Hukum di Selandia Baru

Hukum di Selandia Baru menetapkan hak, kewajiban, prosedur, dan upaya hukum bagi orang, dunia usaha, otoritas publik, dan lembaga. Bidang utamanya di sini adalah hukum ketenagakerjaan, hukum imigrasi, hukum pidana, perlindungan konsumen, dan hukum perdata. Pengadilan, tribunal, lembaga pemerintah, dan badan penyelesaian sengketa lainnya menerapkan aturan ini pada situasi tertentu.

hukum perburuhan

Hukum ketenagakerjaan di Selandia Baru menetapkan aturan dasar mengenai pekerjaan, upah, cuti, keselamatan, dan perlakuan yang adil. Cakupannya meliputi perjanjian kerja, kewajiban pemberi kerja dan karyawan, serikat pekerja, serta cara menyelesaikan masalah di tempat kerja. Selandia Baru sangat menekankan itikad baik dan penyelesaian masalah sejak awal.

Hukum imigrasi

Hukum imigrasi di Selandia Baru mengatur siapa yang boleh berkunjung, belajar, bekerja, tinggal, atau menetap di negara itu. Sistemnya menggunakan visa, jalur izin tinggal, pemeriksaan kesehatan dan karakter, serta ketentuan yang melekat pada status seseorang. Keputusan imigrasi di Selandia Baru bergantung pada tujuan, bukti, dan kepatuhan orang tersebut terhadap aturan.

Hak untuk tinggal

Hukum pidana

Hukum pidana di Selandia Baru menetapkan tindak pidana, wewenang polisi, prosedur pengadilan, dan kemungkinan hasil setelah dugaan tindak pidana. Seseorang dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah, dan penuntut harus membuktikan perkara sesuai standar pidana yang diwajibkan. Selandia Baru juga memiliki proses peradilan anak khusus bagi banyak orang muda.

Perlindungan konsumen

Perlindungan konsumen di Selandia Baru memberi orang hak saat membeli barang atau jasa dari pelaku usaha. Aturannya mencakup mutu yang layak, kesesuaian dengan deskripsi, perdagangan yang adil, perbaikan, pengembalian uang, dan klaim yang menyesatkan. Selandia Baru juga menyediakan jalur praktis untuk menyelesaikan sengketa ketika pelaku usaha tidak memperbaiki masalah.

Hukum perdata

Hukum perdata di Selandia Baru membantu orang dan organisasi menyelesaikan sengketa tentang uang, perjanjian, properti, kerusakan, dan hak-hak privat lainnya. Orang yang mengajukan klaim biasanya harus membuktikan fakta dan dasar hukum untuk pemulihan yang diminta. Selandia Baru menggunakan negosiasi, mediasi, tribunal, dan pengadilan untuk menyelesaikan sengketa perdata.

VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.