimal 1% untuk administrasi, membayar jumlah bulan sebelumnya paling lambat akhir bulan berjalan, dan menyimpan catatan bulanan mengenai pendapatan, penerima, hak, dan pembayaran. Pemberi kerja melaporkan informasi service charge kepada Labour Relations Authority dan MIRA dua kali setahun. Pelanggaran dapat mengakibatkan denda hingga MVR 50.000; kegagalan mengumpulkan atau membagikan service charge dapat mengakibatkan denda hingga MVR 100.000 dan tindakan administratif. Employment Act berlaku bagi pekerja Maladewa dan pekerja asing. Pemberi kerja yang merekrut pekerja asing juga harus mengikuti aturan kuota, izin, dan Work Permit. Kumpulan kuota permanen terkait dengan badan usaha terdaftar dan lokasi proyek aktif, memerlukan pendaftaran Job Center, mengizinkan satu kumpulan untuk setiap divisi, biasanya memerlukan sekitar 14 hari kerja untuk diproses, dan biayanya MVR 2.000 per slot menurut ketentuan yang berlaku. Work Permit berbiaya MVR 350 per bulan dan biaya itu menjadi tanggung jawab pemberi kerja. Entry Pass dan Work Permit harus diatur sebelum kedatangan, dan pemberi kerja atau perwakilan berwenang mengajukan Work e-Visa melalui Xpat Online System dalam 15 hari setelah kedatangan. Sejak 23 November 2025, hanya e-Visa yang disetujui yang berlaku. Amendemen 2026 mengizinkan kemungkinan pembebasan biaya kuota bagi MSME, sehingga aturan kelayakan terkini perlu diperiksa sebelum merekrut.
Pemberi Kerja di Maladewa
Pemberi kerja di Maladewa mengatur pekerjaan, merekrut dan mengelola pekerja, membayar upah dan tunjangan, serta menyediakan tempat kerja yang aman. Employment Act 2/2008, amendemen kesembilannya pada 2026, aturan pensiun dan pajak, persyaratan upah minimum, serta kewajiban khusus sektor menentukan tanggung jawab utama. Pariwisata, resor, kapal, konstruksi, perhotelan, ritel, dan usaha kecil juga perlu memperhatikan pekerjaan berbasis pulau, service charge, dan izin pekerja asing.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

